
note : baca perlahan, agar bisa mengerti maksud dari cerita. karena author sedikit menggunakan Kata-kata lain, di bagian dewasa. agar tidak di anggap vulgar.
"Yuna, buat penghalang pada kamar ini?"
[ memerlukan 50 pon shop, apa Tuan mau? ].
"ya.. lakukan."
[ penghalang sudah di pasang, memotong 50 poin shop ].
Rio berada di sofa bersama Laura, duduk di hadapan Hayato dan Miyabi. di hadapan Hayato, Rio menarik kepala belakang Laura. mendekatkan wajahnya, lalu melahap bibir ranum Laura.
Hayato membulatkan matanya, "hei.. apa yang kalian lakukan? Laura, kenapa kamu membiarkannya mencium mu? kenapa kamu menjauhi ku? apa karena Dia, kamu berubah?''.
Hayato naik pitam melihat Rio begitu bebas memainkan milik Laura, di hadapannya. mendengar ucapan Hayato, Rio menghentikan kegiatannya pada Laura. menatap tajam kearah Hayato.
''siapa dirimu melarang kekasihku? itu urusan kami mau bercium** atau bercin**!" Rio berkata dengan dingin.
"kemari lah, jangan dekat-dekat dengannya. nanti tubuhmu jadi kotor di sentuhnya.'' Rio menepuk pahanya, menyuruh Miyabi duduk di sana.
melihat wanita-wanita yang biasanya mengemis untuk di sentuhnya. dengan bahagianya berada di pelukan pria di hadapannya. Hayato tersulut amarah, ia sudah begitu geram.
Hayato melesatkan sebuah pukulan dengan kekuatannya, ingin menghabisi Rio. Hayato menyunggingkan senyuman, mengira ia akan berhasil menghabisi Rio dengan pukulannya.
bam...
seketika senyuman Hayato menghilang, ketika pukulannya di tangkap oleh Rio dengan mudah. Rio yang kini, menyunggingkan senyuman membalas Hayato.
''mata ilusi'' Rio menggunakan kemampuannya, membuat Laura dan Miyabi tertidur.
''siapa? siapa kau? kau... kau...'' Hayato ketakutan melihat kekuatan yang di perlihatkan Rio padanya. yang lebih besar dari pada kekuatan miliknya.
''kau itu terlalu naif, berpikir tidak ada orang yang mampu menandingi mu! aku benci melihat orang sepertimu, yang menggunakan kekuatan untuk memperalat orang lain''
Rio menggunakan kekuatan elemen es untuk membekukan Hayato. perlahan tangan Hayato yang berada di genggaman Rio, terlapisi es. menjalar kesemua tubuhnya, menyisakan kepalanya saja.
''apa yang kau lakukan? kau iblis? lepas kan aku...'' Hayato berteriak ketakutan, merasakan tubuhnya terlapisi es. membuat dirinya tidak bisa bergerak.
''sudah berapa banyak wanita yang kau rusak? berapa banyak keluarga yang hancur karena mu? berapa banyak wanita yang mati karena mu? berapa banyak pria yang kehilangan wanitanya? orang seperti mu, mati adalah sebuah berkah. jadi aku tidak akan membunuhmu!''
__ADS_1
Rio meletakan tangannya di atas kepala Hayato.
''Yuna, serap sistemnya tapi jangan membunuhnya?''
[ "Baik, Tuan. memotong 5000 poin shop" ].
[ memulai penyerapan, 1%.. 15%.. 30%.. 45%..
argh... argh... ''lepaskan aku... sakit ini menyakitkan'' Hayato menjerit kesakitan selama proses penyerapan. kepalanya seperti tersayat-sayat oleh ribuan pisau.
60%.. 75%.. 90%... 100% ]
[ penyerapan berhasil ]
[ Yuna, akan tidur selama 5 menit ]
mata Yuna perlahan menutup. kondisi Hayato saat ini, matanya memutih. ia kehilangan kesadaran tidak kuat menahan rasa sakit.
kemudian Rio menggunakan kemampuannya, menanamkan sebuah ilusi, yang akan menghantui Hayato selama hidupnya. Rio juga menghancurkan benda milik Hayato. sesudah itu Rio menteleport Hayato, keluar dari rumah sakit.
setelah 5 menit, tubuh Yuna bersinar. tubuhnya membesar, Yuna sekarang terlihat seperti gadis remaja belasan tahun. perlahan Yuna kembali membuka matanya.
