System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.54


__ADS_3


musnahnya keluarga goma



''cari tahu dimana dan kemana orang - orang tadi pergi..! bawa semua pasukan habisi mereka semua! bila perlu bawa alat perang'' teriak Nadia pada Pengawal nya.


semua pengawal Nadia, bergerak menjalankan perintah Nadia. mereka juga menghubungi pasukan mentri untuk melacak dan menghabisi keluarga goma.


setelah kabur dari hotel, tempat acara pertemuan pebisnis berlangsung. Helmi dan anak nya kembali ke kediaman keluarga goma.


plak~


suara tamparan, terdengar di kediaman goma. Helmi menampar alex anaknya, yang membuat situasi keluarga nya menjadi terancam.


''siapa yang telah kamu coba provokasi..? dasar anak kurang ajar. kamu membuat keluarga kita terancam..!" Helmi memarahi Alex, disaksikan semua anggota keluarga Goma.


"jadi apa yang harus kita lakukan, kepala keluarga ?"


"persiapkan semuanya kita akan, bersembunyi dulu..! tinggal kan kediaman untuk sementara waktu..!" helmi memberikan perintah, yang telah ia pikirkan.


"tapi kenapa kita harus takut ayah..? kita juga memiliki ahli beladiri dan geng goma, kita bisa melawan mereka.


''cih~ kenapa aku bisa punya anak bodoh seperti mu ini! apa kau kira kita akan bisa menahan gempuran senjata api..?'' teriak helmi memaki alex anaknya.


wung~ wung~


suara helikopter terbang di atas kediaman keluarga goma. terlihat juga berbagai kendaraan alat perang lainnya, mengepung kediaman keluarga goma.


''apa yang terjadi di luar...?'' teriak orang di dalam kediaman. mereka bergegas melihat keluar kediaman.


banyak orang - orang berjatuhan, terduduk dan tubuh mereka bergetar. ketakutan melihat situasi di luar kediaman. yang seperti medan peperangan, dengan banyak nya senjata perang dan prajurit yang mengepung kediaman mereka.


terlihat di luar gerbang kediaman goma, Nadia dan Rio turun dari sebuah mobil.


''dari mana sebenarnya kamu tahu akan tempat tinggal mereka, dengan begitu cepat...?'' Nadia melihat Rio dengan wajah yang penuh tanda tanya? ia merasa Rio begitu misterius..!


''sebenarnya mereka sempat memiliki permusuhan dengan ku! tapi aku belum sempat untuk membereskan mereka'' ucap Rio dengan wajah santai, memandangi kediaman goma.

__ADS_1


''kamu mau membereskan mereka? apa aku sendiri yang bergerak?'' sambung Rio melirik Nadia di samping nya.


''sepertinya kamu memanfaatkan ku, untuk membereskan mereka!'' Nadia kesal dengan sikap Rio yang begitu cuek terhadap nya.


''tunggu..!'' suara Helmi yang tiba-tiba keluar dari kediaman nya, bersama beberapa orang.


brak~


Helmi berlutut dengan di ikuti semua orang di keluarga goma.


''mohon Pengampunan nya Nona, kami buta tidak tahu akan kekuatan Nona.. kami bersedia membayar kompensasi atas apa yang kami lakukan pada mu Nona tapi tolong ampuni keluarga ku'' ucap helmi menunduk bersujud.


''kau telah berusaha membunuhku dan anak mu ingin melecehkan ku.. kamu sekarang meminta pengampunan sungguh lucu'' balas Nadia dengan dingin, tatapan nya tajam.


Rio menatap Alex yang berada di belakang helmi. ''mata ilusi'' tatapan mata Alex seperti kosong. di dalam alam bawah sadar nya, Alex bertemu Rio yang memprovokasi nya.


ha-ha-ha~ kau adalah orang yang tidak berguna, lemah dan bodoh. kau tidak bisa membunuhku. lemah.... lemah..... lemah...


di mata Alex, ia melihat Helmi di depannya adalah Rio. di mendekati helmi dengan belati di tangannya. jleb~ Alex menusuk tubuh helmi.


" apa yang kau lakukan dasar ana..." suara terputus putus Helmi, melihat anaknya sendiri menyerangnya.


