
Milla
banyak para wanita yang ingin mendekati Rio, tapi mereka tidak memiliki keberanian. ia asik bermain dengan ponselnya di sana. tidak terganggu dengan orang orang di sekitarnya.
''permisi! apa saya boleh duduk di sini?" suara wanita terdengar di telinga Rio, ia mengangkat kepalanya melihat orang itu? "silakan" jawab singkat Rio.
wanita itu duduk di sebelah Rio, ''apa kamu juga mahasiswa baru di sini?" tanya wanita itu. Rio mengangguk sebagai jawaban, Rio masih bermain dengan ponselnya.
"perkenalkan saya Milla! saya juga baru di sini" wanita itu memperkenalkan diri. "Rio" balas Rio singkat.
"apaan dia ini? singkat amat balas nya! terlalu cuek, dingin" batin Milla.
mereka berdua duduk dalam diam, tidak ada percakapan! sibuk dengan ponsel mereka masing-masing.
''saya pergi dulu! sampai jumpa lagi" ucap Milla yang kemudian pergi.
Rio melirik Milla "apa kamu benar-benar jahat?" batin Rio, ia merasa sifatnya berbeda dari yang dia temui dulu.
tidak lama Rio pun pergi dari taman menuju mobilnya, di tempat parkir. ketika ia ada di tempat parkir, datang Dinda menghampiri nya.
"Rio! kamu mau kemana" tanya Dinda dengan senyuman pada Rio, ia mengenakan pakaian yang sexy. mengundang tatapan pria!
"pulang" jawab Rio.
"aku baru sampai! temani aku berkeliling sebentar mau ya?" ucap Dinda kembali.
"aku masih ada urusan lain!, kamu sendiri saja" balas Rio, membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalam. ia melajukan mobilnya meninggalkan Dinda.
Rio tidak langsung pulang ke apartemen nya, ia pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanan. untuk mengisi apartemen nya.
di supermarket ia mencari bahan makanan dan minuman, saat ia memilih bahan makanan, ia bertemu wanita yang baru saja berkenalan dengannya di kampus.
"kamu di sini juga?'' ucap Milla yang juga sendang memilih bahan makanan.
" ya! membeli bahan makan untuk di apartemen, kamu sendiri? " balas Rio.
"sama, kamu juga tinggal di apartemen?" tanya Milla.
"ya" jawab Rio.
setelah percakapan, mereka berbelanja bersama. setelah selesai berbelanja keperluan mereka masing-masing, lalu mereka berpisah.
__ADS_1
saat Rio membawa mobilnya keluar dari parkiran supermarket, ia melihat Milla yang berdiri di pinggir jalan mencari taxi.
Rio melajukan mobilnya, mendekati Milla yang berdiri di pinggir jalan. ia membuka kaca mobilnya, "mau kemana? biar aku antar" ucap Rio.
Milla terkejut melihat Rio di dalam mobil, "apa tidak menyusahkan mu" balas Milla.
"tidak, naik lah!" ajak Rio.
"hem.. di luar terlihat dingin! tapi dia sebenarnya baik." batin Milla, kemudian ia masuk kedalam mobil.
"dimana kamu tinggal?" tanya Rio, saat melajukan mobilnya.
"di gedung apartemen xxx" jawab Milla.
Rio mengerutkan dahinya, mendengar alamat apartemen Milla. 20 menit kemudian mereka sampai di gedung apartemen xxx.
Rio membawa mobilnya ke tempat parkir basement. "kenapa kamu masuk ke sini? cukup antar aku di depan pintu gedung" Ucap Milla bingung.
"tidak apa apa!" balas Rio.
setelah mobil berhenti, Milla turun dari mobil Rio, ia membawa belanjaannya. "Terimakasih..." ucap Milla terhenti, melihat Rio juga turun dari mobil bersama belanjaan di tangannya.
"Sama-sama! aku juga tinggal di sini, jangan sungkan" ucap Rio pergi memasuki gedung apartemen, Milla yang terkejut segera mengikuti Rio masuk ke dalam gedung.
"ya" ucap Rio tersenyum.
