
Rio saat ini berada di Kantor perusahaan nya, berkutat dengan berkas berkas untuk di tanda tangani.
''Yana sudah berapa banyak perusahaan yg kita miliki saham nya''
''perusahaan yg sahamnya kita miliki sudah berjumlah 10 perusahaan, dan 5 masih tahap nego'' Ujar Yana memberikan laporan.
''Yana, apakah masih ada jadwal yg harus ku lakukan hari ini''
''Tuan memiliki jadwal wawancara di sebuah majalah bisnis yg akan dilakukan siang nanti''
''kenapa kamu menerima nya Yana, aku tidak terlalu suka menghadiri acara seperti itu''
''Tuan sendiri yg menerima ajakan wawancara ini yg di minta oleh Nona Dinda'' Ucap Yana membalas pertanyaan Rio.
''ah, aku lupa bahwa itu juga salah satu bisnis perusahaan Dinda'' teriak Rio yg lupa akan janji nya pada Dinda.
saat Rio tengah berdiskusi dengan Yana sebagai asisten nya, ''drrtt..drrtt'' suara panggilan di ponsel Rio.
'''hallo, Rio aku ada di depan perusahaan mu'' Ucap Dimas ketika panggilan nya di angkat Rio.
''Baik lah kamu tunggu di sana asisten ku akan menjemput mu di bawah'' balas Rio di sebrang telpon.
tidak lama Yana datang menghampiri Dimas,
''tuan Dimas'' tanya Yana pada Dimas.
''iya'' balas Dimas
''silahkan ikuti saya'' ajak Yana pada Dimas.
"cantik, tapi sedikit dingin" gumam Dimas mengikuti Yana.
tidak berselang lama Yana dan Dimas sampai di ruangan kantor Rio.
"hay, boss" sapa Dimas melihat Rio
"hah jangan meledek ku" jawab Rio tak suka di panggil boss
"hahaha... ya, apa kamu sedang sibuk Rio" .....
"sedikit, tapi tidak terlalu sibuk" .........
"ada apa kamu kesini Dim" tanya Rio pada Dimas.
"itu apa kamu mau menambahkan investasi di perusahaan game ku, akan aku tambah saham mu di perusahaan ku" pinta Dimas.
"berapa memeng yg kau butuhkan sekarang"
"2T untuk menambahkan modalnya" jawab Dimas.
"baik lah akan ku kirim kan............ sudah ku kirim" ucap Rio setelah mentransfer via banking.
setelah cukup lama Rio dan Dimas mengobrol, Dimas pun pergi.
__ADS_1
dan Rio di dampingi Yana pergi menghadiri wawancara dengan pihak majalah,
setelah selesai wawancara Rio langsung pulang ke rumah nya.
"drrt.. drrtt" panggilan di ponsel Rio.
"Tuan ada pergerakan dari geng tengkorak, mereka akan melakukan transaksi perdagangan manusia dengan geng Wolfe dari bali di sebuah gudang di perbatasan kota tengah malam ini"
ucap bawahan Rio yg ada di geng raja setelah Rio mengangkat telpon.
[ DING misi terpicu gagalkan rencana geng tengkorak dengan geng Wolfe, hadiah: 100 bawahan dan sebuah kapal pesiar mewah, hukuman: seluruh korban mati ]
"walaupun tidak ada misi aku akan tetap menggagalkan rencana mereka dan menyatakan para korban dari tangan kotor mereka" batin rio.
"persiapan kan anggota geng kita, kita akan menggagalkan transaksi mereka" ucap Rio memberi kan perintah.
"Tuan, geng Wolfe adalah geng yg di miliki Goma group yg menguasai bisnis bawah tanah di Bali" tutur Yana menerangkan tentang geng Wolfe.
"Goma group, aku akan mulai bermain dengan kalian, akan ku balas semua yg kalian lakukan pada orang tua ku" ucap Rio dengan senyuman iblis nya.
Di lain tempat, sebuah markas militer yg berada di tempat yg rahasia.
