System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.56


__ADS_3


kemalangan Dinda.



"sayang~ kita mau belanja boleh ya" Ucap wily dan Milla yang menempel di lengan kanan dan kiri Rio.


"boleh~ tapi layani aku dulu" ujar Rio dengan wajah mesum nya. setelah mendengar ucapan Rio, wily dan Milla langsung mendorong Rio berbaring di sofa.


ah~ em~ oh~ yes!!!


selama dua jam wily dan Milla melayani Rio! lalu mereka berdua membersihkan diri dan memakai kembali pakaian mereka.


''apa kalian yakin mau belanja sendiri ?'' ucap Rio yang masih duduk di atas sofa.


''ya ! kami mau menghabiskan waktu sesama wanita'' ucap Milla. lalu wily menadahkan tangan pada Rio, meminta uang untuk mereka belanja.


hm~ Rio lalu mengirimkan 500 juta masing-masing untuk Milla dan wily. ''belanja sepuasnya sana ? jangan terlalu malam pulangnya nanti !''


Rio berpisah dengan Milla dan wily yang pergi berbelanja. Rio berjalan di taman universitas, di sana ia melihat Dinda bersama Siska. lalu Rio menajamkan pendengaran nya, untuk mendengar percakapan Dinda dan Siska.


Ting.


[ misi perunggu : gagalkan rencana Dinda.


hadiah : 500 juta + 50% saham Sumsang grup.


hukuman : -1 level kekayaan.


waktu : 3 jam (03:00:01).


status : proses. ]


''ayok lah Siska ! temani aku sebentar saja bertemu seorang klien di restoran hotel xxx. nggak mungkin aku sendirian bertemu seseorang di sana aku takut terjadi sesuatu !'' ucap Dinda.


''batalkan saja Din ! atau ganti tempat pertemuan kan beres'' ujar Siska.


''udah nggak bisa ganti tempat, aku sudah reservasi tempat di sana. rugi dong kalau ganti tempat ! ayolah Siska hanya sebentar aja kita di sana'' Dinda tetap kekeh mengajak Siska.


Siska mulai curiga, ada yang tidak beres! kenapa Siska begitu ngotot mengajak nya? Tiba-tiba ada suara terdengar di telinga Siska, yang hanya bisa di dengar Siska.


''ikuti saja, aku akan mengawasi dari jauh'' Rio mengirimkan transmisi suara pada Siska.

__ADS_1


Siska terkejut sebentar, ia melirik di kejauhan terlihat Rio berdiri di bawah pohon dan mengangguk kepada Siska.


lalu, ''baiklah !'' Siska menyetujui permintaan Dinda.


''kalau begitu tunggu aku sebentar disini, aku mau ke toilet sebentar'' ucap Dinda, kemudian ia pergi meninggalkan Siska.


Rio berjalan mendekati Siska, setelah Dinda pergi.


''jangan khawatir aku akan menjaga mu, cukup ikuti saja permainan Dinda'' ucap Rio


''terimakasih Rio! aku percaya pada mu'' balas Siska.


di toilet, Dinda mengeluarkan ponselnya dan menelpon seseorang.


''dia sudah setuju, jangan lupa! sesuai kesepakatan kita, kau harus menerima proyek bersama perusahaan keluarga ku'' ucap Dinda pada seseorang di seberang telpon.


''tenang saja, akan ku tepati kesepakatan kita'' suara seorang pria di balik telpon.


setelah panggilan terputus, Dinda segera kembali menemui Siska. Rio telah bersembunyi kembali saat Dinda datang.


tidak lama kemudian Siska pergi bersama Dinda menuju sebuah restoran di sebuah hotel berbintang.


setelah 20 menit perjalanan, Siska dan Dinda sampai di restoran. mereka masuk kedalam sebuah ruangan privat.


''dia sebentar lagi datang, kita tunggu saja! sebaiknya kita pesan terlebih dahulu?'' ujar Dinda lalu memanggil pelayan.


setelah mencatat pesanan, pelayan pergi meninggalkan ruangan.


''sis, aku ke toilet sebentar'' ucap Dinda pergi keluar, tanpa menunggu jawaban Siska.


di luar ruangan Dinda memberhentikan pelayan tadi yang mencatatkan pesanan.