[ selamat Tuan mendapatkan kenaikan 2 level di semua stat ]
[ selamat Tuan mendapatkan 20.000 poin shop ]
[ selamat Tuan mendapatkan kemampuan pasif : jari pembuat nikmat ]
[ selamat Tuan mendapatkan kemampuan pasif : kuda jantan berkelok ]
[ selamat Tuan mendapatkan uang 20 triliun ]
suara notifikasi di telinga Rio mulai berhenti. Rio membelalakkan matanya melihat layar notifikasi di depannya.
"kemampuan apa ini, Yuna."
[ itu adalah kemampuan yang Tuan dapatkan. setelah menyerap sistem Hayato! Yana, rasa kemampuan itu berguna untuk Tuan. ]
"apa kamu pikir aku sama dengan bajingan itu, Yana?"
__ADS_1
[ menurut Yana sama! Tuan juga menyukai setiap wanita cantik. ]
"tapi, aku tidak pernah memaksa mereka!"
[ ya.. karena Tuan tidak perlu memaksa mereka. dengan kemampuan dan pesona yang Tuan miliki. setiap wanita juga akan dengan sukarela memberikan tubuhnya pada Tuan. ]
"sudah cukup! kamu diam saja. membuatku marah saja!" Rio kesal, dengan polosnya Yana menyamakan dirinya dengan bajingan Hayato.
kemudian Rio membangunkan Laura dan Miyabi kembali. saat Laura dan Miyabi menanyakan soal Hayato yang sudah tidak ada di dalam ruangan. Rio menjelaskan bahwa Hayato pergi begitu saja, setelah melihat mereka bermesraan.
"apa kita akan melanjutkannya?" Rio menggoda Laura dan Miyabi. hingga membuat dua wanita cantik di dekapannya bersemu merah.
tidak memperdulikan direktur Sugiono yang sedang terbaring di sana. mereka bertiga memulai perjalanan mendaki bersama-sama.
''argh... kenapa Jari-jari mu terasa semakin nikmat'' keluh Laura, saat jemari Rio mendaki gunung, menyusuri lembah miliknya.
''ya... ini terasa enak dari yang semalam, argh...'' sahut Miyabi yang juga merasakan kenikmatan sama seperti yang Laura rasakan.
''aduh... aku bisa gila, ini luar biasa... argh...'' kicau Miyabi merasakan kemampuan 'kuda jantan berkelok' Rio, didalam dirinya. yang seakan berkelok-kelok menyerang setiap bagian lembah. Miyabi tak mampu menahan efek serangan kemampuan baru Rio. membuat ia bergetar hebat, kemudian hujan deras datang membasahi semuanya. ia jatuh terengah-engah kelelahan.
''glek..'' Laura menelan air ludahnya, ia penasaran dan ingin mencoba kemampuan baru Rio. segera ia mulai mengambil posisi siap tempur dengan tangannya bertumpu di sofa. 'kuda jantan berkelok' Rio mulai melancarkan serangan dari belakang Laura. tubuh Laura terpental-pental akibat serangan Rio. hingga menyebabkan gunung dan pohon ceri di sekitar bergoyang.
''argh.. aku tidak tahan lagi.'' Laura sama saja seperti Miyabi. langsung terjatuh, setelah merasakan hujan deras yang tidak biasa. lebih deras dari yang sebelum-sebelumnya. Laura juga tidak bisa bertahan sama dengan Miyabi.
''hei.. ini baru satu ronde, kalian sudah mau istirahat." Rio tersenyum, ia kembali memberikan serangan kepada mereka berdua.
Laura dan Miyabi duduk bersandar di sofa. mata mereka tertutup, tidur di sana. sedangkan Rio sudah tidak ada di dalam ruangan. ia pergi, setelah menaklukkan kedua keindahan di dalam ruangan.
tok.. tok..
masuk seorang dokter bersama seorang perawat, mereka ingin mengecek kondisi direktur Sugiono. namun saat mereka berjalan... gdebuk... buk... dokter dan perawat terpeleset saling menimpa. cup... bibir mereka menempel, mata keduanya saling memandang terkejut.
dokter berada di bawah, sedangkan perawat ada di atas. perawat mencoba berdiri, namun baru saja berdiri. ia kembali terjatuh menimpa dokter. cup...
"ehem.. apa yang kalian lakukan?" Laura membuka mata dengan malas melihat kearah mereka berdua. "oh, lanjutkan saja... jangan berisik kami mau tidur!" Laura kembali memejamkan matanya.
wajah dokter dan perawat itu memerah, malu. mereka tertangkap basah sedang berciuman, walaupun itu tidak di sengaja. tetapi mereka tampak tidak saling menolak itu terjadi. karena mereka memeng menjalin hubungan di rumah sakit.
#jangan lupa dukungannya, dengan cara tinggalkan jejak.
__ADS_1