
note: Terdapat adegan 20+.
Di anjurkan 20 tahun ke atas.
Rio menang melawan Susy.
turun dari panggung arena. berjalan mendekati Susy.
''apa kamu tidak apa apa?''
''ya''
Rio berbalik meninggalkan Susy. kembali ketempat keluarga Santi.
pertandingan di lanjut kan.
yulan dan Herman berhasil mengalahkan lawan mereka. masuk ke babak selanjutnya.
Santi menyerah dari lawan nya. lawan Santi adalah seorang wanita dingin dan cantik.
pertandingan menyisakan lima orang. untuk melaju ke babak ketiga.
Rio, Herman, yulan, Rico dan yg terakhir Buna.
mereka kembali mengambil undian nomor tampil.
pertandingan pertama Herman melawan Rico.
pertandingan kedua Rio melawan Buna. yulan di sengaja atau tidak. dia mendapatkan bay.
''pertandingan mulai''
Herman melawan Rico. pertandingan berjalan intens. mereka saling serang. tapi Rico mulai tertekan oleh Herman.
Herman tidak membuang kesempatan melihat Rico mulai tertekan. herman bergerak cepat muncul di belakang Rico. melayangkan tendangan mengenai punggung.
membuat Rico terlempar keluar arena.
Herman turun dari arena membantu Rico berdiri.
''terimakasih sudah bersikap lunak pada ku''
Rico berdiri dan berterimakasih pada herman.
herman menganggukkan kepala. pergi kembali ke tempat duduk nya.
pertandingan selanjutnya Rio melawan Buna.
Rio saling berhadapan dengan Buna. di atas arena.
''pertandingan mulai''
setelah wasit selesai memulai pertandingan.
Buna bergerak cepat. mengeluarkan juru jurus nya. Rio terus menghindari serangan Buna.
''aku tidak inggin melukai wanita cantik''
tidak ada jawaban dari Buna. terus melakukan serangan. Rio tertarik dengan sikap Buna yg tidak mudah di dekati.
setiap peserta yg mendekati nya di dalam pertandingan. juga tidak bisa menggerakkan dia.
Rio meladeni Buna. mulai melancarkan serangan. tapi Rio menahan kekuatan nya.
tidak mendaratkan pukulan dengan keras. hanya menempel pada tubuh Buna.
Rio bermain sama Buna. terkadang memeluk pinggang Buna. mengandalkan kecepatan nya.
cup...
Rio mendaratkan ciuman di pipi buna dengan cepat. kemudian menghilang dan muncul kembali jauh dari buna.
''kamu... pria bereng***!''
Buna memegang pipinya yg di cium Rio. wajah nya memerah.
''segera menyerah aku tidak ingin melukai mu! atau aku akan melakukan yg lain''
Rio tersenyum mesum.
''mati kau''
Buna melesat cepat melayang kan pukulan menuju Rio. tapi hanya mengenai udara.
Rio menghilang muncul kembali di depan Buna.
Cup...
ciuman tepat di bibir Buna. Rio menghilang kembali. muncul jauh dari Buna dengan senyuman.
''manis''
__ADS_1
Rio menjilat bibir nya. melihat ke arah Buna.
Buna diam kaku. tidak bergerak, wajah nya kembali memerah. dia jatuh terduduk di arena.
''aku menyerah''
Buna menyerah. masih terduduk di atas arena.
Rio mendekati nya dan berbisik
''kamu. wanita ku sekarang! temui aku setelah ini "
Rio berbalik dan pergi ke tempat duduk.
"adik ipar pandai berurusan dengan wanita"
"ya! adik mu saja jatuh di tangan nya. dengan hanya sekali pertemuan"
ayah Milla dan Herman berbicara. melihat pertandingan Rio dan Buna.
istirahat 1 jam di berikan sebelum acara final.
di gedung tempat kompetisi telah di sediakan kamar. untuk beristirahat atau untuk perawatan.
Rio pergi menuju kamar untuk beristirahat. di temani Santi.
di dalam kamar Rio merebahkan tubuh di atas kasur. Santi berbaring di dada Rio.
tok.. tok
ketukan pintu kamar. Rio tersenyum menyadari siapa yg datang.
"kamu kembali dulu ke keluarga mu. tunggu di sana"
"ya. jangan terlalu memaksa. kamu masih punya pertandingan"
"apa kamu meragukan kemampuan ku"
"dasar monster. tapi aku suka"
Santi pergi membuka pintu. terlihat Buna berdiri di depan pintu.
"silakan masuk"
setelah Buna masuk. Santi keluar dan menutup pintu.