"lapor Pak, agen kita berhasil mendapatkan informasi, tentang transaksi perdagangan manusia antara geng tengkorak dan geng Wolfe tengah malam ini"
Ucap seorang kapten wanita yg tak lain adalah santi,
memberikan laporan pada atasannya yg merupakan seorang jenderal besar pasukan khusus, yg tak lain adalah ayah nya sendiri jenderal Roni Bagaskara
teriak ayah nya memberikan perintah pada kapten Santi Bagaskara.
lalu di sebuah Gudang kosong di pinggiran kota,
sekelompok pria yg merupakan anggota geng tengkorak, Tengah menyekap 50 wanita muda yg di ikat dan mulut mereka di lakban.
''ahkkk'' teriak seorang wanita yg akan di p*r**sa oleh salah satu pria anggota geng tengkorak.
''heyy, berhenti apa yg kau lakukan kita tidak boleh melakukan nya'' ucap pria lain nya mencegah nya memperk*** wanita itu.
''ayolah kita bisa menikmati mereka sebentar sebelum di jual, boss juga tidak akan marah'' sanggah pria itu.
''Dorr''
sebuah tembakan mengenai kepala pria itu hingga mati,
yg akan kembali memperk*** wanita muda itu.
''kau akan membuat kami rugi, mereka harus tetap perawan karena harga jual nya akan tinggi''
Ucap seorang pria dewasa setelah menembak pria itu hingga mati,
yg merupakan boss geng tengkorak yg baru saja datang bersama pimpinan lain nya.
mereka yg akan memimpin langsung transaksi ini, yg akan di lakukan dengan geng Wolfe dan juga di pimpin langsung oleh boss ke 3 geng Wolfe.
__ADS_1
sebelum tengah malam di markas geng Raja milik Rio.
"Tuan, informasi dari anggota kita yg sedang mengintai, transaksi ini akan di pimpin langsung oleh boss geng tengkorak dan boss ke 3 geng Wolfe mereka telah berada pada tempat transaksi" laporan dari bawahan Rio yg memimpin geng Raja.
"kalian berlima bawa pasukan lain nya dan anggota geng kita, menyerang langsung ke markas geng tengkorak, dan kuasai daerah mereka beserta aset nya" ucap Rio memberikan perintah.
"baik Tuan"
setelah mendengar perintah Rio mereka pergi menuju markas geng tengkorak.
"dan kalian ikut aku, kita akan langsung ke sana tempat transaksi mereka"
Rio pergi bersama Agus dan bawahan lain nya,
tidak lama setelah 40 menit mereka sampai di dekat sebuah gudang kosong yg tidak terpakai.
di luar Gudang Rio melihat menggunakan kemampuan mata nya untuk melihat situasi di dalam.
"kalian lumpuh kan para penjaga cepat dan tampa suara" perintah Rio setelah melihat situasi di dalam.
Rio hanya membawa 5 bawah nya yg pimpinan dari geng Raja milik nya dan agus bawahan nya yg menjadi supit pribadi dan bodyguard nya.
sedangkan sisa pasukan bawahan nya dia perintah kan menyerang markas geng tengkorak.
tidak lama penjaga yg berjumlah 10 orang tumbang tampa suara, "sudah selesai Tuan"
"sekarang mari kita masuk, geng tengkorak langsung habisi saja dan untu geng Wolfe sisakan 1 orang hidup"
bawahan Rio langsung melesat seperti bayangan masuk kedalam gudang, "bammm" suara pintu gudang hancur oleh bawahan Rio.
setelah menghancurkan pintu gudang yg terbuat dari besi,
mereka bergerak seperti bayangan kabur membunuh dengan satu pukulan atau satu tendangan,
satu persatu anggota geng beserta boss mereka jatuh tak beryawa.
sedangkan Rio masuk di ikuti Agus di belakang nya,
berjalan dengan santai menuju para wanita yg akan di jual.
"siapa kau, kenapa kau mencampuri urusan kami" teriak boss ke3 dari geng Wolfe,
yg berada di dekat para wanita muda yg telah mereka beli.
"bukan siapa-siapa, aku hanya orang yg akan membunuhmu dan membebaskan mereka" ucap Rio sambil berjalan mendekat.
.....*Bersambung.
jangan lupa dukung novel ini jika suka.
dengan like, komen, favorit, vote, dan rate 5bintang.
Terima kasih*.
__ADS_1