System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.40


__ADS_3


Nadia dan pembajakan.



"cih kalian para *******, menggunakan nyawa orang tak bersalah demi tujuan kalian! cepat katakan apa mau kalian?"


"hehe jangan mengajari kami masalah keadilan pak mentri!, karena yang kuat lah yang berkuasa di negara ini, kalian para penguasa menggunakan kekuasaan kalian untuk keuntungan pribadi, kalian tidak jauh berbeda dengan kami, jadi kami tidak perlu nasehat dari kalian" teriak si ketua tidak Terima.


Dor.. suara tembakan lagi di lakukan si ketua, menembak kaki lain nya dari pria berjas... akhh.


Dinda dan Siska terlihat bergetar tubuh mereka karena ketakutan melihat kejadian di depan mata mereka.


''jangan sakit siapa pun? kami akan melakukan permintaan kalian!'' ucap pak Mentri.


''ya itulah yang kami harapkan! segera tarik semua pasukan tentara kalian di pulau Papua, bebaskan para anggota kami yang tertangkap! aku beri waktu 20 menit untuk kalian melakukan nya! jika terlambat, setiap menit nya akan ada satu orang yang mati" balas si ketua pembajak.


"baiklah! kami akan berusaha melakukan nya" jawab pak Mentri.


*di markas militer Pusat.


"siap kan pasukan anti terorisme! segera?" teriak pak Mentri, memberikan perintah.


"siap pak!".


"dan selidiki Bandara tempat mereka berangkat? bagai mana bisa mereka membawa senjata di dalam pesawat" perintah lagi dari pak Mentri.


"Baik pak".


*kembali ke Rio, di dalam pesawat.


Rio hanya diam mengamati situasi,


"sistem pindai berapa orang pembajak di dalam pesawat"


[ pemindaian 1% 5% 15% 25% 50% ... 100% ]


[ jumlah: 10 orang bersenjata api, 1 ruang kokpit, 3 ruang bisnis, 6 ruang ekonomis ]


saat percakapan antara si ketua dan pak Mentri, Rio melihat sebuah kesempatan, ia bergerak tanpa suara tiba-tiba muncul di belakang 1 orang pembajak di dekatnya.


Rio membekap mulut nya dan memelintir kepalanya hingga tewas.


[ mendapatkan +1 exp ]


gerakan Rio terlihat oleh mata Nadia yang masih berdiri di depan si tua. Rio meletakkan jarinya di mulut memberi tanda pada Nadia untuk diam.


"gerakan yang hebat! siapa pria itu? semoga dia berhasil" batin Nadia, masih bersikap biasa agar tindakan Rio tidak ketahuan.


Rio kembali bergerak ke belakang satu pria lagi di belakang si ketua, ia kembali membekap mulut dan memelintir kepalanya hingga pria itu mati. ia menyeret tubuh pria itu, menjauh dari si ketua.


[ mendapatkan +1 exp ]


Siska dan Dinda Terbelalak melihat apa yang di lakukan Rio. ia kembali memberikan tanda agar mereka diam, tidak mengeluarkan suara. Siska dan Dinda mengangguk mengerti.


setelah membereskan dua orang, Rio bergerak menuju ruang kokpit membebaskan pilot, ia tidak mau pilot sampai terbunuh, itu akan membahayakan semua penumpang.


di dalam ruangan kokpit, ia mengetuk pintu kokpit, lalu bersembunyi di balik pintu. "siapa?" terdengar suara si pembajak dari dalam kokpit.


tidak lama pintu kokpit terbuka perlahan, muncul si pria pembajak dengan senjata api di tangan nya. Rio segera menjatuhkan senjata nya dan memukul dada pria itu, menghancurkan jantung pria itu dengan energi mananya.


[ mendapatkan +1 exp ]


"apa kalian tidak apa apa?" tanya Rio pada pilot dan kopilot.


"kami baik baik saja" jawab sang pilot.

__ADS_1


"hubungi pihak bandara! agar menyiapkan bantuan di sana! aku akan mencoba mengurus pembajak lainnya" ucap Rio.


"baiklah" jawab sang pilot dan kopilot.


segera pesawat mengubah jalur penerbangan nya kembali menuju Bandara Jakarta. merasakan itu si Ketua mulai curiga.