Buna memandangi Rio.
"ya seperti yg ku bilang. kamu telah menjadi wanita ku. tapi kenapa kamu mengikuti pertandingan ini?"
"itu untuk mendapatkan hadiah dari pertandingan ini yg bisa menyembuhkan penyakit dingin di tubuhku"
"itu bukan penyakit. tapi tubuh mu yg sepesial. tubuh yin murni. hanya bisa di sembuh kan dengan tubuh yang murni"
Buna terdiam.
"bagaimana kamu mengetahuinya"
"aku ahli dalan pengobatan. aku bisa menyembuhkan mu. karena aku memiliki yang murni dalam tubuhku"
Rio menarik Buna kedalam pelukan nya.
cup..
Rio mencium bibir Buna. perlahan berubah menjadi *******.
hah.. hah.
Buna kehabisan nafas.
Rio kembali ******* bibir Buna yg ranum.
perlahan Buna membalas, terbawa dalam permainan Rio.
tangan Rio menjelajah setiap tubuh Buna. melepaskan setiap pakaian.
Rio membaringkan Buna di atas kasur.
mencium setiap jengkal tubuh Buna.
dari bibir turun ke leher. beralih ke dua pucuk merah mudah. turun lagi ke lembah milik Buna.
Rio membenamkan kepala di sana. memainkan lidah nya.
em.. ah..
desah Buna tidak bisa menahan rasa nikm**.
"ah.... aku keluar" teriak mila merasakan sesuatu yg keluar dari dalam dirinya.
Rio menghisap habis semua. menjadi energi di dalam dirinya.
__ADS_1
merasa sudah waktunya Rio mengarahkan naga kecil kedalam Buna.
Rio tidak lupa menggunakan kemampuan dual kultivasi.
uhhhh....
Buna kesakitan. ketika naga kecil merangsek masuk. membongkar pintu suci milik nya.
Rio menggerakkan pinggul dengan lembut. membuat rasa sakit Buna menjadi rintihan.
karena tubuh sepesial milik Buna. Rio merasakan nik*** yg belum dia rasakan. hanya bisa bertahan setengah jam Rio menembakkan yang murninya. berbarengan dengan yin murni Buna yg entah berapa kali telah keluar.
"uhh.. panas sekali di dalam. tapi tubuhku penuh energi"
ucap Buna merasakan yang murni Rio.
Rio dan Buna kembali menautkan tubuh mereka dengan berbagai posisi.
berhenti ketika akan di mulai pertandingan final.
Rio kembali ke dekat arena. di sisi nya berdiri Buna. tanpa di sadari memiliki perubahan pada tubuh nya.
memancarkan Aura yg kuat setelah penyatuan dengan Rio.
"para peserta naik ke atas arena"
wasit memimpin pertandingan final.
Rio, Herman dan Yulan naik ke panggung arena.
"kalian akan langsung bertarung bertiga. siapa yg bertahan di akhir. dia pemenangnya"
Rio, Herman dan Yulan mengangguk tanda mengerti.
"pertandingan mulai"
…
"kalian menyerah saja! kalian bukan tandingan ku. atau ku bunuh kalian"
"muncul lagi. pria bermulut wanita"
Rio melihat Yulan dengan mata mengejek.
"hahahaha"
Herman hanya tertawa.
"bang*** ku bunuh kau"
Yulan melancarkan serangan cakar ke arah jantung Rio.
Bam...
debu berterbangan. menutupi Rio.
"hahaha mati kau! itu akibatnya merendahkan ku"
Yulan merasa telah membunuh Rio.
"perhatikan dengan benar! dasar bodoh"
ejek Herman melihat tingkah yulan seperti orang bodoh.
Yulan terkejut dengan ucapan Herman.
debu menghilang menampakkan Rio. yg tidak memiliki luka sedikit pun.
Rio mencekik Yulan. menatap mata nya. menggunakan kemampuan hipnotis.
Rio membisikkan perintah di telinga Yulan.
Bunuh.. helmi saat dia lengah! setelah itu bunuh dirimu sendiri.
setelah menghipnotis Yulan.
Rio memukul Yulan hingga keluar Arena.
"dasar tidak berguna"
helmi geram atas kekalahan Yulan.
Yulan berdiri setelah jatuh dan kembalin ke tempat keluarga Goma.
di atas arena. Rio menghadapi Herman.
"kamu memang kuat adik ipar. aku tidak menyangka. apa lagi dengan wanita kamu jago nya hahaha.
pantas saja adik ku jatuh pada dirimu"
………Bersambung!
__ADS_1