System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.36


__ADS_3


Duel 1.



Rio, Dewi dan Dimas sampai di sekolah. Dimas pergi duluan meninggalkan Rio dan Dewi.


saat Rio ingin pergi. ''Rio'' panggil Dewi.


''kenapa?'' jawab Rio.


''itu! kenapa kamu menghindari ku? dan sekarang kamu kembali peduli peda ku'' tanya Dewi pada Rio.


hah.. Rio menghela nafas ''aku tidak ingin kamu dalam masalah berada di dekat ku'' jawab Rio menatap Dewi.


''aku tidak masalah dengan semu itu dan aku pun tidak peduli jika harus mati! yang ku inginkan hanya bisa bersama dengan mu'' ungkap Dewi dengan penuh ketegasan, lalu memeluk Rio dengan erat dan menangis di dada Rio.


''ya aku menyadari nya, dengan ku menjauhi mu itu tidak menyelesaikan masalah, aku hanya perlu melindungi mu!'' tutur Rio mengusap punggung Dewi. ''sudah jangan menangis! kita berada di sekolah tidak enak di lihat yang lain'' Rio melepaskan pelukan Dewi.



Rio saat ini berada bersama Andi di kelas,


masuk guru olahraga kedalam kelas.


"kita akan mengambil nilai renang untuk hari ini, segera ganti pakaian kalian dan pergi ke kolam renang" Ucap Guru olahraga itu, lalu pergi keluar kelas.


Rio saat ini sedang mengganti pakaian di dalam ruang ganti bersama murid pria lain nya. ia hanya mengenakan celana renang, memperlihatkan bentuk tubuhnya. Andi tertegun melihat tubuh Rio yang berisi otot tertata rapih di tubuh nya, seperti mahakarya seni pahat oleh seorang seniman profesional.


''Rio! tubuh mu..?" ucap Andi.


"berkat olahraga" balas Rio memutus ucapan Andi.


selesai mengganti pakaian Rio dan Andi menuju kolam renang, di sana ada juga murid lain dari kelas 3 yang kebetulan berbarengan juga mengambil nilai renang pelajaran olahraga.


Rio menjadi pusat perhatian para wanita di sana yang kagum dengan bentuk tubuhnya, yang menambah ketampanannya. ia hanya cuek dan menunjukan wajah datar, terlihat dingin penuh kharisma.


datang seorang wanita cantik yang memiliki tubuh sintal, wanita itu adalah kecantikan nomor satu di sekolah mengalahkan Dewi. ia juga merupakan wanita yang di tolong Rio waktu itu, yang menjadi korban pelecehan di toilet, ia menghampiri Rio dan Andi.


"Rio kan! aku Siska, terimakasih untuk yang waktu itu, telah menolong ku! jika tidak ada kamu, aku tidak tau lagi apa yang akan terjadi pada ku" Ucap nya sambil memperkenalkan diri.


"ya tidak masalah" jawab Rio singkat.

__ADS_1


"Andi, nama ku Andi salam kenal" ucap Andi penuh semangat memperkenalkan diri pada Siska.


mata Andi tidak beralih memandang tubuh Siska yang sintal dan apalagi sekarang tengah memakai pakaian renang yang ketat, menunjukkan dua puncak menara Eiffel yang berdiri kokoh. (hehe)


sedangkan Siska tidak henti hentinya memandangi Rio yang tampan, dan tubuh yang penuh otot tertata rapih, terlihat pas dengan tubuhnya.


tidak jauh dari tempat Rio bersama Siska dan Andi, ada seorang pria memperhatikan mereka, terlihat kemarahan di wajah nya, dengan urat yang menyembul keluar di dahinya.


"bajingan beraninya dia mendekati Siska!" gumam nya.


"hey kamu! jangan dekat dekat dengan Siska" teriak nya mendekati Rio.


suara teriakan nya membuat banyak orang memandangi mereka.


"apa yang kamu lakukan Heru" balas Siska menatap tajam pria itu.


