
Alex
di siang hari.
Rio saat ini berada di dalam mobil bersama Nadia, mereka pergi menuju bandara. mereka juga pergi di temani beberapa pengawal Nadia.
''kenapa kamu harus membawa pengawal..?'' Rio merasa jengah dengan para pengawal Nadia.
''ayah ku masih khawatir! jika tanpa aku pergi tanpa pengawal" Nadia menghela nafas, memikirkan ke khawatiran Ayah nya.
"untuk apa kamu mengajak ku? jika sudah ada pengawal" timpal Rio.
"karena kemampuan mu aku merasa aman! mereka kalah jauh di banding kemampuan mu" jawab Nadia.
"bukannya kamu memiliki sesuatu yang bisa melindungi mu?" Rio sedikit menyinggung tentang sistem Nadia, tapi ia tak menjelaskan lebih rinci.
Nadia mengerutkan dahi, ia tidak mengerti apa yang di ucapkan Rio?
"jangan di pikirkan, aku hanya asal bicara" sambung Rio, mengalihkan kebingungan Nadia.
45 menit perjalanan di tempuh, akhirnya mereka pun sampai di bandara. Rio dan Nadia telah berada di dalam pesawat, dengan menggunakan kelas bisnis.
di dalam pesawat, tidak ada pembicaraan antara Rio dan Nadia. mereka hanya diam dan sibuk dengan urusan masing-masing.
Nadia sesekali melirik Rio yang acuh tak acuh terhadap nya yang terkesan dingin.
apa aku kurang cantik! hingga dia bersikap biasa saja pada ku. dia memiliki banyak wanita! tampak seperti pencinta wanita cantik. tapi dia bersikap seperti ini pada ku.
Rio menyadari akan Nadia yang sesekali menatap dirinya. tapi ia bersikap biasa saja tidak memperdulikan nya.
tidak lama kemudian, mereka sampai di bandara internasional kota Bali. di bandara terlihat banyak orang yang telah menunggu kedatangan mereka.
setelah dari Bandar mereka pergi menuju hotel yanga akan menjadi tempat tinggal mereka, yang juga adalah tempat akan di adakan nya pertemuan para pebisnis.
acara pertemuan akan di adakan pada malam hari.
"di mana kamar ku..?" tanya Rio, yang bingung karena tidak di berikan kunci kamar untuk nya istirahat.
"kamu akan satu kamar dengan ku!" ujar Nadia yang langsung masuk kedalam lift. Rio hanya diam dan mengikuti Nadia, ia juga masuk kedalam lift.
setelah sampai di kamar. Rio mengikuti Nadia masuk kedalam kamar vip hotel. di dalam kamar terdapat 1 kasur king size dan sofa.
__ADS_1
Rio segera merebahkan tubuhnya di atas sofa dan memejamkan matanya. sedangkan Nadia pergi kedalam Bathroom, menyegarkan diri di sana.
15 menit kemudian, Nadia keluar dari Bathroom dengan hanya menggunakan handuk. ia berniat menguji Rio, apakah akan tergoda dengan dirinya? tapi yang Nadia harapkan sirna karena Rio sendang tidur.
Nadia kesal dan berbalik masuk kembali kedalam Bathroom, ia mengenakan pakaian di sana. Rio yang sedari tadi terlihat tidur, menyunggingkan senyuman di bibir nya.
Nadia dan Rio turun dari kamar mereka, menuju restoran hotel untuk makan siang. di sana sudah banyak terlihat pebisnis yang juga akan menghadiri pertemuan nanti malam.
di sana Rio dan Nadia makan, satu meja. datang seorang pria muda, menghampiri meja Nadia dan Rio.
''halo Nona yang cantik, bisakah aku ikut bergabung dengan mu..?'' pria itu adalah Alex, pewaris tunggal goma group di bali.
tidak ada tanggapan dari Rio maupun Nadia. Nadia melirik para pengawalnya, yang sedang berdiri. lalu para Pengawal menghadang Alex.
''maaf tuan, anda tidak bisa mengganggu Nona'' pengawal menghalangi alex.