Milla terdiam, deg.. deg. jantungnya berdetak melihat senyuman Rio. "sungguh tampan" batinnya. ia tersadar ketika melihat Rio telah masuk ke dalam apartemen.
kemudian ia juga masuk ke dalam apartemennya. di dalam apartemennya Milla terbayang akan wajah dan senyuman Rio.
"ah kenapa aku terbayang wajah nya! apa mungkin aku suka sama dia?" gumam Milla.
...
sinar matahari berganti dengan gelapnya malam. tok tok... ting.tung suara ketukan dan bel dari luar apartemen Rio.
Rio segera membuka pintu nya, terlihat Milla di depan pintu Dengan kotak makanan di tangannya. "masuk" ucap Rio mempersilahkan Milla masuk ke dalam apartemennya.
"ini aku ada makanan yang aku masak tadi!" ucap Milla memberikan kotak makanan pada Rio. "terimakasih" jawab Rio.
"silakan duduk" Rio mengajak Milla duduk di sofa, mereka berdua duduk di sofa.
"besok kamu ke kampus?" tanya Milla.
"ya! besok sudah mulai belajar, untuk tahun ajaran baru" balas Rio.
__ADS_1
"oh iya kamu ambil jurusan apa?" Milla kembali bertanya.
"bisnis dan management, kamu?" balas Rio.
"sama! berarti kita satu kelas!" ucap Milla dengan senang, mengetahui ia satu kelas bersama Rio.
setelah mengobrol Milla pergi kembali ke apartemennya.
hari telah berganti, Rio tengah bersiap siap pergi kuliah. saat dia membawa mobilnya keluar dari basement, ia melihat Milla baru keluar dari gedung apartemen.
Rio menghampiri nya, "mau bareng ke kampus?" ucap Rio dari dalam mobil. Milla mengangguk dan masuk ke dalam mobil Rio.
setelah Milla masuk Rio melajukan mobilnya keluar dari komplek apartemen, menuju kampus dengan kecepatan sedang. setelah 30 menit perjalanan mereka sampai di kampus.
Rio memarkirkan mobilnya, lalu ia dan Milla keluar dari mobil, mereka berjalan beriringan menuju gedung kampus.
"Rio" suara panggilan dari belakang, Rio berhenti dan menoleh, ia melihat dua wanita cantik, Siska dan Dinda di sana.
Siska dan Dinda mendekati Rio, "siapa dia Rio?" tanya Dinda dengan tatapan tajam pada Milla.
belum sempat Rio berucap, "saya Milla! teman sekaligus tetangga apartemen Rio" Milla memperkenalkan diri pada dua wanita cantik di hadapan nya.
"saya Dinda calon kekasihnya Rio!" Dinda memperkenalkan diri pada Milla dengan senyuman mengejek.
Rio mengerutkan dahinya, menggelengkan kepala mendengar ucapan Dinda. Milla melihat tindakan Rio. "wanita ini sepertinya hanya mengaku saja!" batin Milla.
"ini Siska! dia senior ku saat SMA" ucap Rio memperkenalkan Siska. Milla dan Siska saling membalas senyum, sebagai tanda perkenalan.
tidak lama Siska berpisah dengan mereka, karena kelas mereka berbeda. Rio, Milla dan Dinda memiliki kelas yang sama.
Rio, Milla dan Dinda masuk kedalam kelas mereka, ketika masuk ke dalam kelas mereka menjadi pusat perhatian. karena paras mereka yang tampan dan cantik, semua pandang melihat mereka.
mereka mencari tempat duduk yang kosong, Rio duduk di tengah antara Dinda dan Milla.
"wah apa mereka memperebutkan pria tampan itu" bisik bisik orang lain di kelas, yang masih dapat di dengar.
mendengar itu Rio, hanya tersenyum kecut.
"kenapa kamu duduk di situ sih! cari tempat yang lain, masih banyak yang kosong" ucap Dinda pada Milla dengan tidak senang.
"kenapa tidak kamu saja yang pindah! Rio aja nggak masalah aku di sini" balas Milla.
Dinda berdecak kesal, melihat Milla yang berani padanya. Rio hanya diam dan menikmati pertengkaran mereka.
.....Bersambung!
__ADS_1