"aku berhasil... lihat aku membunuh mu" alex merasa puas.


apa kau yakin telah membunuhku, dasar lemah... lemah...


alex kembali melihat Rio di tubuh anggota keluarga goma. " jangan lari kau berengsek, aku akan membunuh mu!" alex kembali menyerang anggota keluarga nya satu persatu.


para prajurit mematung melihat kejadian di depan mereka. begitu juga dengan Nadia, ia heran apa yang sebenarnya terjadi. Nadia melirik Rio di samping nya, ia melihat senyuman tersungging di bibir Rio!


ini ulahnya ternyata! ia membunuh tanpa menyentuh.


Alex yang telah kehilangan akal terbunuh oleh para tetua keluarga goma, yang menyerang alex. kemudian sisa keluarga goma di eksekusi di tempat oleh prajurit.


kini tidak ada lagi keluarga goma, yang ada hanya sisa sisa bangunan kediaman keluarga goma. mereka semua musnah.


Rio tidak membuang kesempatan, ia meminta ayahnya mengakuisisi perusahan goma group untuk memperbesar perusahan mereka.


di dalam kamar hotel, Nadia melihat Rio yang sendang berbaring di atas sofa. Nadia telah mendapatkan laporan tentang semua aset keluarga goma. yang telah di ambil alih oleh perusahaan pratama group, yang merupakan perusahan keluarga Rio.

__ADS_1


sungguh pria yang berbahaya dan pintar! ah kenapa aku harus ada misi bersamanya. apa aku harus menyerahkannya pada dia? tapi dia memiliki banyak wanita!


Tiba-tiba Rio membuka matanya, ia melihat Nadia yang sedang menatap dirinya.


"jangan menatap ku begitu dalam! nanti kamu jatuh hati pada ku?"


"kenapa? apa aku tidak pantas untuk mu?" Nadia geram mendengar Rio yang seperti enggan bersamanya.


"bukan kamu yang tidak pantas! tapi aku yang tidak pantas untuk mu. status ku biasa dan memiliki banyak wanita." Rio menjawab dan lalu berbalik memunggungi Nadia, senyuman tersungging di bibir Rio.


Nadia diam terpaku mendengar ucapan Rio, tubuhnya bergetar dan matanya mulai berkaca kaca.


"apa kamu kira aku wanita yang gila akan status? aku tidak peduli dengan itu! selama kamu bisa membagi cinta dan perhatian secara merata? aku bisa terima untuk berbagi! pria yang kuat seperti mu pantas memiliki banyak wanita" teriak Nadia tiba-tiba, lalu ia menundukkan kepala.


apa - apa yang ku ucapkan..? bodohnya.. aduh!!


Rio berbalik kembali menatap Nadia, ia berdiri mulai melangkah mendekati Nadia yang masih menunduk malu. lalu ia mengangkat dagu Nadia, mata mereka saling memandang. Rio mengusap air mata di pipi Nadia.


"kamu terlihat jelek saat menangis!" Rio memperlihatkan senyuman pemikat nya, yang dapat membuat para wanita tergila gila.


deg~ deg~


jantung Nadia berdetak cepat, perlahan wajah nya bersemu merah. ia memalingkan wajahnya, malu akan tatapan Rio.


Rio mendekatkan wajah nya dan menarik wajah Nadia kembali. jarak wajah mereka begitu dekat, hingga dapat merasakan nafas masing-masing.


cup~


ciuman mendarat di Bibir Nadia. Nadia melebarkan matanya, terkejut mendapatkan ciuman dari Rio. perlahan ia menutup mata nya, membiarkan Rio menikmati bibir nya.


mendapatkan persetujuan Nadia, Rio perlahan ******* bibir Nadia. entah sejak kapan? tanpa di sadari Nadia, ia telah berbaring di atas kasur. dengan pakaian yang telah terbuka.


matanya sayu dan nafas yang memburu, ia menatap Rio yang berada di atasnya. Nadia menganggukkan kepala memperbolehkan Rio melakukannya.


ah~ em~ oh~


erangan demi erangan memenuhi kamar hotel. butiran-butiran keringat membasahi tubuh mereka berdua. mereka berdua berpacu mendaki mencapai puncak.


.....Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2