
tubuh Rani bergetar hebat dan melengkung, semprotan hebat keluar dari celah lembah membasahi lantai, ia jatuh terduduk lemas di atas lantai dengan nafas yang tersengal-sengal.
Rio di belakangnya menyunggingkan senyuman,
''sekarang saatnya untuk mu tidur...! kuharap selanjutnya kamu tidak terlibat lagi, hiduplah dengan baik''
''Buk''
Rio memukul bagian belakang Rani, membuatnya jatuh pingsan, kemudian Rio mengangkat Rani ke atas tempat tidur dan menutupinya dengan selimut.
''transformasi'' tubuh Rio bercahaya perlahan berubah bentuk menjadi Rani, suaranya juga berubah seperti suara Rani.
''sekarang kita tunggu permainan nya dimulai'' gumam Rio.
''sistem pindai seluruh gedung hotel, cari kelompok orang yang mencurigakan''
[ memulai pemindaian 1%...25%...50%..75%...100% ]
[ 5 orang di lantai atas lengkap dengan senjata dan 5 orang di lantai dasar sedang menyamar, juga terdapat sebuah peledak yang telah di siapkan di beberapa tempat ]
[ sistem akan menampilkan lokasi peledak dan orang-orang itu kepada Tuan ]
sebuah hologram denah gedung hotel tampil du depan Rio,
"ada tiga peledak bersekala besar ya...! menarik" gumam Rio.
Rio segera keluar dari kamar Rani menemui pasukan pengawal yang berjaga di lorong kamar hotel.
"perketat penjagaan kamar hotel, jangan biarkan siapapun masuk kedalam dan jangan biarkan presiden keluar" Rio berbicara dengan suara Rani.
"baik Nona Rani..!" jawab kapten pasukan pengawal.
Rio berjalan masuk kedalam lift, menekan angka lantai atas, ia ingin menemui 5 orang di lantai atas.
''ting'' lift terbuka Rio berjalan menyusuri lorong kamar, kemudian ia sampai di salah satu kamar hotel.
''ting...tong...'' Rio memencet bel, lalu mengetuk pintu kamar ''tok...tok..''
pintu terbuka sedikit, seseorang mengintip dari dalam. ''kenapa kamu datang ke sini...? cepat pergi sana, jangan sampai kita ketahuan, atau kamu tahu akibatnya kan...?''
Rio mengerutkan dahinya,
''apa maksudnya ini ? apakah Rani di ancam untuk membatu mereka ? apa yang sebenarnya terjadi ? aku harus menyelidiki nya terlebih dahulu'' batin Rio.
''ada sesuatu yang ingin ku sampaikan ! ini maslah penting soal presiden, aku takut rencananya akan gagal !'' ucap Rio mencari alasan agar bisa masuk kedalam kamar.
orang di balik pintu hanya diam, ia seperti sedang berpikir. ''baiklah masuk...! sebaiknya kamu sedang tidak berbohong''
__ADS_1
pria itu membuka pintu lebih besar agar Rio masuk, kemudian Rio berjalan masuk kedalam kamar.
''plak'' pria itu menampar bokong bulat Rio yang sedang menyamar sebagai Rina, ketika melewati Rio melewati nya.
Rio mendelik tajam menatap orang itu, ''apa ini yang selalu di terima Rina dari orang-orang ini'' batin Rio, namun ia hanya diam agar rencananya tidak ketahuan.
Rio lanjut masuk kedalam, di dalam ia melihat empat pria lagi yang sedang menyiapkan senjata dan amunisi nya.
seseorang mendekat memegang dagu Rio ''kenapa kamu disini, apa ada hal yang ingin kamu sampaikan''
''ya.. aku hanya ingin menyampaikan... bahwa kematian kalian sudah dekat'' Rio yang awalnya memperlihatkan wajah ketakutan berubah menjadi wajah yang begitu menyeramkan.
''wus... wus...'' elemen es terbang memenuhi ruangan, membuat suhu ruangan menjadi sangat dingin, membekukan tubuh semua orang di dalam kamar, hanya menyisakan leher dan kepala mereka.
Rio tidak langsung membunuh mereka, ia masih perlu mencari informasi dari mereka terkait penyerangan terhadap presiden dan juga masalah Rani.