Alex geram tak terima, dirinya di hadang oleh pengawal. ''apa kalian tidak tahu siapa aku ini ? berani sekali kalian menghadang ku" bentak alex pada pengawal.
tindakan alex menjadi sorotan, setiap orang yang berada di restoran. Orang-orang di sana menggelengkan kepala, atas kebodohan alex.
''apa dia bodoh? atau memang tidak tahu! siapa yang coba ia ganggu?'' kata seseorang di restoran.
''aku adalah pewaris goma group..! jangan menghalangiku atau terima akibatnya'' ancam alex yang marah di remehkan.
Rio melihat alex dengan tatapan merendahkan. "apa sekuat itu goma group? sampai bisa mengancam Nona dari keluarga Mentri"
"apa..?" alex terdiam, mendengar apa yang di ucapkan Rio. "lantas kenapa jika ia anak seorang Menteri, ini adalah Bali! daerah kekuasaan goma group. ia harus nya bersyukur, aku tertarik padanya!" kata alex dengan sombong nya.
"HAHAHAHA" Orang-orang di sana tertawa, menatap Alex dengan cemoohan.
"goma group! perusahaan yang baru - baru ini naik daun. sudah berlagak seperti penguasa!'' Nadia melipat tangannya di dada, menatap Alex dengan tatapan tajam dan menusuk.
''pergilah..? sebelum kamu menyesal'' timpal Rio, memperingati Alex.
''lihat saja nanti ...!'' Alex berbalik ingin melangkah pergi, tapi sebuah tangan mencengkram pundaknya. menghentikan Alex yang akan melangkah pergi.
''aku paling membenci orang yang mengancam ku!'' plak~ tamparan menghujam wajah alex, yang di lakukan Nadia. membuat alex tersungkur.
wajah alex memerah menahan amarah, ia berbalik dan pergi meninggalkan restoran. Rio tersenyum melihat tindakan Nadia.
Nadia berbalik kembali duduk, ia melihat Rio yang tersenyum. "apa yang kamu senyum kan?" kata Nadia dingin, terlihat ia masih kesal karena mengingat kejadian di dalam kamar.
Rio segera menghilangkan senyuman nya. "dengan sikap mu yang begitu, takut nya tidak akan ada pria yang mau dengan mu!" sindir Rio, dengan melihat ke arah lain.
...
__ADS_1
malam hari, di kamar hotel.
Rio keluar dari Bathroom dengan setelan jas yang menambah ketampanan nya, Nadia terpana melihat tampilan Rio.
"apa kamu tidak pernah melihat pria setampan diri ku!" ejek Rio melihat Nadia yang terpana.
"terlalu pedenya dirimu" balas Nadia kesal.
Ting.
[ misi perak : lindungi Nadia dari pembunuhan.
hadiah : 1 miliar + kemampuan pasif : master Bisnis.
hukuman : kematian Nadia.
waktu : 03:00:01.
status : proses ]
notifikasi Rio mendapatkan misi.
[ misi terpicu : kalahkan para pembunuh.
...... ]
Nadia juga mendapatkan notifikasi misi dari sistem nya. Rio melirik Nadia yang diam dan mengerutkan dahi.
sepertinya dia mendapatkan misi.
kemudian Nadia dan Rio turun, menuju tempat berlangsungnya pertemuan. sampai di pintu masuk, Rio melingkarkan tangannya di pinggang Nadia.
Nadia menatap tajam Rio, "jangan mencari kesempatan" ucap Nadia dengan suara dingin tapi kecil, agar tidak di dengar orang lain.
"kamu sendiri yang meminta ku untuk jadi pasangan mu. jadi seperti inilah pasangan terlihat!" balas Rio menatap Nadia.
"jika aku menginginkan tubuh mu! kamu pun tak akan bisa menolak" sambung Rio berbisik di telinga Nadia.
blus~
Nadia menundukkan kepala, wajahnya bersemu merah. ia merasakan nafas Rio yang menggelitik tengkuk lehernya, membuat nadia tanpa sadar mengerang. Em~
"kau terlihat imut dengan wajah yang memerah" bisik Rio kembali. Em~ erang Nadia kembali, saat rasa sensitif nya di picu Rio.
....Bersambung!
__ADS_1