System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.46


__ADS_3


bertemu kembali dengan dewa kekayaan.



mereka masuk kedalam cafe, Rio memegang tangan Milla layaknya kekasih. di dalam cafe sudah ada Herman yang menunggu Milla. dia duduk di kursi dekat jendela.


"cih kenapa dia datang kemari bersama Milla" gumam Herman melihat keberadaan Rio di samping Milla.


''halo kakak senior! tidak apa apa kan aku mengajak Rio'' ucap Milla menyapa Herman. ia dan Rio duduk di depan Herman, tangan mereka masih saling menggenggam.


''tidak apa apa! kamu mau pesan apa?" balas herman pada Milla.


''tidak usah kakak senior! karena kami tidak akan lama, soalnya kami mau pergi kencan" jawab Milla.


"oh.. apa kalian pacaran?" ujar Herman menahan emosinya.


"iya kaka senior! belum lama ini kami pacaran" ucap Milla bersikap manis dengan wajah yang bersemu merah, menatap Rio. "aku inginnya begitu! tapi ini bohongan" batin mila.


"oh.. iya! jadi apa yang kakak senior mau bicarakan pada ku?" sambung Milla pura-pura tidak tahu apa maksud dari Herman.


"sebenarnya, aku ingin menyatakan perasaan ku pada mu! jadi mau kah kamu menjadi kekasih ku Milla?" ucap Herman menatap Milla, dia tidak memperdulikan keberadaan Rio.


"apa maksud mu ini! apa kau tidak dengar apa yang di katakan Milla. dia adalah kekasih ku" sanggah Rio dengan nada dingin.


"aku tidak bicara padamu! aku bicara pada Milla, jadi kau tidak perlu ikut campur" balas Herman, merendahkan Rio.


"Rio benar kakak senior kami telah berpacaran. lagian aku tidak memiliki perasaan pada mu. aku hanya menganggap kamu sebagai kakak senior. jadi jangan melewati batas" ucap Milla.


"apa kamu dengar! sebaiknya kamu kubur perasaan mu itu. Milla adalah milikku" Ucap Rio mengelus pipi Milla, lalu cup.. Rio mengecup bibir Milla singkat.


Milla mematung terkejut, blus.. wajahnya memerah bagaikan tomat. ia menunduk malu.


"apa yang di lakukan Rio! inikan hanya bohongan. kenapa dia mencium ku"


herman menggertak giginya, wajahnya berubah menyeramkan. dia marah melihat Rio mencium Milla di depannya. "aku tidak akan menyerah, Milla hanya akan menjadi milik ku!" Herman segera pergi meninggalkan Rio dan Milla.


"dia sudah pergi! kenapa kamu menunduk, juga wajah mu memerah? apa kamu sakit" ucap Rio, menggoda Milla yang malu.


"aku tidak sakit. ini ulah mu! kenapa kamu mencium ku Rio" Ujar Milla kesal karena Rio tidak peka akan perasaannya.


"itu agar kita terlihat sungguhan, buktinya Herman langsung pergi" balas Rio tampa dosa.

__ADS_1


"tapi itu ciuman pertama ku! aku hanya ingin memberikannya pada kekasih ku" ucap Milla dengan wajah yang kecewa, setelah mendengar ucapan Rio.


"kamu terlalu banyak berpikir, tinggal kadi kekasih ku apa susah nya" balas Rio, mengangkat dagu Milla dan menatap matanya. lalu cup.. ia mengecup Bibir Milla lagi.


tatapan Milla kosong, pikiran nya terbang entah kemana. wajah nya semakin memerah, mendengar jawaban Rio.


Rio tersenyum melihat tingkah Milla. "ayo pergi, kita pulang" ia menarik tangan Milla. di sepanjang perjalanan pulang, Milla hanya diam bagai patung. dengan senyuman di bibirnya, dan wajah yang bersemu merah. ia terlihat seperti orang bodoh. ( memang cinta bisa membuat orang menjadi bodoh )


...


Rio dan milla sampai di apartemen. "apa kamu mau, masuk ke apartemen ku" bisik Rio menggoda Milla. Milla tersadar dari lamunannya, ia lari masuk ke apartemen miliknya meninggalkan Rio.


Rio tertawa dan masuk ke apartemen nya sendiri. ia berbaring beristirahat di kamar nya.


Ting.


