System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.44


__ADS_3


Dosen wily. (+20)



tidak lama masuk seorang dosen cantik dan muda, ke dalam ruangan kelas. kelas yang awalnya gaduh menjadi hening.


para mahasiswa pria, menatap tajam meneliti dosen cantik yang masuk kedalam kelas. wajah yang cantik, dengan tubuh yang menggoda. dan aura dewasa yang keluar, menambah akan pesonanya.


''perkenalkan nama saya wily! dosen untuk mata kuliah manajemen kalian" ucap dosen cantik, yang merupakan wily memperkenalkan diri. "sekarang saya akan mengabsen kalian" sambung sang dosen wily.


kemudian, satu persatu dosen wily mengabsen, para mahasiswa dan siswi di dalan kelas.


selama dosen wily mengabsen, ia melihat banyak pandang para pria terarah menelisik pada dirinya.


tapi ia menangkap ada satu pria di kelasnya, yang tidak tertarik menatap tubuhnya. pria itu adalah Rio yang hanya bersikap biasa saja.


"pria yang menarik! ia tidak tergoda akan diriku" batin dosen wily, memperhatikan Rio.


stelah 2 jam dosen wily memberikan materi, kelas pun berakhir. kemudian dosen wily meninggalkan ruangan kelas. para mahasiswa dan siswi, satu persatu meninggalkan kelas.


Rio keluar dari kelas di ikuti Dinda dan Milla.


"mau ke kantin dulu nggak Rio" tanya Milla.


"ya! tapi aku mau ke toilet dulu" ujar Rio, pergi meninggalkan Milla dan Dinda, menuju toilet


tidak lama Rio masuk ke dalam toilet, Tiba-tiba masuk Dinda kedalam menyusul Rio. Dinda langsung memeluk dan mencium bibir Rio, ciuman Dinda berubah menjadi *******.


Rio hanya diam tidak menanggapi Dinda, tidak lama Rio mendorong tubuh Dinda agar lepas darinya.


"apa kamu tidak tertarik dengan ku Rio" ucap Dinda dengan wajah menggoda, ia perlahan mengangkat rok pendek nya memperlihatkan paha putih dan mulus miliknya. ia kemudian membuka kancing pakaiannya.


situasi toilet yang kosong, mendukung tindakan Dinda.


"cukup Dinda, jangan lagi bersikap seperti ini!" ucap Rio keluar dari toilet, pergi meninggalkan Dinda.


"cih, munafik, Pura-pura tidak mau!" gumam Dinda, menghentakkan kaki! lalu pergi keluar toilet. karena malu dan kesal Dinda tidak menyusul Rio.


Rio berjalan kembali ke tempat Milla, dari kejauhan ia melihat Milla bersama seorang pria yang di kenalnya!. yang juga menjadi target dan tujuannya, sampai ia berkuliah di sini.


"Herman ternyata itu dirimu" gumam Rio. lalu ia mendekati Milla yang tengah bersama Herman.


Milla melihat kedatangan Rio, ia tersenyum melambai.


"Rio perkenalkan, ini Herman seniorku saat di SMA! juga dia berasal dari kota yang sama dengan ku" ucap Milla memperkenalkan herman pada Rio.

__ADS_1


"Rio" ujar Rio mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Herman, tapi tidak ada balasan dari herman. ia mengerutkan dahi melihat wajah Herman yang sepertinya tidak suka dengan dirinya.


"sepertinya dia tidak menyukai ku!" batin Rio.


"identifikasi" gumam Rio, matanya mengeluarkan cahaya redup. ia mengaktifkan skill miliknya untuk melihat herman, apakah dia telah memiliki sistem?.


"seperti dugaan ku! dia belum mendapatkan sistem, mungkin ia mendapatkan sistem bersamaan dengan diriku dulu"


"ayok Rio, kita ke kantin! kak herman apa mau ikut?" ucap Milla, berniat merubah suasana. ia tidak enak dengan Rio atas sikap Herman.


Rio mengangguk pertanda setuju, "aku tidak ikut, nanti aku hubungi lagi kamu Milla!" balas Herman yang kemudian pergi. ia tidak menunggu lagi jawaban Milla.


Milla mengernyitkan dahinya, melihat sikap Herman. ia bingung ada apa dengan Herman?.


"ada apa dengannya?" ucap Rio pada Milla.


"entahlah! aku juga tidak tau" balas milla.


kemudian mereka berdua pergi menuju kantin. saat Rio dan Milla di kantin, datang Siska bergabung dengan mereka.


setelah selesai makan di kantin, Rio berpisah dengan Siska dan Milla. ia berjalan jalan di dalam gedung kampus.


