
''aku tidak berani, Tuan!'' asisten Hinata menundukkan kepalanya, ''waktumu sudah habis Direktur!" batin asisten Hinata.
di ruangan kamar hotel, Rio sedang berdiri di balkon. sedangkan 2 wanita cantik tidur di atas tempat tidur, dengan memakai selimut menutupi tubuh mulus mereka.
''apa kalian sudah melakukannya?'' ucap Rio memandangi pemandangan malam kota. di belakang Rio sudah ada bawahannya yang muncul dari bayang-bayang.
''kami sudah melakukannya, Raja. mereka sudah di tempat yang aman.'' ucap bawahan Rio.
''mari kita mulai permainannya?'' Ucap Rio menyunggingkan senyum iblisnya.
''Baik.. Raja!" wus... bawahan Rio menghilang dari tempatnya.
keesokan harinya, televisi banyak memberitakan kebakaran yang terjadi di pabrik-pabrik dan gudang penyimpanan. yang merupakan bisnis dari perusahaan Ky grup.
di perusahaan Ky grup, banyak telpon berdering karena banyaknya panggilan. memberitahukan situasi buruk yang di alami setiap bisnis mereka.
sedangkan di ruangan kantor Direktur Ky, terlihat wajahnya memerah menahan amarah. ponselnya terus-menerus mendapatkan panggilan dari rekan bisnis, atau para pemilik saham perusahaannya.
''apa yang sebenarnya terjadi?'' bentak Direktur Ky menatap tajam asisten Hinata. ia menunggu jawaban dari asisten Hinata yang sedari tadi memejamkan matanya.
''ini... perbuatannya, Tuan! dia berencana menghancurkan setiap bisnis kita! dia mengutus 5 orang bawahannya untuk melakukan semua ini.'' ucap asisten Hinata ketika membuka matanya.
''bajingan itu ingin berperang dengan ku. akan aku kasih paham dia, siapa aku ini?'' Direktur Ky mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
tut... tut..
''halo, Tuan!'' ucap seseorang di balik telpon.
''kumpulkan semuanya..! serang setiap bisnis Rp grup, dan bunuh siapapun? yang menghalangi tampa ampun.'' ucap Direktur Ky dengan dingin.
''Baik, Tuan!'' kemudian panggilan telpon di tutup.
__ADS_1
''sekarang kita lihat siapa? yang jatuh terlebih dahulu.'' gumam Direktur Ky.
di kediaman Klan samurai terlihat banyak mobil fan dengan banyak orang di dalamnya meninggalkan kediaman. setelah rombongan mobil fan meninggalkan kediaman, tidak lama kemudian ledakan dan jeritan terdengar. asap membumbung tinggi, api mulai membakar kediaman.
drtt... drrtt...
ponsel Direktur Ky mendapatkan telpon, "apa..?" teriak Direktur Ky mendapatkan laporan bahwa, kediamannya telah diserang dan di bakar tanpa ada yang selamat.
"apa? kamu tidak tahu bahwa akan ada serangan di kediaman." Direktur Ky mencekik asisten Hinata.
"a.. aku tidak tahu, Tuan! aku hanya melihat dia menyerang tiap bisnis kita. aku hanya mampu melihat sedikit kejadian masa depan, tidak semuanya. ini diluar kemampuan ku!" asisten Hinata memerah wajahnya, karena cekikan kencang Direktur Ky.
"argh... sial!" raung Direktur Ky sambil menghempaskan asisten hinata. buk... "uhuk.. uhuk.." asisten Hinata terjatuh dan batuk.
"cepat prediksi masa depan sekarang? jangan menyembunyikan apapun? dari ku. jika tidak akan ku habisi keluarga mu!" ancam Direktur Ky mencengkram wajah cantik Hinata, "atau kamu ingin, aku menodai tubuhmu yang selama ini kamu jaga!" sambung Direktur Ky, memainkan jarinya di bibir seksi asisten Hinata.
"ja.. jangan, akan aku lakukan!" asisten Hinata bergetar ketakutan. Dia tidak bisa membiarkan keluarga dan dirinya dinodai. karena ia memiliki sebuah larangan selama memiliki sistem, yaitu ia harus tetap dalam keadaan suci. jika tidak ia akan mati.
asisten Hinata ingin sekali bisa melawan Direktur Ky. namun ia tidak berdaya, karena kemampuan bertarungnya sangat rendah di bandingkan Direktur Ky yang seorang petarung samurai. dan ia hanya mampu melihat masa depan, yang selama ini di manfaatkan Direktur Ky untuk meningkatkan bisnis dan Klannya.
