
kembali ke masa lalu. (revisi)
Ting...
suara keras terdengar di telinga Rio, muncul sinar yang menyilaukan mata, membuat Rio, Herman dan Milla memejamkan mata.
sinar menghilang tanpa jejak hanya ada kegelapan di sepanjang mata memandang, Rio tertidur di sana tanpa tau berapa lama waktu yang terlewatkan. Rio membuka mata melihat sekeliling nya hanya ada kegelapan. apa aku sudah mati? gumam Rio.
Rio menggerakkan tubuh nya untuk duduk.
"eh! tidak sakit, bukan kah tulang tubuhku hancur" gumam Rio melihat tubuh nya.
"kamu tidak akan merasa sakit! karena ini bukan tubuhmu tapi hanya jiwamu" terdengar suara di telinga Rio, kemudian muncul cahaya membentuk seorang anak laki-laki sekitar 10 tahunan. Rio membulatkan mata nya terkejut.
"hey jangan terkejut seperti itu, aku tau kalau wajah ku tampan! kau membuat ku grogi"
ucap anak laki-laki dengan menunjukkan wajah imut anak anak.
karena tak tahan menahan tawa Rio akhirnya melepaskan nya. hahaha.. "apa kau tidak melihat wajahmu terlebih dulu sebelum berbicara, kau tidak terlihat tampan tapi imut." Ucap Rio memegangi perut nya menahan tawa.
"em... imut juga tidak apa apa! aku menyukainya" ucap anak laki-laki itu menunjukkan senyum bangga.
''Yasuda! siapa dirimu nak kenapa bisa disini" tanya Rio pada anak laki-laki itu.
"cih.. umur mu bahkan tak sebanding dengan ujung kuku ku, kau memanggilku nak! umur ku sudah jutaan tahun. ini hanya wujud kesukaan ku dan aku adalah Dewa tertinggi pemimpin para Dewa.
aku tahu kau adalah manusia yang mendapatkan berkah sistem dari dewa kekayaan! tapi kau tidak lagi memiliki nya, dan aku disini bisa memberikan mu berkah sistem ku.
hanya saja aku ingin kau menghentikan semua pemilik berkah sistem dari Dewa lain nya, karena mereka hanya pion para Dewa untuk menunjukkan siapa Dewa yg paling kuat.
menyebabkan kekacauan di dunia manusia, merusak jalan nya takdir, dan merusak dunia kalian, lihat lah ini"
muncul layar hologram yang menayangkan kejadian kejadian di Bumi yg telah di lewat kan Rio selama dia berada di ruang hampa yang di selimuti kegelapan.
kehancuran dimana-mana, kematian, bencana yang tiada henti, nyawa orang biasa seperti tidak ada artinya
"ini sudah berapa lama? apa yang sebenarnya terjadi? bagaimana ke adaan keluarga ku?" tanya Rio dengan panik.
"dengarkan ini sudah seribu tahun, keluarga mu telah mati. Bumi telah berubah akibat para Dewa yang hanya menganggap kalian, sebagai permainan bagi mereka menunjukkan berkah sistem siapa yang paling kuat. mereka memilih manusia yang mereka inginkan untuk menerima berkahnya, agar mendominasi semua nya"
Rio bersedih mengingat keluarganya dan para istrinya.
"aku ingin kamu menghentikan keserakahan para penerima berkah agar Bumi tidak mengalami ke hancuran. aku akan me reinkarnasi mu kembali ke Bumi, ke waktu muda mu dan memberikan sistem. ku harap kamu mencegah kehancuran Bumi" Ucap Dewa tertinggi
"aku mau tapi apakah dewa lain akan tau bahwa aku memiliki sistem dari mu dewa tertinggi?" tanya Rio pada Dewa tertinggi.
''tidak mereka tidak akan tau, kamu juga bisa mendapatkan sistem lama mu dari Dewa kekayaan, Bekerja keras lah" lalu Dewa tertinggi menjentikkan jari nya. muncul cahaya menyelimuti Rio dan hilang bersama Rio.
"semoga kamu berhasil Rio" gumam Dewa tertinggi melihat Rio yang telah hilang.
