
kedatangan Rio.
Rio memacu motor nya dengan kecepatan tinggi.
"di waktu yang dulu Dewi tidak pernah mengalami ini! apa semua kejadian berubah seiring perbuatan ku tidak seperti dulu!
kamu harus selamat Dewi! aku tidak akan memaafkan siapapun itu"
di dalam ruangan Dewi berusaha melepaskan diri dari cengkraman fery.
"dasar kamu brengsek, aku tidak akan memaafkan mu" teriak Dewi mengancam dengan mengacungkan garpu makanan nya.
"jangan mendekat, atau aku akan bunuh diri" ucap Dewi mengarahkan garpu di lehernya. tapi tubuh nya tidak bisa menahan lagi efek obat perangsang, mulai bergetar lemas, kesadaran Dewi mulai memudar berubah gairah.
nafas Dewi kembali memburuh, tubuh Dewi kembali sensitif dengan sentuhan. melihat Dewi yg kembali di rasuki gairah nafsu, fery menyeringai segera menerkam Dewi menahannya di bawah.
klek.. pintu di buka.
terlihat Rio berdiri di ambang pintu, kedatangan Rio tidak di sadari fery dan Siti, Rio melihat fery yang tengah menindih Dewi dengan tangan yg tengah sibuk melepaskan pakaian Dewi.
Rio menutup pintu dan menguncinya, setelah itu ia muncul di belakang Siti memukul tengkuk nya hingga jatuh pingsan. lalu Rio bergerak cepat Buk.. menendang tubuh fery hingga terpental.
ukhh.. fery meringis sakit. ''kamu kenapa bisa disini" kaget melihat Rio di depan nya.
''apa kau sudah puas bermain nya, mengganggu orang orang ku mati adalah hukuman nya'' ucap Rio dingin.
ketika Rio berbicara Dewi di belakangnya, memeluk dan bergelantungan di tubuh Rio dari belakang, tangan Dewi meraba-raba tubuh Rio. ia hanya membiarkan tindakan Dewi.
Rio mendekati fery Buk.. ia memukul tengkuk leher fery hingga pingsan. setelah fery pingsan, ia membawa Dewi ke sofa dan membaringkan nya. lalu ia menyalurkan sihir elemen es nya pada tubuh Dewi, untuk meredakan efek obat perangsang.
perlahan efek obat perangsang menghilang dan tubuh Dewi perlahan kembali normal. tidak lama setelah efek obat menghilang Dewi pingsan.
Ting.
[ misi perak: selamatkan Dewi dari bahaya "selesai'' ]
[ hadiah: 1 kotak perak ]
Rio memeriksa tas Siti dan menemukan obat perangsang di dalamnya. ia meminumkan nya pada Siti dan fery dengan dosis yang banyak.
setelah efek obat bekerja, Rio membangunkan fery dan Siti. mendekatkan mereka berdua dan tidak lama terjadi hubungan intim Siti dan fery.
Rio juga merekamnya dan menyiarkan live di sosmed mereka, ia juga menyuntikkan sihir petir nya yg akan perlahan mengikis jantung fery dan Siti hingga hangus dan mati.
setelah semua selesai Rio pergi membawa Dewi meninggalkan fery dan Siti. yang nasib mereka telah di tentukan oleh Rio adalah kematian.
tiba di motor Rio mengikatkan Dewi pada tubuhnya agar tidak jatuh. kemudian ia menjalankan motor nya meninggalkan tempat karoke.
di jalan Dewi kembali sadar dan terkejut melihat ia tengah bersama Rio orang yang memiliki hati nya. Dewi merasa senang telah di selamat kan oleh Rio, ia mengeratkan pelukan nya di pinggang Rio.
merasakan itu Rio bertanya pada Dewi ''apa kamu baik baik saja?''
''ya aku baik baik saja! terimakasih telah menyelamatkan ku'' balas Dewi membenamkan wajah nya di punggung Rio.
''aku akan mengantarkan mu pulang'' ucap Rio memacu motornya.
tidak lama berita fery dan Siti menghebohkan semua orang. mereka melakukan hubungan intim hingga mati dalam posisi saling melekat.
