System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.45


__ADS_3


dosen wily 2.



setelah satu jam, pertempuran panas mereka. wily pun berakhir jatuh pingsan setelah kehabisan tenaga.


Rio membaringkan wily di atas ranjang, lalu ia memakaikan pakaian pada wily. setelah selesai mengurus wily, ia keluar dari rungan.


kemudian Rio menyelinap ke dalam ruangan cctv. untuk menghapus semua bukti keberadaan agus di kampus. agar tidak ada masalah di kemudian hari.


setelah mengurus semua video cctv, Rio pergi menghadiri mata kuliah nya di kelas.


...


tidak lama wily yang tengah pingsan, membuka matanya. ia kembali tersadar, uh... ''semua tubuh ku sakit! aw.. perih" lirih wily, merasakan kondisi tubuhnya.


"sebenarnya apa yang sudah terjadi?" gumam wily berusaha mengingat kejadian yang di alami nya. perlahan ia bisa mengingat semuanya, termasuk aksi panasnya bersama Rio.


"huf.. dia! aku memberikan hal pertama ku pada pria itu, bisa bisanya aku menikmati bersama nya! lalu bagaimana dengan Agus?, aku tidak tau apa yang terjadi pada nya" ucap wily menghela napas, setelah mengingat semua kejadian.


...


setelah dosen pengajar keluar dari kelas, mata kuliah Rio hari itu telah selesai. kini Rio berjalan keluar dari kelas, terlihat Milla bersama nya. sedangkan Dinda telah keluar duluan dari kelas.


di luar kelas, wily berdiri menunggu Rio keluar dari kelas! "ikuti aku" ucap wily langsung berjalan, setelah melihat Rio.


"kamu duluan saja! aku masih ada yang perlu di urus dengan dosen wily" ujar Rio berbicara pada Milla.


"baik lah! sampai jumpa lagi Rio" balas Milla pergi.


setelah Milla pergi, Rio segera menyusul wily. ia berjalan di belakang wily, agar tidak ada yang curiga. wily membawa Rio kedalam ruangannya!


wily segera duduk di atas sofa, di susul Rio yang langsung ikut duduk di sofa. wily mengernyitkan dahi, melihat sikap Rio yang santai terhadap dirinya.


"kau tampak santai sekali! apa kamu tidak takut, aku akan marah terhadap mu. yang telah mengambil pengalaman pertama ku" ucap wily membuka obrolan.


Rio masih bersikap santai, ia meminum air yang ada di atas meja. "itu bekas ku" ucap wily sedikit kesal. "ini hanya air! bagian mana yang belum ku tahu dari mu" balas Rio.


hah. Rio menghela napas. "semuanya sudah terjadi, tidak bisa di sesali lagi kan! jadi kenapa aku harus takut, dan juga bukan aku yang memaksa mu, tapi kamu sendiri yang menggunakan ku!" sambung Rio.


"apa kamu tidak takut aku meminta pertanggung jawaban dari mu? tidak mungkin aku membiarkan saja, setelah kamu mengambil mahkota ku!"


"aku bisa menikahi mu! tapi cukup kita yang tau untuk sekarang! jika kamu setuju, kita bisa menikah sekarang"


wily terdiam sesaat mendengar ucapan dari Rio. "menarik! aku tergiur tapi kamu terlalu muda untuk menikahi ku sekarang, lagian itu adalah kesialan ku. jadi lupa kan saja! aku tidak ingin membebani mu. lalu apa yang terjadi dengan Agus?" ucap wily.


''usia ku memang muda, tapi tubuh ku tidak muda kan? masalah agus tenang saja, aku sudah mengurusnya! pura pura saja tidak pernah bertemu dengannya'' balas Rio tersenyum.


deg.. deg..


wily bersemu merah, terbayang akan aksi panasnya! bersama Rio.


''jangan menggoda ku! lupakan itu dari pikiran mu, baiklah aku tidak bertanya lagi masalah agus''


''aku tidak keberatan, jika kamu menginginkan nya lagi!'' bisik Rio di telinga wily.

__ADS_1


napas Rio menerpa tengkuk leher wily, membuat tubuh wily bergetar. mukanya memerah seperti tomat.


