
drrtt. bunyi telpon di ponsel Rio.
''halo Bu'' Ucap Rio mengangkat telpon.
''maaf apakah anda adalah keluarga dari pemilik ponsel?" tanya seseorang wanita di seberang telpon
"ya ! ini adalah ponsel Ibu saya, siapa anda? kenapa ponsel ibu saya ada pada mu?" tanya balik Rio pada wanita di balik telpon.
"saya dari pihak rumah sakit Xxx, ingin memberi tahukan bahwa pemilik ponsel dan kedua orang lainnya mengalami kecelakaan. dan sekarang sedang mendapatkan penanganan dari rumah sakit. kami meminta kehadiran Anda untuk mengurus hal hal lainnya di rumah sakit" tutur wanita di balik telpon memberi tahukan situasi yang di alami keluarga Rio.
"ya ! baik lah saya akan segera ke sana, tolong berikan penanganan terbaik pada keluarga ku! aku akan membayar berapapun harga nya" ucap Rio dengan tubuh bergetar setelah mengetahui kondisi keluarga nya.
"baik ! kami akan melakukan yang terbaik"
panggilan berakhir.
Rio segera keluar dari kantor nya di temani Yana dan Agus. "gunakan kecepatan tercepat menuju rumah sakit XxX" Rio memberikan perintah pada Agus yang bertugas membawa mobil.
"Baik Tuan" jawab Agus membawa mobil dalam kecepatan yang cepat untuk segera sampai rumah sakit yang ada di malang.
apa ini murni kecelakaan? atau perbuatan seseorang! aku harus menyelidiki nya.
monolog Rio memikirkan apa yang menimpa keluarga nya secara tiba-tiba.
"sistem apa kau bisa memberi tahu ku! apa yang terjadi?"
[ Ding..level belum mencukupi, perlu level 20 untuk mengetahui apa yang terjadi ]
[ harap berhati-hati sistem mendeteksi bahaya yang tidak bisa Tuan hadapi ]
"apa ini maksudnya sistem?" Rio kebingungan apa yang di maksud oleh sistem.
[ level belum mencukupi tidak bisa menjelaskan ]
"ahkk" Rio berteriak karena tidak mengerti, Yana dan Agus hanya diam tidak mengganggu Rio.
30 menit perjalanan sudah di tempuh Rio, di jalan yang sepi terlihat mobil sport hitam terparkir di pinggir jalan. seorang pemuda sebaya dengan Rio berdiri di samping mobil melihat ke arah mobil Rio yang melaju kencang.
__ADS_1
pria itu memakai baju hitam jeans hitam beserta topi hitam di kepala nya. dia berjalan ke tengah jalan menghalangi jalan mobil Rio yang melaju kencang.
Tin..Tin.. Agus membunyikan klakson mobil. tapi pria itu tetap berdiri di tengah jalan, dia mengangkat tangannya mengarah ke mobil. keluar sinar membentuk bola di telapak tangan nya, menembak ke arah mobil Rio.
"gawat! keluar sekarang" teriak Rio membuka pintu mobil yang masih melaju kencang, melompat meninggalkan mobilnya di ikuti Yana dan Agus.
bola cahaya berwarna merah itu mengenai mobil dan meledakan nya hingga berkeping-keping.
"apa kalian tidak apa apa" tanya Rio melihat Yana dan Agus. "kami baik Tuan" jawab Yana dan Agus.
Rio beralih melihat pria yang menyerang mobilnya. Rio mengerutkan dahi karena tidak bisa melihat wajah orang itu, walau menggunakan kemampuan mata nya.
"siapa dirimu? kenapa menyerang kami?" tanya Rio dengan nada dingin.
"apa selama berapa hari tidak bertemu kamu telah melupakan aku Rio?" ucap pria itu bertanya balik yang membuat Rio terdiam mendengar suara nya.
"kamu.." Rio terhenti. "ya! aku Herman.. hahaha" pria itu yang adalah Herman tertawa membuka topi nya.
Rio terdiam, tidak lama turun wanita cantik dari dalam mobil dia adalah Milla, memeluk Herman dengan mesra dan mencium bibir Herman.