''apa yang kamu lakukan..? siapa kamu..?'' ucap pria yang berada di hadapan Rio.
''kamu tidak perlu tahu... siapa aku ! kamu cukup menjawab semua pertanyaan ku"
"mata ilusi"
Rio memanipulasi pikiran mereka, membuat mata mereka tampak kosong.
"apa yang kalian rencanakan...?'' ucap Rio setelah memanipulasi pikiran mereka.
''lalu apa yang kalian lakukan kepada Rani hingga membuat dia membantu kalian...?'' tanya Rio lagi.
''kami mengancamnya dengan menahan orang tuanya yang kami sembunyikan di pabrik tua daerah xxx, dan kami menjanjikan membebaskan orang tuanya jiga rencana kami berhasil''
''dimana markas pusat kalian...?''
''di pulau papua bagian utara di daerah xxxx'' jelasnya tanpa ada kebohongan.
''baiklah semuanya sudah cukup, terimakasih atas informasinya! sekarang waktu nya kalian menghadap Raja neraka"
"wus"
Rio melambaikan tangannya, membuat tubuh mereka semua membeku dan pecah menjadi butiran es kecil-kecil.
"kras"
"keluar lah" Rio mengeluarkan 5 bawahan yang muncul dari balik bayangan nya.
"kalian pergi ke daerah ini ! selamat kan orang yang di tahan di dalam pabrik tua"
''Baik tuan'' bawahan Rio menghilang dari ruangan kamar.
__ADS_1
''tranformasi'' Rio merubah kembali dirinya menjadi orang yang tadi berbicara dengannya, kemudian ia keluar dari kamar menuju lantai dasar di mana masih ada 5 orang lagi dan Bom yang di sembunyikan.
hanya berapa menit Rio telah sampai di lantai dasar, ia berjalan mencari keberadaan sisa komplotan.
Rio menemukan mereka, satu persatu Rio membereskan mereka tanpa di ketahui siapapun, lalu ia juga mencari Bom di dalam hotel dan menghancurkan nya.
Ting~
[ misi gold : menggagalkan pembunuhan presiden.
hadiah : 100 kartu bawahan + uang 1 triliun + tubuh Naik 1 level.
hukuman : semua level -5.
status : selesai. ]
[ selamat kekuatan tubuh naik menjadi level 13 ]
***
"tok..tok.." ketukan di pintu kamar Rani, membuat nya terbangun, ia membuka mata lalu berdiri memakai pakaian.
ia berjalan dengan gontai menuju pintu kamar, terlihat kelelahan setelah pertempuran penuh gairahnya bersama Rio.
"cklek..."
pintu terbuka, Rani dengan mata sayu khas orang baru bangun tidur menatap diam seorang perempuan paruh baya yang berdiri di depannya, tubuh nya bergetar kemudian air mata jatuh di pipih nya.
"ibu..." Rani memeluk ibunya dengan kuat takut akan terjadi sesuatu pada ibunya, tangisan pecah dari kedua wanita itu.
setelah cukup tenang Rani membawa ibunya masuk kedalam kamar, di dalam kamar Rani mulai merenung memikirkan semua yang telah terjadi dan bagaimana ibunya bisa selamat.
Rani mulai ingat apa yang di ucapkan Rio saat sebelum ia jatuh pingsan,
"pasti dia yang telah melakukan semua ini...! dia memiliki kemampuan untuk melakukannya" batin Rani.
"ibu ! sebaiknya ibu beristirahat di dalam kamar, aku akan keluar sebentar, ibu Baik-baik di kamar'' Rani kemudian keluar dari kamar nya dan mengetuk pintu kamar Rio yang berada di seberang kamar nya.
''tok...tok...''
tidak menunggu lama, pintu kamar perlahan terbuka memperlihatkan Rio baru saja selai mandi, ia hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya.
''glek'' Rina menelan ludah melihat bentuk tubuh Rio yang begitu jantan, dengan Otot-otot yang tersusun rapi dan sesuai bentuk tubuhnya.
''masuk...'' ucap Rio berbalik masuk kedalam, lalu di ikuti Rani dari belakang, mereka berdua duduk di atas sofa.
''apa kamu yang melakukan semua ini...?'' ucap Rani.
__ADS_1
''ya ! sekarang kamu sudah bebas dan presiden aman tidak akan terjadi apapun lagi''