__ADS_1
Rio merasakan tersedot ke dalam lubang yang panjang tanpa tau kapan akan berhenti.
blush.
Rio merasakan dirinya telah berhenti, membuka mata nya melihat ia berada di ruangan kelas. rio menyadari bahwa ia kembali ke waktu ia masih SMA kelas 2, sebelum keluarga nya mengalami kebangkrutan.
''Rio tidur aja, ayo kita ke kantin" ajak andi sahabatnya yang duduk di samping dirinya.
''em.. iya" jawab Rio singkat.
sebelum Rio dan Andi pergi, masuk dua orang satu laki-laki dan satu perempuan. itu adalah Dimas dan Dewi, sahabat Rio lainnya sejak kecil.
Rio terdiam melihat Dewi yang masih hidup di depannya, terlihat kerinduan di mata Rio yang mulai terasa berair. merasakan itu Rio cepat cepat mengusapnya agar tidak ketahuan.
sebaiknya aku menghindari nya agar dia tidak terlibat lagi dalam masalah, aku tidak ingin Dewi mati karena diri ku. batin Rio memandang wajah cantik Dewi.
Dewi dan Dimas tidak satu kelas dengan Rio dan Andi.
"mau kemana kalian nggak ngajak kami" tanya Dimas melihat Rio dan Andi mau pergi.
"cuma ke kantin, ayok kalau mau ikut" jawab Andi, sedangkan Rio hanya diam saja, masih menikmati memandang wajah mereka melepaskan rasa rindu.
di kantin Rio masih tetap diam.
"kenapa kamu Rio? apa kamu sakit? dari tadi diam saja!" tanya Dewi dengan nada khawatir.
"tidak apa apa! hanya sedikit lelah" jawab Rio memandang ke arah luar kantin.
Rio aku telah memberikan berkah sistem ku kepada mu, sebaiknya kamu jangan biarkan siapapun tau akan sistem mu yang berasal dari ku, jadilah kuat. suara Dewa tertinggi terdengar di benak Rio
Ting.
[ penyatuan berhasil ]
Ting.
muncul layar hologram transparan.
...STATUS...
Nama: Rio pratama
Umur: 17 tahun
Titel: - pemilik berkah Dewa tertinggi
Class: Sword master / Mage
Level: 0 (exp:0/10)
STR: 10
AGL: 10
__ADS_1
DEF: 10
INT: 100
Mana: 20
Luck: 100
Elemen: pedang, angin, es, petir, cahaya.
Skill:
- tebasan pedang.
- manipulasi elemen.
- identifikasi.
Shop:
>pil
>senjata
>dll
Poin Stat: 0
Poin shop: 0
penyimpanan: - 1 kotak gold
ini cukup berbeda dari sistem ku yang dulu, aku akan mendapatkan sistem kekayaan ku kembali, aku masih ingat waktu bertemu dengan Dewa kekayaan. batin Rio.
"Rio kamu mau pesan apa" tanya Dewi dengan perhatian.
"Gado gado saja" jawab Rio.
"aku tidak tau mengapa? tapi aku merasa kamu ada yang berbeda hari ini" ucap Dewi dengan bingung.
"tidak ada yang berbeda aku tetap aku" jelas Rio.
tidak lama pesanan datang, dan mereka berempat memakannya. Dewi, Andi dan Dimas saling lirik bingung dengan sikap Rio yang berbeda menjadi dingin, tidak banyak bicara.
stelah makan mereka kembali ke kelas untuk kembali mengikuti pelajaran.
setelah sekolah selesai, "Rio nongkrong di cafe biasa yuk" ajak Dimas yang datang ke kelas Rio setelah jam sekolah berakhir.
"tidak kalian saja aku mau pulang" jawab Rio mulai keluar dari kelas menuju parkiran sekolah.
di parkiran sekolah Rio menaiki motor sport yang biasa dia gunakan, sebelum menyalakan motor nya.
"Rio ikut! antar aku pulang" ucap Dewi yang berlarian menuju Rio dan langsung naik motor dan memeluk pinggang Rio.
__ADS_1
Rio hanya menghela nafas, menghidupkan motor dan menjalankan nya.
>maaf atas ketidak nyamanan nya. saya merevisi bab ini.