System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.74


__ADS_3

''Urgh... sakit! pelan-pelan!'' lirih Hinata saat pertahannya di bobol oleh benda besar dan keras. ia menggigit biwbir bawahnya, merasakan perih saat terasa ada yang robek.


Cup... Rio berhenti sejenak, mendaratkan ciwman lembut di biwbir. membuat Hinata rileks dan tenang, melupakan rasa sakit dan perihnya.


"Eemmm... emm..." desa*han Hinata tertahan biwbir Rio. saat ia mulai merasakan nikmat, setelah rasa perih dan sakitnya hilang berganti dengan kenikmatan tiada tara.


"Ini terasa begitu ketat.. ugh" gumam Rio, mulai pelan-pelan keluar masuk dan perlahan menjadi cepat.


''Argh... argh...'' tubuh Hinata bergetar dan melengkung, ia telah sampai. Rio merasakan nikmat yang berbeda dari tuwbuh Hinata. membuatnya tetap bergerak, dan tidak berhenti ketika Hinata sampai. tubuh Hinata berkali-kali bergetar sampai karenanya.


[ Selamat Tuan mendapatkan kenaikan 1 level di semua stat. ]


[ Selamat Tuan mendapatkan tubuh suci yang tidak akan menua. ]


Yana, mengeluarkan pemberitahuan. setelah Hinata terbaring tidak sadarkan diri di tempat tidur. terlihat air putih kental menetes dari celah merah muda.


Tempat tidur sangat berantakan, dan banyak cairan yang membasahi kasur. sedangkan Rio duduk disisi tempat tidur, dengan tubuhnya penuh keringat.


''Baru kali ini aku merasa kelelahan hanya dengan satu wanita!'' gumam Rio melirik Hinata.


''Yana, kamu sengaja kan? membuat Hinata bergairah saat penyerapan!"


[ Yana, hanya mempermudah Tuan mendapatkannya! walaupun Yana tidak melakukannya, Tuan juga akan mendapatkannya! ]


"Kamu ini, itu sama saja aku memaksanya!" Rio kesal dan marah.


Wus... Yana segera kabur, masuk kedalam tubuh Rio. saat melihat Rio marah.


"Yana, aku belum selesai bertanya? aku tidak bisa menua, bagaimana dengan para wanitaku?" tanya Rio memikirkan para wanitanya.


[ Tuan bisa memberikan esensi darah kepada mereka, yang akan membuat mereka sama seperti Tuan. ]


[ Tapi apakan Tuan yakin? ingin membuat mereka tidak menua sama seperti Tuan. itu sama saja dengan sebuah kutukan. ]


"Kamu benar, aku akan bertanya kepada mereka nanti!" ucap Rio merenung.


***


Sekarang perusahan Ky grup telah di akuisisi oleh Rio dan di serahkan nya pada Hinata, untuk di urusnya.


Miyabi di serahkan Rio untuk mengurus Hotel miliknya. dan sedangkan Laura, ia mengurus perusahaan JAV entertainment.

__ADS_1


Kini di Vila Rio, di tinggali oleh 3 wanita yaitu Laura, Miyabi, dan Hinata. di dalam kamar utama, Rio meletakan artefak cakram teleportasi. yang akan terhubung dengan kamar utama di istananya, di pulau pribadi.


"Kalian bisa menggunakan gerbang ini untuk akses keluar dan masuk nantinya! Baiklah... sekarang kita akan pergi?" ucap Rio.


Ketiga wanita hanya diam dan mengangguk. mereka mulai berjalan melewati gerbang teleportasi mengikuti Rio.


Wus...


Mereka muncul di sebuah kamar yang luas dan mewah dengan tempat tidur besar. namun baru saja samapai, Rio mendapatkan sebuah pukulan di perutnya.


Buk...


"Sepertinya kamu tidak hanya menyelesaikan masalah di sana, tapi juga mendapatkan wanita lainnya?" ucap Dewi, istri dan Ratu pertama di istana Rio. ia memukul tepat di perut Rio.


Di sana juga ada 4 wanita lainnya, yang sudah menunggu kepulangan suami mereka.


"Nampaknya, pukulan itu tidak ada pengaruhnya saudari pertama?" ucap Milla, istri dan Ratu kedua di istana Rio.


Mereka semua menatap tajam Rio, sedangkan ke-3 wanita yang baru saja datang hanya diam menyaksikan tidak berani mengganggu.


