
setelah menghabiskan waktu bersama. mereka berdua pergi menuju kediaman direktur Sugiono. menghadiri ajakan makan malam, untuk merayakan berhasilnya kerjasama perusahaan Rio dengan perusahaan direktur Sugiono.
''kenapa kamu tidak tinggal bersama direktur?'' tanya Rio yang sedang mengemudikan mobil kepada Laura yang duduk di sampingnya.
''aku terlalu malas melihat Dia membawa setiap wanitanya ke rumah. entah berapa banyak wanita yang telah Dia kencani? Dia juga tidak segan melakukan intim di depan ku. dan... Dia jugalah yang mengambil hal pertama ku.''
Laura menghela nafas, dengan berat hati ia menceritakan masa kelamnya. yang di sebabkan ayahnya sendiri. sehingga membuat sifatnya jadi seperti ini. suka berkencan dengan setiap pria yang ia temui. dan semakin jadi, ketika ia mendapatkan sistem. namun semuanya telah berubah sejak bertemu dengan Rio.
''semua telah berlalu, dan sekarang waktunya kamu untuk membuka lembaran baru. buang semua kenangan buruk, dan buatlah kenangan yang baru.'' Rio memberikan senyuman hangat yang menenangkan.
tidak lama kemudian, mobil Rio memasuki sebuah kediaman yang mewah dan luas. mereka berdua turun dari mobil lalu masuk kedalam.
''selamat datang, Tuan Rio di rumahku ini. maaf tidak bisa menyambut mu secara langsung di luar.'' direktur Sugiono menyambut Rio, setelah Rio di dalam rumahnya. bersamanya ada Miyabi yang menggunakan gaun yang sangat seksi. memperlihatkan lekak lekuk tubuhnya yang indah dan menggoda.
''selamat datang, Tuan Rio!'' suara Miyabi terdengar lembut, matanya menatap Rio dengan nakal.
''Terimakasih direktur dan Nyonya, atas sambutanya.'' Rio tersenyum, matanya membalas tatapan Miyabi. tidak kalah menggodanya.
''malam ini kamu harus bersamaku. aku sudah sangat ingin merasakan milikmu.'' batin Miyabi, yang tidak hentinya menatap Rio dengan nakal.
''sebaiknya kita mulai saja makan malamnya?'' ucap Laura sedang menggandeng lengan Rio. ia menangkap pandangan nakal Miyabi yang Seakan-akan ingin melahap Rio.
mereka mulai menyantap makanan dan minuman yang telah di sajikan di atas meja makan.
[ Yuna mendeteksi adanya obat perangsang di makanan dan minuman Tuan. ada juga obat tidur tetapi tidak ada di dalam makan dan minuman Tuan ].
''ya.. aku tau! di makanan dan minuman Laura dan direktur, kan''
[ ya, Tuan ].
''Yuna, hilangkan obat bius milik Laura, dan pindahkan obat perangsang ku pada Miyabi.''
[ memerlukan 100 poin shop. apa Tuan mau? ].
''ya.. lakukan, Yuna.''
__ADS_1
[ sudah di lakukan, Tuan. Yuna telah memotong 100 poin shop ].
''sebaiknya, kamu masuk Yuna. sebentar lagi waktunya adegan dewasa. tidak baik kamu yang masih kecil menyaksikannya.''
[ tapi.. Yuna sudah biasa melihat Tuan melakukan itu sejak lama ].
''uhuk.. uhuk.." Rio terbatuk.
"kenapa kamu, sayang?" Laura segera memberikan air minum pada Rio. untuk meredakan batuk Rio.
"apa? Tuan Rio tidak apa-apa!'' tanya Miyabi, ia khawatir kalau Rio tidak melanjutkan untuk makan dan minum. ia tidak ingin rencananya gagal. agar ia bisa bermain bersama Rio malam ini.
''aku tidak apa-apa, Nyonya! maaf telah mengganggu, mari kita lanjutkan lagi!'' Rio lanjut menyantap makanan dan minumannya. begitu juga dengan yang lain, melanjutkan makan malam.
setelah makan malam, mereka semua berpindah tempat. duduk di sofa ruang tengah. mereka mengobrol di sana, tidak lama kemudian direktur Sugiono mulai merasa kantuk. sedangkan Miyabi mulai merasakan panas pada tubuhnya dan gatal di miliknya.