[ sistem akan di nonaktifkan selama 2 tahun ]


[ proses menonaktifkan 1% 5% 10% 15% 25% 35% 50% 75%... 100% ]


"kenapa ini? apa yang terjadi? kenapa bisa sistem mati" ucap Rio bingung. di saat Rio bingung terdengar suara yang hanya bisa di dengar oleh Rio.


"Rio, untuk sementara aku terpaksa mematikan sistem mu. karena para dewa mulai mencurigai ku dan setelah pembahasan para dewa, mereka memutuskan memulai permainan mereka lebih awal. tepat nya 2 tahun lagi waktu dunia mu. aku mematikan sistem mu agar tidak merubah takdir mu, untuk mendapatkan sistem dewa kekayaan. jadi persiapkan dirimu"


...


Rio menjalani hari hari tanpa sistem. akan tetapi, kemampuan tubuhnya masih tetap ada.


hubungannya semakin dekat dengan para wanita di sekitarnya. Dinda pun semakin gencar mendekati Rio dengan cara merubah sikapnya.


sesekali ia akan bentrok dengan Herman, yang masih gencar berusaha mendekati Milla. beberapa kali juga ia melakukan kegiatan panas dengan wily. sedangkan dengan Milla, ia menahan diri.


saat liburan kuliah, Rio akan pergi ke Singapura. mengunjungi kekasih pertamanya Dewi. dan juga pulang ke kediaman orang tuanya.


Dewi juga sudah tau tentang kekasih lain Rio, yang di ceritakan sendiri oleh Rio. begitu juga yang lainnya, mengetahui siapa saja kekasih Rio.


kekasih Rio yang sudah jelas adalah Dewi, Milla dan wily. tapi mereka belum saling bertemu, hanya Milla yang sering bertemu wily saat mengajar kelas mereka.


*hari ini adalah 1 hari sebelum tepat 2 tahun waktu yang di katakan oleh dewa tertinggi.


di pagi hari, Rio membuka matanya. bangun dari tidurnya. ia membersihkan dirinya di dalam bathroom. setelah selesai ia berpakaian, lalu keluar dari kamarnya.


seperti biasa ia melihat, Milla yang tengah menyiapkan sarapan di meja makan. karena setiap pagi Milla akan masuk kedalam apartemen nya. memasak untuk membuat sarapan.

__ADS_1


"wah keliatan nya, sangat enak!" ucap Rio yang datang mendekat ke meja makan.


"gombal! cepat makan. kita harus pergi kuliah sebentar lagi" balas Milla, menyerahkan piring berisi makan pada Rio.


mereka berdua segera sarapan bersama. setelah selesai sarapan mereka berdua pergi kuliah.


wily masuk ke dalam kelas, mulai mengajar mata kuliahnya. sesekali ia akan tersenyum ke arah Rio.


di siang hari, kelas Rio pun selesai.


''ayo kita ke cafe untuk makan siang'' ajak Rio pada Milla.


''baiklah, apa kamu tidak mengajak wily'' balas Milla.


''tidak, ia masih belum mau terlihat di depan umum bersama ku'' jawab Rio.


lalu mereka pergi menuju cafe. sebelum sampai di cafe, Rio melihat seorang kakek dan anak kecil di pinggir jalan.


''bukankah itu dewa kekayaan! yang dulu memberikan ku sistem" batin Rio.


Rio memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.


"tunggu aku sebentar" ucap Rio pada Milla di dalam mobil, lalu ia turun dari mobil.


ia berjalan menuju kakek dan anak kecil yang di lihatnya tadi. yang merupakan dewa kekayaan.


''kakek! adik kenapa mukanya pucat?'' ucap Rio.


''ah ini cucu saya sedang kelaparan belum makan nak!" balas sang kakek yang merupakan dewa kekayaan.


"ini kek, saya ada uang! kakek ajak adiknya makan dulu" Rio memberikan satu lembar uang seratus ribuan.


"terimakasih nak! kakek tidak bisa menerima ini secara percuma, jadi tolong terima ini sebagai balasan nya" kakek itu memberikan sebuah kalung permata usang.


"tidak usah kek! saya ikhlas kok" balas Rio menolak.


"jangan menolak nak, ini mungkin sudah takdir mu!" kakek itu meletakkan kalung di telapak tangan Rio.


"baiklah kalau begitu kek! terimakasih kek, saya pergi dulu" Rio berjalan pergi meninggalkan mereka.


"apa Dewa yakin memberikan berkah padanya" ucap anak kecil itu.


"ya! dia memiliki takdir yang kuat" balas kakek itu. mereka berdua langsung menghilang.

__ADS_1


..... Bersambung!


__ADS_2