''Apakah bajingan mesum ini memaksa kalian?'' tanya Nadia istri dan Ratu ke-4 di istana Rio, kepada ke-3 wanita yang baru. sedangkan Wily Ratu ke-3 dan Siska Ratu ke-5, hanya diam dan tersenyum kepada mereka.


''Tidak, kami menerimanya tanpa paksaan dan kami juga menyukainya dengan tulus!'' ucap Laura mewakili Miyabi dan Hinata.


''Ya.. kalian harus akur dan saling menjaga!'' Rio menganggukkan kepalanya, dan menatap lembut para istrinya.


''Itu mudah saja! kamu harus membuatkan kami anak? agar kami tidak kesepian jika kamu tidak berada disini!'' ucap Dewi menatap mata Rio, dengan wajah yang sudah bersemu merah.


''Kalian juga menginginkannya?'' Rio melihat ke-4 wanita lainnya.


''Ya...'' mereka ber4 mengangguk dengan senyuman malu-malu.


''Hah... ya baiklah! kalian mau kapan?" Rio menghela nafas.


"sekarang!" jawab mereka serempak, lalu menarik Rio keatas tempat tidur.


satu persatu mereka melepaskan pakaian yang ada di tuwbuh mereka.


"Kalian bisa beristirahat dulu dan sekarang giliran kami bersama suami!" ucap wily kepada ke-3 wanita baru Rio.


''Ya silakan, kami akan menyaksikan saja! tubuh kami juga masih lelah karenanya.'' ucap Miyabi sambil duduk di sofa yang besar yang ada di kamar bersama Hinata dan Laura.

__ADS_1


''Kamu cukup diam, suami! biarkan kami yang bekerja.'' ucap Milla sambil melepaskan satu persatu pakaian Rio.


Sedangkan Dewi dengan gila meluwmat biwbir Rio. Milla yang telah selesai melepaskan pakaian Rio, ia dan Nadia langsung mewlahap dan liwdahnya bermain dengan benda bewsar keras.


Kedua tangan Rio bekerja masing-masing mengusap celah basah, wily dan Siska.


puas bercuwmbu Dewi menduwduwki wajah Rio, menik*mati sentuh liwdah di celah bawsahnya.


"Arghh... arghh..." teriakan dan ewrangan keluar dari para wanita .


Ke-3 wanita yang sedari tadi hanya menyaksikan. wajah mereka sudah memerah, nafas memburu. tangan-tangan mereka telah membuat pakaian mereka berantakan.


''em.. em..'' dewsahan mereka, memanjakan diri sendiri. sambil menonton siaran langsung pertarungan antara 5 wanita cantik melawan 1 pria perkasa.


"Kemampuan mu semakin bertambah suami! itu juga sepertinya bertambah besar, terasa penuh di sana!" Nadia dengan gila melonjak lonjak, hingga membuat dua bukit bergoyang bebas.


Ke-5 wanita itu tampa henti bergiliran bertarung dengan Rio, sampai mereka terbaring kelelahan dan tak sanggup lagi.


''Sekarang giliran kami, sayang!'' ucap Laura yang sudah menyusul keatas tempat tidur bersama Hinata dan Miyabi yang sudah polos tidak ada penutup apapun?


Segera saja mereka ber3 ''arghh... arghhh...'' men*desa*h dengan hebat. Rio tidak lagi hanya berbaring, ia mulai membuat beberapa gaya eksotis dengan mereka.


''Kau sungguh luar biasa seperti biasanya, sayang! lebih... lebih keras.. sayang!" teriak Miyabi yang tertusuk saat merangkak.


"argh... tubuhmu ini luar biasa Hinata!" Rio merasakan sebuah hisapan di dalam.


''Lakukan apa yang kamu inginkan, sayang?" teriak Hinata yang merasa seperti terbang bebas di awan.


"argh... aku sampai!" teriak Laura, tubuhnya bergetar hebat.


Rio terbaring kelelahan, tubuhnya bercucuran keringat. ia kelelahan karena bertempur melawan 8 wanita bergiliran.


[ Sepertinya Tuan menikmatinya? ]


"Itu melelahkan Yana, langsung meladeni mereka semua bersamaan!"


[ Tuan bisa membeli pil pemulihan, untuk mengembalikan tenaga Tuan. ]


"Belikan aku satu, Yana?"


[ Baik Tuan, membeli 1 pil pemulihan. memotong 100 poin shop. ]

__ADS_1


[ Pembelian berhasil. ]


Keluar sinar dari tangan Yana, mendarat di tangan Rio yang berubah menjadi sebuah pil berwarna putih susu.


__ADS_2