''kamu..'' Rio kembali terhenti otaknya tidak bisa menangkap apa yang sedang terjadi.
''apa kamu baru saja mendapatkan notifikasi dari sistem mu'' tanya Herman dengan seringai di wajah nya. ''sungguh lemah dan bodoh nya dirimu! sebagai penerima berkah dari dewa. kamu terlalu lambat dan tidak tahu tentang sistem yang kamu miliki'' sambung Herman.
''apa kamu heran karena aku disini suami? dia bukan kakak ku tapi kekasih ku'' ucap Milla yang kemudian mengangkat pakaian nya memperlihatkan tanda segel Rio yang perlahan memudar.
''jangan heran begitu! segel lemah mu itu tidak bisa menandingi segel ku yang bisa menonaktifkan segel mu sesuka hati" jelas Herman. kemudian muncul tanda segel lain nya di tubuh Milla.
Yana dan Agus segera menyerang bersama mengetahui mereka adalah musuh Tuan mereka. Herman membentuk dua bola cahaya di telapak tangannya yang langsung menyerang Yana dan Agus. Bom.... Yana dan Agus terkena serangan cepat Herman, mereka berubah menjadi kabut darah tanpa sisa.
Rio terdiam kemudian bergerak cepat dengan belati di tangan menyerang Herman. tapi Herman bergerak lebih cepat dari Rio. memukul perut Rio menggunakan energinya Bom.... Rio terlempar menabrak banyak pohon.
sebelum terhenti jauh semua tulang Rio remuk.
[ peringatan tubuh mengalami kerusakan parah ]
Aku masih lemah! aku bodoh, aku tertipu!
__ADS_1
Rio tergeletak di tanah.
Herman dan Milla muncul di depan Rio.
"menyedihkan" ucap Milla.
"sebelum kamu mati aku akan memberi tahukan kenapa aku menyerang mu" jelas Herman.
"aku sama seperti mu! aku mendapatkan berkah sistem dari dewa keserakahan, aku ingin menyerap sistem mu untuk meningkatkan sistem ku dan mendapatkan kekuatan mu. banyak orang yang sama seperti kita, mereka saling menyerang untuk dapat menyerap sistem, meningkatkan sistem mereka sendiri.
kita ini hanya sebuah pion permainan dari para dewa? apa kamu mengerti kebodohan mu yang tidak meningkatkan level mu, sehingga tidak tahu apa apa"
Rio hanya diam mencerna semua perkataan Herman. menyadari kebodohan nya yang lambat menaikan level.
"Oh aku lupa ini hadiah terakhir dari ku" ucap Herman. Buk.. buk empat kepala istri Rio, Dewi, novi, Santi dan Buna berjatuhan di depan mata Rio.
melihat ke empat kepala istrinya Rio menggigit bibir nya hingga berdarah, air mata berjatuhan di pipi nya. hati seakan tersayat sayat.
''ini salah ku! maafkan aku telah membuat kalian seperti ini. maafkan aku tidak bisa melindungi kalian!'' teriak Rio terputus putus merasakan sedih. karena dirinya keluarga dan ke empat istrinya mengalami semua ini.
Milla melihat Rio seperti sekarang ini, mengerutkan dahi, terbesit rasa sakit di hati nya. semoga kamu mendapatkan yang lebih baik di kehidupan lainnya. monolog Milla di dalam hati nya.
Herman berjalan mendekati Rio, meletakkan telapak tangannya di atas kepala Rio.
Rio tidak bisa bergerak lagi untuk melawan.
[ Ding..peringatan sistem akan terserap dalam 5 menit! segera ambil tindakan ]
Rio berpikir bagaimana cara lepas dari situasi ini. seketika Rio ingat dengan hadiah misi nya, voucher permohonan yang belum dia gunakan.
tapi apa yang harus ku minta!
Rio melihat empat kepala istrinya yang meregang nyawa karena dia.
"sistem pakai voucher permohonan, kembalikan waktu sebelum mereka bersama ku"
[ Ding.. memproses permohonan 1% 5% 10% 15% 20%....proses terganggu mengalami kesalahan 100% ]
__ADS_1
Ting..
.....Bersambung.