"hubungi si B, tanya kenapa pesawat mengubah jalur terbangnya" ucap si ketua pembajak pada anak buah nya.


mengetahui si Ketua mulai curiga, Nadia segera mengalihkan perhatian si ketua.


"sebenarnya apa tujuan kalian melakukan ini? tidak mungkin hanya itu permintaan kalian" ucap Nadia mencoba mengajak bicara si ketua.


si ketua mengerutkan dahi nya, merasa curiga.


"jangan bilang, kalau kau sedang mengalihkan perhatian ku" balasannya, si Ketua segera berbalik, melihat ke belakang... Bang..bruk


si ketua jatuh di lantai pesawat, dengan kepala yang pecah dan berdarah. serta mulut, hidung dan telinganya juga mengeluarkan darah. si ketua tidak bisa bergerak lagi.


ia mengangkat kepalanya melihat Rio berdiri di depan nya, "si..apa kau..?" ucap nya sebelum menghembuskan nafas terakhir.


[ mendapatkan +2 exp ]


''segera hubungi Ayah mu, minta pihak keamanan bersiap di bandara'' ucap Rio melihat Nadia. dan ia pergi menuju ruang ekonomis.


''pria yang menarik " gumam Nadia menatap punggung Rio yang bergerak ke ruang ekonomis.


sesampainya di ruang ekonomis, Rio bergerak cepat membunuh satu persatu anggota pembajak yang tersisa.


[ mendapatkan +1 exp ]


[ mendapatkan +1 exp ]


...


[ mendapatkan +1 exp ]


Ting.


[ hadiah: exp +10, semua stat +10, poin shop +1000 ]


Ting.


[ Level up 21 ]


[ mendapatkan: semua stat +5,


poin shop +500 ]


"status"


...[STATUS]...


Nama: Rio pratama


Titel: - Pemilik berkah Dewa tertinggi


Umur: 19 tahun


Class: Sword master / Mage


Level: 21 (exp:1/250)


STR: 111


AGI: 111


DEF: 111

__ADS_1


INT: 115


Mana: 121


Luck: 115


Elemen: pedang, angin, es, petir, cahaya.


Skill:


tebasan pedang


manipulasi elemen


identifikasi


Shop:


>pil


>senjata


>dll


poin stat: 0


Poin shop: 13500


penyimpanan:


- katana hitam


selesai membereskan para pembajak, Rio kembali ke ruang bisnis, lalu ia duduk di kursinya. menutup matanya, seperti tidak pernah terjadi apapun!


"apa kamu tidak apa apa Rio?" tanya Siska mendekati Rio bersama Dinda.


Rio membuka matanya melihat Siska dan Dinda. "ya aku tidak apa apa! sebaiknya kalian kembali duduk di kursi kalian, sebentar lagi pesawat akan mendarat" ucap Rio, kembali menutup matanya.


di bandara internasional jakarta, terlihat barisan mobil kepolisian, tentara dan ambulans. mereka menunggu pesawat yang Rio tumpangi mendarat.


tidak lama terlihat di udara pesawat yang akan mendarat, di bandara yang telah melakukan persiapan. 5 menit kemudian pesawat berhasil mendarat dengan aman, di landasan bandara.


pintu pesawat perlahan terbuka, para penumpang pesawat dengan tertib keluar dari pesawat, termasuk Rio, Siska dan Dinda.


Rio langsung berjalan kearah luar bandara, di ikuti Siska dan Dinda.


''kamu akan pergi kemana Rio'' tanya Dinda.


"ke apartemen yang di siapkan Ayah ku" jawab Rio.


"aku juga akan ke apartemen! apartemen mu dimana Rio?" tanya Dinda kembali.


"di gedung apartemen xxx" balas Rio.


"ah sayang sekali apartemen kita berbeda" lirih Dinda.


"sampai jumpa lagi di kampus Rio" ucap Siska.


Rio mengangguk sebagai jawaban, saat Rio ingin masuk kedalam taksi, sebuah suara menghentikan dirinya.


"jangan bergerak segera ikuti kami" teriak seorang petugas kepolisian menodongkan senjata pada Rio.


"apa maksudnya ini?" balas Rio.


"kamu di duga sebagai komplotan terorisme, dan kamu juga membunuh orang di dalam pesawat, kami akan menahan mu"


....

__ADS_1


........Bersambung!


__ADS_2