Rio yang duduk bersama Laura, tahu apa? yang akan terjadi. ia mulai memanaskan suasana dengan memancing hasrat Laura. tangannya mulai menjelajahi setiap hal.
direktur Sugiono sudah terlelap tidur. Miyabi semakin memanas, melihat Rio memanjakan Laura di hadapannya.
Laura menikmati semua perlakuan Rio padanya. ia juga mulai membalas Rio, semakin membuat suasana semakin memanas. satu persatu yang ia kenakan terbuka. membuat Rio lebih leluasa bermain di miliknya.
suara desa*** kecil keluar dari Laura. membuat Miyabi semakin menjadi. ia sudah melupakan semua hal. yang ada hanya tentang penyaluran untuknya.
"aku sudah tidak tahan. lakukan untuk ku?" Miyabi langsung menubruk Rio yang masih memanjakan Laura.
"apa yang kamu lakukan? itu milikku!" Laura mendorong Miyabi hingga jatuh dari atas Rio. ia langsung menggantikan posisi Miyabi dan segera memasukannya.
ketika Miyabi melihat Laura yang bergerak lincah naik turun. ia mencari kesenangannya sendiri, dengan menduduki wajah Rio.
"argh... argh..."
mereka berdua dengan kompak berbarengan berteriak bersama. mereka bergantian menunggangi sang kuda jantan. berpacu dengan cepat mengejar garis finish masing-masing.
"apa? apa ini? ini begitu lezat dan nikmat. baru kali ini kau merasakan hal senikmat ini! aku bisa gila karena ini." batin Miyabi merasakan dalam dirinya di obrak-abrik.
__ADS_1
kuda jantan milik Rio, dengan buas menelusuri kedua lembah di hadapannya. hujan yanh membasahi tubuh kuda jantan. membuatnya berlari dengan cepat saat menelusuri kedua lembah.
disisi lain, direktur Sugiono tidur dengan pulas. karena saat ia tidur, di iringi lagu-lagu merdu yang dinyanyikan oleh dua penyayi Jepang terkenal.
ruangan tengah kediaman direktur Sugiono, terlihat sangat berantakan. pakaian berserakan dimana-mana, juga banyak air hujan membasahi banyak tempat.
Di pagi hari,
''hoam.. nyenyak nya tidurku. ah.. aku tertidur di sofa. kemana semua orang?'' direktur Sugiono dengan Hati-hati bangun dari sofa. ia mulai berjalan.., gdebuk... ia jatuh terpeleset?
wiuw... wiuw...
mobil ambulans melaju dengan cepat di jalanan menuju sebuah rumah sakit.
Di dalam apartemen,
Rio sedang tertidur dengan diapit dua wanita cantik. terlihat kepuasan di wajah mereka, dan kelelahan. mereka melupakan segalanya, termasuk keadaan direktur Sugiono yang sendirian di kediamannya.
Di siang harinya,
mereka bertiga mendapatkan telpon yang memberitahukan tentang kondisi direktur Sugiono. yang koma di rumah sakit setelah terjatuh di kediamannya.
Rio pergi menuju rumah sakit, bersama kedua wanita cantik yang semalam menemaninya. tidak ada rasa sedih dan takut di wajah kedua wanita cantik itu. tampak biasa saja mengetahui apa? yang terjadi dengan direktur Sugiono.
[ Yuna mendeteksi keberadaan sistem lain. Tuan harap berhati-hati ].
mereka saat ini sedang berada di dalam kamar vip, tempat direktur Sugiono di rawat. tidak lama kemudian pintu kamar di buka. Hayato masuk ke dalam, ia membawa bunga dan parsel buah di tangannya.
''aku turut sedih, atas apa yang di alami direktur?'' Hayato memberikan bunga dan parsel pada Laura, dengan sedikit menyentuh tangan Laura.
''tolong, jangan mengambil kesempatan. jangan sembarangan menyentuh ku!'' Laura dengan dingin memperingatkan Hayato.
''maafkan aku, itu tidak di sengaja wakil direktur!" Hayato terkejut dan malu, mendengar peringatan Laura.
"apa? kenapa Dia? bukankah biasanya Dia akan meminta ku untuk memuaskannya? ada apa ini sebenarnya?" batin Hayato kebingungan dan kesal.
__ADS_1
lalu Hayato mendekati Miyabi di sofa. tangannya dari belakang ingin membelai bokong bulat Miyabi. namun dengan cepat Miyabi menjauhi Hayato.
Rio berada di sofa, duduk di hadapan Hayato dan Miyabi. bersama dengan Laura yang duduk di sampingnya.