"apa karena dia kamu menolak ku Siska?" tanya pria itu yang bernama Heru menunjuk ke arah Rio, ia juga merupakan anggota terbaik ekskul beladiri di sekolah, pernah mewakili sekolah di kejuaraan beladiri tingkat nasional.


"iya! emangnya kenapa? itu bukan urusan mu, jika aku dekat dengan orang lain" ucap Siska.


Rio mengerutkan dahinya mendengar ucapan Siska, ia mencium bau masalah yang akan terjadi.


"itu masalah ku! aku tidak akan memberikan siapa pun mendekati mu" teriak Heru kembali.


"kau kurang ajar, aku akan menghajar mu" Heru maju dengan sikap bertarung kearah Rio.


Heru melayangkan tinjuan ke arah wajah Rio, Rio menggerakkan kepalanya ke samping menghindari pukulan Heru. melihat pukulannya meleset Heru merubah serangannya dengan tendangan memutar.


Rio melompat mundur menghindari tendangan Heru dengan santai nya, "cih! kamu hanya bisa menghindar saja, dasar pengecut" ucap Heru mengejek Rio.


hehehe. Rio tertawa geli melihat sikap Heru, merasa Rio mengejeknya dengan tertawa, heru kembali menyerang Rio.


Rio hanya diam di tempat nya, setelah heru mendekat Rio bergerak cepat tidak bisa di lihat Heru, ia menendang tepat di perut heru.


Bam. Heru terpental tercebur kedalam kolam.


"ada apa ini?" tanya guru yang telah tiba di kolam renang.


"tidak ada apa apa pak!" jawab Rio singkat dan pergi menjauh duduk di bangku pinggir kolam.


Heru sudah tidak terlihat lagi setelah tercebur di dalam kolam. setelah semua murid mengambil nilai renang nya, semua orang kembali ke kelas.


...

__ADS_1


di lain tempat terlihat Heru tengah berkumpul dengan beberapa orang.


"ketua, seperti yang aku katakan tadi, Rio telah menghajar ku dan menghina ekskul kita, bahwa kita lemah dan pengecut" ucap heru pada seseorang yang merupakan ketu ekskul beladiri.


pria yang di panggi ketua itu mengerutkan dahinya mendengar ucapan Heru.


"kita akan menemui nya nanti" balas pria itu lalu pergi meninggalkan Heru.


"hehe lihat saja nanti kau, aku akan menghabisi mu Rio" gumam Heru.


kini pelajaran terakhir telah selesai, semua murid bersiap pulang, masuk beberapa orang yang merupakan anggota ekskul beladiri kedalam kelas Rio.


"apa kamu Rio?" ucap joko yang merupakan ketua dari ekskul beladiri, juga yang terkuat di sekolah.


"ya" jawab Rio singkat melihat joko.


"aku ingin menantang mu berduel" ungkap joko dengan wajah tegas nya.


Ting.


[ misi tingkat perak: kalah joko dan jadi yang terkuat di sekolah ]


[ hadiah: 1 kotak perak ]


[ hukuman: -10 poin stat ]


"baiklah" jawab Rio berdiri dan keluar dari kelas. di ikuti joko dan yang lainnya. mereka menuju lapangan sekolah.


berita tentang duel Rio melawan joko yang merupakan ketua ekskul beladiri, membuat semua orang heboh dan berbondong-bondong menuju lapangan menyaksikan pertandingan mereka.


Dewi, Dimas, dan Andi terlihat cemas di pinggir lapangan di dekat Rio.


"apa kamu akan baik baik saja?" tanya Dewi dengan raut wajah cemasnya memegangi tangan Rio.


"ya aku akan baik baik saja! jangan khawatir" jawab Rio menenangkan Dewi, dengan mengusap puncak kepala Dewi.


tidak jauh di sana terlihat juga Siska berdiri menyaksikan Rio dengan Dewi, timbul rasa cemburu Siska terhadap Dewi yang begitu dekat dengan Rio.


Heru juga berada di sana dengan seringai menyeramkan, dia yakin Rio akan kalah dari joko.


tidak lama Rio ketengah lapangan di ikuti joko yang juga menuju tengah lapangan.


.....Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2