''campurkan obat ini dalam minuman orang yang tadi bersama ku! ini untuk mu'' ucap Dinda memberikan amplop berisi uang.


''baik Nona, akan saya lakukan'' jawab si pelayan.


setelah mendengarkan jawaban pelayan, Dinda pergi kembali masuk kedalam ruangan. sepeninggal Dinda, pelayan tadi terlihat menyunggingkan senyuman di bibir nya.


tidak lama masuk 2 orang pria paruh baya, kedalam ruangan privat. mereka menyapa Dinda dan Siska.


''halo Nona Dinda! dan ini siapa nama nona cantik ini ?'' ucap pria berperut buncit, bersalaman dengan Dinda.


''oh ini sepupu saya, Siska namanya!'' ujar Dinda memperkenalkan Siska. ''oh Nona Siska! perkenalkan saya Tomi direktur wayang grup dan ini adalah asisten saya'' ucap Tomi mengulurkan tangan, dengan tatapan mesum ia menatap tubuh Siska yang sintal.

__ADS_1


Siska tidak menyambut uluran tangan Tomi pria berperut buncit. ia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban.


tidak lama kemudian, masuk pelayan mendorong meja berisi makanan dan minuman. lalu menaruh makanan dan minuman di atas meja.


setelah menaruh makanan dan minuman, si pelayan melirik ke arah Dinda. memberikan tanda bahwa tugas telah selesai. lalu pelayan pergi meninggalkan ruangan privat.


di luar ruangan privat, terlihat wajah si pelayan berubah menjadi Rio. lalu Rio tersenyum kejam di bibir nya. ''nikmati lah apa yang kau tabur sendiri Dinda'' gumam Rio.


di dalam ruangan.


''mari kita makan terlebih dahulu tuan Tomi, setelah itu baru kita bicarakan masalah bisnis'' ucap Dinda.


''baiklah, mari nona Siska kita nikmati makanannya ?'' ujar Tomi masih mengamati kemolekan tubuh Siska. tatapan nya seperti menelanjangi Siska


lagi - lagi Siska hanya menganggukkan kepala tanpa bersuara sedikit pun. mereka pun mulai menikmati makanan dan minuman di atas meja.


Dinda begitu senang ketika melihat Siska meminum air di dalam gelas, yang telah di campurkan dengan obat perangsang.


tidak lama kemudian mereka selesai menikmati makanan dan minuman. Siska masih bersikap biasa tidak terlihat efek obat perangsang. tapi sebaliknya dengan Dinda dan Tomi beserta asisten nya.


mereka merasakan gerah, wajah mereka terlihat perlahan memerah. nafas Dinda mulai memburu tubuhnya terasa sangat sensitif.


Siska tampak biasa saja melihat 3 orang, yang sedang merasakan efek dari obat perangsang.


jangan salahkan aku Dinda, ini adalah hasil perbuatan mu sendiri!


pintu terbuka, Rio masuk kedalam ruangan, menghampiri Siska. Dinda tampak terkejut melihat kedatangan Rio.


"ka~ kamu Rio ke~napa ada di sini?" kata Dinda terputus - putus karena gairahnya yang mulai memuncak tak terkendali.


'mata ilusi' Rio menggunakan kemampuannya, memanipulasi pikiran Dinda dan Tomi berserta asisten nya. ''lupakan semua tentang keberadaan Siska dan diriku disini ! kalian nikmati saja gairah panas kalian, tunjukan semua kemampuan kalian".


kemudian Rio mengambil ponsel Dinda menaruh di tempat yang bisa merekam aksi panas mereka bertiga. secara live di siarkan di akun sosmed Dinda.


setelah semua itu Rio membawa Siska pergi meninggalkan rungan private. di dalam ruangan Dinda di layani dua pria, Tomi dan asisten nya.


Dinda bergerak dengan liarnya, menikmati 2 senjata pria. Tomi dan asisten nya, bergantian menghujamkan senjata mereka pada Dinda


suara erangan mereka bertiga membahana di dalam ruangan, dengan di saksikan banyak nya penonton, yang menonton secara live di sosmed Dinda.


tidak lama kemudian pintu ruangan di buka, masuk beberapa polisi beserta wartawan. polisi menangkap Dinda beserta Tomi dan asisten nya.


.....Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2