__ADS_1
ada satuan khusus penyidik di kepolisian kepolisian yang menyelidiki kasus ini.
di sebuah ruangan terlihat kapten cantik tengah membaca berkas bukti bukti tentang kejadian fery dan Siti. ia curiga kejadian ini di sengaja tapi tidak tau siapa pelakunya.
semua rekaman CCTV-nya buram tidak bisa memperlihatkan gambar. sebelumnya Rio menggunakan skill manipulasi elemen nya untuk merusak semua sirkuit rekaman CCTV.
setelah mengantarkan Dewi pulang ke rumahnya, Rio kembali ke kediaman orang tuanya. Rio sekarang berada di dalam kamarnya.
''buka kotak perak''
[ mendapatkan exp: 5 poin stat: 5 poin shop: 500 ]
Rio kemudian menambah kan poin stat nya.
"status"
...[STATUS]...
Nama: Rio pratama
Titel: - Pemilik berkah Dewa tertinggi
Umur: 17 tahun
Class: Sword master / Mage
Level: 1 (exp:10/20)
STR: 15
AGI: 15
DEF: 15
Mana: 24
Luck: 100
Elemen: pedang, angin, es, petir, cahaya.
Skill:
tebasan pedang
manipulasi elemen
identifikasi
Shop:
>pil
>senjata
>dll
poin stat: 0
Poin shop: 910
penyimpanan:
__ADS_1
- katana hitam
Rio kemudian melihat lihat beberapa skill di shop sistem.
> skill langkah kilat (5000 poin shop)
> skill invisible (5000 poin shop)
> skill teleport (10000 poin shop)
"poin shop ku masih tidak cukup untuk membeli skill" gumam Rio.
setelah hari yg melelahkan Rio tidur. di pagi harinya Rio terbangun dengan sinar matahari menerpa wajahnya.
Ting.
[ misi harian: lari: 150m sit up: 15 pus up: 15 ]
[ hadiah: exp: 1 poin shop: 15 ]
[ hukuman: - 5 poin stat ]
Rio segera mencuci mukanya, mengganti pakaian training dan segera ke taman mengerjakan misi harian. kurang dari satu jam Rio selesai dengan misi hariannya.
Ting.
[ misi harian: lari: 150m sit up: 15 pus up: 15 "selesai" ]
[ hadiah: exp: 1 poin shop: 15 ]
"tinggal 9 exp lagi untuk naik level" gumam Rio.
setelah selesai Rio kembali ke rumah membersihkan diri, memakai pakaian sekolah dan turun sarapan di bawah bersama orang rumah.
setelah selesai sarapan Rio menelpon Dewi.
trettt.. "halo" ucap Dewi mengangkat telpon.
"aku akan menjemput mu sekarang, tunggulah di rumah!" balas Rio dan mematikan telpon nya.
Dewi mematung terkejut tak percaya, ponselnya pun masih di telinganya padahal sambung telpon telah di matikan Rio.
"em.. dia kembali peduli pada ku! walaupun masih sedikit dingin" batin Dewi yang bengong saat masih sarapan bersama keluarga nya, di sana juga ada Dimas saudara kembar nya.
"kenapa kamu? bengong aja" Ucap dimas mengguncang tubuh Dewi di sebelah nya.
"enggak kenapa napa! cuman mau di jemput nanti" jawab Dewi bahagia.
"eh... siapa?" tanya Dimas terkejut.
"siapa lagi yang bisa membuat ku begini" balas Dewi samar samar tidak menunjukkan.
tidak lama terdengar suara motor sport di halaman kediaman orang tua Dewi. mendengar itu Dewi segera pamit pada orang tuanya.
"mah, pah ! Dewi pergi dulu" . dan pergi keluar rumah.
dimas segera menyusul Dewi keluar. di luar terlihat Rio yang telah menunggu di atas motor nya. Dewi segera memakai helm dan naik ke atas motor, dengan tangan memeluk pinggang Rio, terlihat seperti sepasang kekasih.
"kamu Rio, kirain siapa!" ucap Dimas juga naik ke motor nya sendiri yang juga motor sport.
Rio hanya tersenyum dan mengendarai motor nya pergi menuju sekolah mereka.
__ADS_1
……Bersambung.