''dia akan menyerang semua orang yang berangkat untuk menyerang! dan keluarga Tuan masih hidup, sekarang berada di tangan mereka." ucap asisten Hinata setelah membuka matanya.
"argh... sial, brengsek!" umpat Direktur Ky mendengar ucapan asisten Hinata. ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi anggota Klannya yang sedang dalam perjalanan. namun yang tidak ia duga, bahwa ia tidak dapat menghubungi mereka.
''sial, ayo ikut aku...!" Direktur Ky meninggalkan perusahaannya bersama asisten Hinata.
di sebuah jalan yang sepi, mobil anggota klan samurai berhenti. terlihat mayat tergeletak di jalan. di sana terlihat ada bawah Rio yang sedang memegang ponsel. berdering, menunjukkan nama Direktur Ky.
tidak lama kemudian datang sebuah mobil mendekat, turun Direktur Ky bersama asisten Hinata dan 2 anak buahnya. mereka melihat seseorang berpakaian seba hitam, dan memakai sebuah topeng.
"silakan pergi ke alamat itu, jika ingin keluarga mu selamat Direktur Ky" ucap orang itu yang merupakan bawahan Rio. ia melemparkan sebuah kertas yang melayang, dan jatuh tepat di hadapan Direktur Ky.
__ADS_1
"lepaskan keluarga ku, jika tidak aku akan membunuh kalian semua!" teriak Direktur Ky, namun yang ia lihat hanya jalanan kosong. orang berpakaian hitam itu telah hilang saat ia melemparkan kertas.
di sebuah Vila yang baru Rio beli, ia sedang duduk menikmati teh hangat.
''terimakasih, Tuan telah menyelamatkan keluarga ku!" ucap seorang pria paruh baya. di dekatnya ada dua wanita, istri dan anak bungsunya.
"tidak perlu terlalu sungkan. aku juga memiliki urusan dengan mereka, jadi sekalian menyelamatkan kalian." ucap Rio tersenyum ramah.
"kakak tampan, apa kamu sudah memiliki kekasih? aku memiliki saudara perempuan yang cantik. apa kakak tampan mau?" ucap polos gadis remaja itu.
uhuk... uhuk... "aku sudah memiliki banyak wanita! aku takut kakak tidak akan mau, hehe." ucap Rio
[ mereka sudah sampai, Tuan. ]
tidak lama kemudian pintu vila di buka, masuk Direktur Ky bersama asisten Hinata dan 2 anak buahnya di pandu seorang bawahan Rio.
asisten Hinata meneteskan air mata, saat melihat keluarganya aman bersama Rio. ia ingin berlari menuju keluarganya namun ia di tangkap oleh Direktur Ky.
"kamu tidak bisa kemana-mana! sekarang hanya kamu alat ku." Ucap Direktur Ky, meletakkan pedangnya tepat di leher asisten Hinata.
"lepaskan keluarga ku, atau dia akan mati!" ancam Direktur Ky.
"kakak!"
"anakku!"
"brengsek, kamu Direktur.. lepaskan anakku!" teriak ayah dan semua keluarga asisten Hinata.
wus... Rio muncul di hadapan Direktur Ky, dengan memegang tangannya yang sedang memegang pedang. "maaf tapi mereka sudah mati... menunggumu di neraka!"
krak... tangan Direktur Ky patah, dan pedangnya jatuh kelantai. "argh..." teriak kesakitan Direktur Ky. membuat asisten Hinata terlepas darinya.
__ADS_1
"apa yang kalian tunggu? serangan dia!" tidak ada jawaban dari anak buahnya. Direktur melihat ke belakang, yang ia lihat hanya mayat yang terbaring dilantai. mereka di eksekusi oleh bawahan Rio.
wajah Direktur Ky memucat, ia begitu ketakutan. "tolong... ampuni aku! aku berjanji tidak akan menggangu kalian lagi.." Direktur Ky memelas belas kasihan, ia berlutut di hadapan Rio.