
wajah Direktur Ky memucat, ia begitu ketakutan. "tolong... ampuni aku! aku berjanji tidak akan menggangu kalian lagi.." Direktur Ky memelas belas kasihan, ia berlutut di hadapan Rio.
''jangan kasihani dia! dia sudah banyak membunuh orang, memeras dan menghancurkan banyak keluarga. dia pantas mati!" ucap Hinata mengeluarkan emosi dan amarahnya selama ini.
"kenapa tidak kamu sendiri yang membunuhnya" ucap Rio mengambil pedang Direktur Ky yang jatuh, dan memberikannya pada Hinata yang berdiri di dekatnya.
"Baiklah..!" Hinata menerima pedang itu dan menggenggamnya dengan kuat. ia menatap Direktur Ky yang selama ini memaksanya untuk bekerja.
"Hinata, selama ini aku selalu menjagamu dengan baik... bahkan aku tidak menyentuh tubuhmu itu... berikan aku kesempatan, aku tidak akan mengulanginya lagi..." Direktur Ky memohon kepada Hinata.
"itu karena kamu membutuhkan kemampuan ku. selama ini kamu mengancam ku, dengan keselamatan keluarga ku. sekarang kamu tidak berdaya, dan memohon pengampunan padaku. bagaimana setiap kali aku memohon? agar kamu mau melepaskan keluarga ku! tapi kamu tidak perduli dan terus memperalat ku untuk semua kejahatan mu. waktu mu sudah habis, Tuan!" ucap Hinata, dengan kejam ia menusukan pedang itu kearah jantung Direktur Ky.
"jika aku harus mati, kamu juga harus ikut bersama ku." jleb... pedang menusuk Direktur Ky sampai tembus. ia mengeluarkan sebuah belati di pinggangnya dan mengarahkannya pada Hinata. ia mendekati Hinata membuat tusukan pedang semakin dalam.
ketika Direktur Ky sudah dekat dan hendak menusuk Hinata. Rio menangkap belati itu dengan tangannya, sebelum menusuk kulit putih Hinata.
"be..berengs..!" buk... Direktur Ky tersungkur terbaring tak bernyawa lagi. Rio masih menggenggam belati di tangannya.
"apa kamu tidak apa-apa?'' Hinata segera melihat tangan Rio, membuang belati itu. ia terkejut tidak melihat luka di telapak tangan Rio.
''aku Baik-baik saja!'' ucap Rio menarik tangannya dari tangan Hinata.
''singkirkan mereka?'' Rio memerintahkan bawahannya menyingkirkan mayat Direktur Ky dan yang lain.
''kalian bisa beristirahat disini sementara waktu... aku akan istirahat di kamar!'' Rio berjalan menaiki tangga meninggalkan Hinata dan keluarganya.
Hinata bersukacita dengan keluarganya yang sudah lama tidak bertemu. tangisan kebahagiaan mereka keluarkan, setelah menderita cukup lama.
di lantai atas Rio melihat keceriaan Hinata dan keluarganya, ''hah.. aku merindukan keluarga ku.'' Rio masuk kedalam kamarnya. Hinata menatap tempat Rio berdiri tadi, entah apa? yang di pikirkan nya.
di malam hari, Rio sedang berbicara dengan para istrinya melalui panggilan video. ''ya... aku juga merindukan kalian semua, besok aku akan kembali.''
tidak lama kemudian, setelah panggilan video selesai. kamar Rio di ketuk, tok... tok... ''masuk!'' ucap Rio dari dalam.
__ADS_1
pintu di buka, dan Hinata masuk kedalam. ia melihat Rio duduk di atas sofa kamar dengan minuman bir kaleng di atas meja. Rio hanya menggunakan jubah mandi di tubuhnya, rambutnya pun masih basah.
''duduklah... apa kamu mau minum?'' ucap Rio mempersilahkan Hinata untuk duduk di sebelahnya, dan memberikan minuman bir kaleng.
''ya..'' ucap Hinata duduk, dan menerima minuman bir kaleng itu. ia membuka dan meminumnya dengan banyak. untuk menghilangkan rasa gugupnya di hadapan Rio.
''ada apa kamu datang menemui ku?'' ucap Rio meneguk minumannya, sambil melirik kearah Hinata yang sepertinya menimbang sesuatu.
[ dia memiliki tubuh suci! jika, Tuan bisa mendapatkan tubuh sucinya? itu bisa meningkatkan kekuatan, Tuan. ]
''aku tidak akan melakukannya dengan paksaan!'' Rio berbicara dengan Yana melalui pikiran.