''aku akan menghubungi mu, jika menginginkan nya'' balas wily mendorong tubuh Rio, hingga bersandar di sofa. ia balik menggoda Rio. ''kau tau wanita seusia ku, memiliki hormon yang tinggi, jadi jangan menggoda ku! takut nanti kamu yang tidak bisa memuaskan hasrat ku'' wily memainkan jari tangannya di wajah Rio.


''hehe.. bukannya kamu tidak bisa mengimbangi ku tadi! sampai jatuh pingsan'' Rio balik menindih wily di atas sofa. cup Rio mencium sekilas bibir wily. ''aku pergi dulu! hubungi aku jika terjadi sesuatu'' sambung Rio, kemudian pergi keluar ruangan.


blus... wily memerah, terdiam di buat Rio, ia hanya menatap kepergian Rio. huh.. wily menghembuskan napas "sepertinya, aku menyukai nya!" gumam wily.


...


Rio baru saja keluar dari gedung kampus, lalu pergi menuju parkiran mobil. tidak jauh dari Rio, ada sepasang mata wanita mengawasinya.


"kita bertemu lagi" gumam wanita itu, yang nampaknya juga merupakan mahasiswi. setelah melihat Rio pergi bersama mobilnya, wanita itu masuk ke dalam gedung kampus.


Rio kini telah sampai di apartemen nya. istirahat di dalam kamarnya.


Rio membuka shop melihat lihat apakah ada yang perlu ia beli.


skill:


> perubah bentuk (2000) : dapat merubah bentuk tubuh, dan meniru.


> ilusi (5000) : membuat musuh terjebak di dalam halusinasi.


> tidak terlihat (5000) : membuat tubuh tidak terlihat atau tembus pandang.


> teleportasi (10000) : berpindah tempat dalam sekejap.


> dll.


"beli skill teleportasi"


''status''


...STATUS]...


Nama: Rio pratama


Titel: - Pemilik berkah Dewa tertinggi


Umur: 19 tahun


Class: Sword master / Mage


Level: 21 (exp:6/250)


STR: 116


AGI: 116


DEF: 116


INT: 121


Mana: 126


Luck: 121

__ADS_1


Elemen: pedang, angin, es, petir, cahaya.


Skill:


- tebasan pedang


- manipulasi elemen


- identifikasi


- teleportasi


Shop:


>pil


>senjata


>dll


poin stat: 0


Poin shop: 4000


penyimpanan:


- katana hitam


...


hari telah berganti, sekarang tepat satu minggu. setelah kejadian wily. semua berjalan tenang, setiap hari Rio menyelesaikan misi harian. ia belum mendapatkan misi lain.


Milla masih sering menghabiskan waktu bersama Rio, Siska juga sering ikut bersama Rio dan Milla. sedangkan Dinda sejak kejadian di toilet, ia sedikit menahan diri terhadap Rio.


wily tetap bersikap, tidak pernah terjadi apa apa. sesekali ia akan menemui rio, berbincang bincang atau meminta bantuan Rio.


di dalam kelas Rio.


dosen telah keluar dari ruangan kelas.


"Rio! bisakah kamu membantu ku? menemaniku menemui Herman, ia mengajak ku bertemu" ucap Milla.


"baiklah aku akan menemanimu! kenapa herman mengajakmu bertemu?" balas Rio.


"sepertinya dia ingin menyatakan perasaannya pada ku! tapi aku tidak menyukai nya! jadi aku ingin menolak. apa kamu bisa berpura-pura jadi kekasih ku?" ujar Milla.


"baiklah, tidak masalah. hanya berpura-pura kan" ucap Rio.


"sungguhan pun aku mau!" gumam Milla.


"apa kamu membicarakan sesuatu?" Rio berpura-pura tidak mendengar gumaman Milla.


"tidak.. tidak ada" ucap Milla dengan gugup, wajah nya memerah.


Rio dan Milla pergi menuju cafe tidak jauh dari kampus mereka. tempat bertemu dengan herman. dalam 10 menit mereka akhirnya sampai.


mereka masuk kedalam cafe, Rio memegang tangan Milla layaknya kekasih. di dalam cafe sudah ada Herman yang menunggu Milla. ia duduk di kursi dekat jendela.

__ADS_1


"cih kenapa dia datang kemari bersama Milla" batin Herman melihat keberadaan Rio di samping Milla.


....Bersambung!


__ADS_2