Ting.


[ misi perunggu: selamatkan dosen wily dari pemerko**** ]


[ hadiah: +2 exp, +2 poin stat, +200 poin shop ]


''sistem lacak lokasi dosen wily''


[ pencarian 1% 10% 15% 25%... 100% ]


[ lantai kedua, ruangan kesehatan ]


...


di ruangan kesehatan.


terlihat seorang wanita tengah berbaring di atas ranjang. ''uh.. kenapa tubuh ku panas sekali'' lirih dosen wily.


Tiba-tiba masuk seorang pria kedalam ruangan dan mengunci pintu. ''Agus kenapa kamu bisa ada disini'' teriak dosen wily, melihat kedatangan agus. ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres.


''hahaha, apa kamu tidak tau! aku telah mencampur minuman di ruangan mu dengan obat ini! apa kau tau obat apa ini?'' ucap agus dengan seringai di bibirnya. ''ini adalah obat perangsang'' sambung Agus''.


''bagaimana kamu bisa masuk kedalam kampus ini? kau bukan bagian kampus ini!'' ucap wily.


''dengan uang, semua nya bisa di lakukan'' hahaha. Agus perlahan berjalan mendekat pada wily. ''apa tubuhmu terasa panas? apa hasrat mu semakin menginginkan sentuhan pria? ke marilah, aku akan memuaskan mu! tenang saja tidak akan ada yang tahu kita disini''

__ADS_1


napas wily semakin memburu, wajahnya memerah, matanya mulai sayu. wily menggigit bibirnya agar bisa melawan efek obat yang perlahan mengendalikan tubuhnya.


''aku tidak sudi, di sentuh oleh mu!'' lirih wily yang semakin di kuasai hasratnya.


em.. uh.. tanpa di sadari wily, ia mulai mengeluarkan erangan. ''haha, mulut mu berbicara tidak mau! tapi tubuh mu menginginkan nya'' agus perlahan membuka kancing bajunya sambil mendekati wily.


pakaian wily telah semakin terbuka karena tindakan dirinya sendiri. ''per..gi ! ja..ng..an'' lirih wily terputus putus.


Agus segera menarik wily, lalu menindihnya. em.. uh.. erangan wily semakin membuat Agus bersemangat. tangannya meraba-raba tubuh wily, yang semakin membuat wily mengerang.


ia perlahan membuka pakaian wily, hingga tinggal pakaian dalam saja.


...


di luar ruangan.


Rio telah sampai di depan pintu, ia mau membuka pintu tapi pintunya terkunci. ia kemudian menggunakan Sihir elemen angin untuk membuka kunci.


ceklek. ia masuk ke dalam ruangan dan menutupnya kembali. di sana ia melihat agus tengah membuka pakaian wily.


Rio bergerak cepat, Tiba-tiba berada di belakang Agus. ia memukul Agus dengan menggunakan sihir elemen es, yang mengaliri melalui tangannya.


Buk.. agus terlempar. uh... dia berteriak kesakitan. ''siapa kau?'' ucapnya melihat Rio.


Rio berjalan mendekati Agus lalu berbisik di telinganya ''aku malaikat maut mu''. belum sempat Agus membalas ucapan Rio, tubuhnya perlahan membeku. ahkk.. teriakan terakhir agus sebelum membeku.


Ting.


[ misi perunggu ''selesai'' : selamatkan dosen wily dari pemerko**** ]


[ hadiah: +2 exp, +2 poin stat, +200 poin shop ]


Rio menjentikkan jarinya, trass.. tubuh es agus pecah, menjadi serbuk es, dan perlahan menguap menjadi udara.


di belakang terlihat wily mendekati Rio, dengan tubuh tanpa sehelai pakaian. ia menerkam Rio, menduduki tubuh Rio yang terbaring.


wily mencium dan ******* bibir rio, dan dengan cepat wily membuka gesper dan celana Rio, wily tidak memberi kesempatan Rio bergerak.


Rio adalah pria biasa yang memiliki hasrat pada wanita. karena melihat wajah cantik dan tubuh menggoda wily, hasrat Rio pun naik.


setelah celana Rio terbuka dan menampakkan menara Eiffel yang berdiri kokoh. wily dengan cepat menaikinya, perlahan lahan memasukkan kedalam dirinya.


Rio merasakan telah merobek sesuatu di dalam wily. karena efek obat yang di Terima wily ia dengan gila bergerak di atas Rio. erangan nya memenuhi ruangan.


:) udah ya diskripsi nya! jika kurang bayangin sendiri!


....Bersambung

__ADS_1


__ADS_2