[ Tuan tidak perlu memaksanya, sepertinya dia menemui Tuan karena menginginkan sesuatu! ]
''ya.. kita lihat, apa yang diinginkannya?'' balas Rio.
setelah merasa cukup tenang, Hinata mulai mengucapkan keinginannya. ''aku tahu kamu memiliki sistem sama denganku. bisakah kamu mengambil sistem ku. aku tidak menginginkannya lagi, karena inilah yang menjadikan keluargaku dalam bahaya.''
''aku bisa membantu menghilangkan sistem mu. tapi, untuk hadiah ucapan terimakasih, aku tidak memerlukannya. kamu bisa menyimpannya untuk dirimu sendiri, dan keluargamu!'' Rio Pura-pura tidak tahu, apa yang ingin di berikan Hinata?.
blush... wajah Hinata bersemu merah, ia malu untuk mengatakan yang sebenarnya. apa yang akan dia berikan? adalah dirinya sendiri, kepada Rio.
''pejamkan matamu dan rileks kan, dirimu. kita akan mulai menghilangkan sistem mu!'' Rio meletakkan tangannya di atas kepala Hinata.
''mulailah, Yana. Lakukan tanpa rasa sakit!''
[ Baik, Tuan. memotong 10.000 poin shop berhasil. ]
[ memulai proses penyerapan, 1%..10%..25%..40%..75%...100%. penyerapan berhasil ]
[ Yuna, akan tertidur selama 5 menit! ]
selama proses penyerapan, Hinata merasakan rasa hangat menjalar di tubuhnya. ''em.. em..'' suara merdu keluar sari bibir merah mudanya.
__ADS_1
''apa yang di lakukan, Yana?'' batin Rio melihat reaksi Hinata selama proses penyerapan.
setelah proses penyerapan, Hinata membuka matanya yang sudah sangat sayu. ia menatap mata Rio, ia juga merasakan kedutan di celah bawah yang sudah basah. melihat wajah Rio Hinata merasa gatal merambat di celah basah.
''Yana, kamu berulah!'' batin Rio.
cup... Hinata menarik kepala Rio hingga bibir mereka menempel. Hinata melakukannya dengan sangat lembut, dan perlahan meningkat sampai saling melu**mat.
"jangan salahkan aku, kamu yang memulainya!" Rio membaringkan Hinata dan menindihnya.
''argh... emgh...'' desa*han Hinata ketika Rio menurunkan kepala mencium dan menyesap lehernya yang putih dan mulus. tangan Rio menyentuh dan meremas, dua gundukan besar dan menjulang. sesekali Rio melakukan gerakan, memetik buah ceri di dua gundukan.
kepala Rio turun dari leher, menggantikan tangannya untuk bermain di dua gundukan. sedangkan tangannya turun kebawah menyusupi benteng segitiga, mencari celah basah.
"argh.. iya di situ. sentuh di situ.., sangat gatal di situ. oghh.. ya itu enak sekali.. lebih cepat!" lirih Hinata merasakan gerakan jemari Rio yang menyentuh dan menggosok.
"aku sudah tidak tahan... lakukan sekarang!" teriak Hinata sambil membenamkan kepala Rio semakin dalam di dua gundukan.
[ selamat Tuan mendapatkan kenaikan 2 level di semua stat. ]
[ selamat Tuan mendapatkan kemampuan aktif mata suci. dapat melihat masa lalu dan masa depan dengan sebuah sentuhan. masa depan yang dapat dilihat hanya satu hari sebelum kejadian. masa lalu yang dapat di lihat hanya satu hari setelah waktu sebenarnya. ]
[ selamat Tuan mendapatkan uang 20 triliun. ]
[ selamat Tuan mendapatkan 20.000 poin shop. ]
"pelan-pelan ini yang pertama bagiku? apa itu akan muat di dalam?'' ucap Hinata kepada Rio, ketika ia merasakan dan melihat sebuah benda besar dan berurat. menyentuh pintu masuk berwarna merah mudah.
''ya.. tahan ini akan sedikit sakit sebentar.'' karena sudah sangat basah, benda besar dan berurat. dapat masuk secara perlahan, ada dingin tipis menghalangi. namun itu tidak bisa menghentikannya, ia tetap masuk dan membobol dinding tipis itu.
''urgh... sakit!'' lirih Hinata saat pertahannya di bobol.
> penasaran kelanjutannya? tunggu chapter selanjutnya! terimakasih.
__ADS_1