
note: Terdapat adegan 20+.
Di anjurkan 20 thn ke atas.
#Pagi hari. di sebuah kamar hotel.
Milla membuka mata nya perlahan. mengangkat kepala nya melihat Rio tersenyum.
''apa kamu sudah bangun?'' tanya Rio pada Milla yg berada di pelukan nya.
''emh'' Milla mengangguk. mengeratkan pelukan nya.
Rio mencium kening Milla.
''sebaiknya kita pulang ke rumah ku? aku akan mandi dulu!''
Rio melepaskan pelukan Milla dan pergi mandi.
setelah 15 menit Rio keluar dari kamar mandi.
''suami ku, ini tanda apa? apa kamu yg membuat nya?'' Milla bertanya saat Rio telah keluar kamar mandi.
Rio terkejut. mendengar Milla memanggilnya suami.
''ya, itu aku yg membuat nya! itu tanda kamu milikku dan tidak bisa mengkhianati ku!''
jawab Rio tersenyum lembut. mengusap kepala Milla.
''sebaiknya kamu mandi dulu istri ku!"
"gendong? ini masih sakit!"
Rio menggendong Milla ala bridal. menuju kamar mandi.
"apa mau aku bantu mandi nya?" ucap Rio dengan senyum mesum.
"tidak, yg ada kamu makan lagi aku nanti!" balas Milla cemberut.
"bukan nya semalam kamu yg makan aku, istri ku!"
blush. wajah Milla memerah. mengingat kejadian semalam.
"kamu yg Monster. udah pergi keluar sana!" balas Milla. mendorong Rio keluar dari kamar mandi.
Rio keluar kamar mandi, terkekeh melihat tingkah Milla.
"jadi bagai mana aku, menjelaskan pada mereka" batin Rio.
#di sebuah kamar kerja.
jendral Roni melihat berkas di tangannya. masuk panglima Rama Bagaskara. yg merupakan ayah nya Roni Bagaskara.
''apa yg sedang kamu lakukan?'' tanya Rama.
''aku sedang melihat berkas orang. yg mampu mengalahkan pasukan naga kita''
Rama mengambil berkas di tangan Roni.
membacanya Rama mengerut kan dahi nya.
''dia orang yg membuat ku, jadi lebih baik seperti sekang. tapi sepertinya, akan sulit meminta dia menyembuhkan ku. atas apa yg telah kalian lakukan pada nya!" ucap Rama.
Brakkk.
__ADS_1
Rama melemparkan berkas di meja Roni.
Roni terkejut mendengar ucapan ayah nya.
#kembali ke Rio.
Rio dan Milla baru sampai di rumah Rio.
"ini rumah ku, akan menjadi rumah mu juga istri ku" ucap Rio membawa Milla masuk.
di dalam rumah Rio memperkenalkan Yana dan Yani pada Milla.
"mereka berdua kekasih mu" tanya Milla.
"bukan, mereka bawahan ku" jawab Rio.
*
"ting.tong" suara bel rumah.
Yani pergi membuka kan pintu.
"kakak"
teriak Ria berlari masuk dan memeluk Rio.
di ikuti Ayah dan Bunda nya Rio.
''Ayah, Bunda kenapa tidak bilang mau kesini!''
''kami mau, kasih kamu kejutan nak'' ucap Bunda Santi. ibunya Rio.
''siapakah wanita ini nak?'' tanya ayah Raihan.
melihat wanita cantik, kulit putih, hidung mancung, bibir tipis merah muda, dan tubuh yg sexy.
''emhhh. dia Milla menantu kalian!" jawab Rio menggaruk bagian belakang kepalanya yg tidak gatal.
Ayah Raihan, Bunda santi, Ria membulat kan mata mereka. setelah mendengar ucapan Rio.
"saya Milla tante, Om" Ucap Milla dengan sopan.
"panggil Bunda, Ayah dan Ria mulai sekarang. kita sudah jadi keluarga. tapi kenapa kalian tidak beritahukan pada kami!" balas Bunda santi sambil memegang tangan Milla.
"itu, kami belum sempat Bunda. Rio hari ini baru mau kasih kabar ke kalian. lagian kami mau merahasiakan nya untuk sekarang" jawab Rio.
"kak, bagaimana dengan kak Dewi dan kak Novi apa kakak juga sudah menikah dengan mereka?" tanya Ria pada Rio.
"belum" jawab Rio singkat.
Rio dan Milla sedang asik mengobrol dengan keluarga Rio. masuk kedalam rumah dua wanita cantik. tidak kalah cantik dengan Milla.
"eh, ada Tante, Om, juga Ria!. apa kabar Om, Bunda, Ria?" tanya Dewi dan Novi. yg baru datang.
"ahh runyam deh. urusan nya" batin Rio.
"kami Baik nak" jawab Bunda santi.
Dewi dan Novi mengerut kan dahi mereka. melihat wanita cantik berada di samping Rio.
Milla melihat 2 wanita yg merupakan kekasih Rio.
Milla tersenyum memeluk tangan Rio mendekap nya di antara dua gunung yg besar. seperti memberi tanda dia milikku.
__ADS_1
bluss.
wajah Dewi dan Novi memerah.
Bunda Santi yg melihat gelagat kedua kekasih dan istri anaknya itu. hanya bisa menggeleng kan kepala nya.
''sini nak, duduk dulu'' ucap Bunda Santi pada dewi dan Novi.
lalu mereka mengobrol. setelah itu juga Dewi dan Novi tahu Rio telah menikah dengan Milla. mereka marah kenapa mereka tidak di nikahi juga.
''kalian tidak usah marah. aku juga akan menikahi kalian. tapi pernikahan kita tidak akan di publish. aku takut kalian akan dalam bahaya nantinya! apa kalian mau?" tanya Rio pada Dewi dan Novi.
Dewi dan Novi menganggukkan kepala tanda persetujuan.
"besok kita akan menemui keluarga Dewi dan Novi!'' ucap ayah Raihan.
hari itu di habiskan dengan mengobrol. mereka juga terdengar tertawa sesekali.
malam ini Dewi dan Novi menginap. saat Rio ingin masuk kedalam kamarnya. dia di hentikan Dewi.
''kamu tidur di luar! jangan coba coba menyentuh kami sebelum menikahi kami!'' Ucap Dewi. dengan nada penekanan.
''apa kalian yakin!'' tanya Rio. mengangkat alisnya. dan pergi meninggalkan kamarnya.
Dewi, Novi dan Milla terkejut melihat Rio yg langsung setuju dan cuek.
" masih ada Yana dan Yani tidak masalah" batin Rio.
Rio pergi menuju kamar Yana dan Yani. di dalam kamar Rio mendapatkan servis dari dua bawahan cantiknya.
"ehmmm" desah Rio. menerima servis Yana dan Yani pada pusaka surgawi nya. menggunakan mulut dan gunung kembar mereka. Rio hanya bisa merem melek.
di dalam kamar Rio yg di tempati ketiga wanita nya. mereka gunda gulana setelah Rio pergi dari kamar.
di dalam kamar lainnya. Rio Tengah melakukan penetrasi pada Yani di bawah nya. dan Yana sedang bercumbu dengan nya.
"ahh, uhh, ehm" desah ketiganya memenuhi ruangan kamar. setelah 2 jam Rio menikmati servis Yana dan Yani. Rio keluar kamar.
di luar kamar. Rio melihat 3 wanita berdiri diam mematung. Rio tersenyum pada mereka.
"karena kalian tidak mau. ya terpaksa aku meminta nya pada mereka" ucap Rio datar. dan berniat pergi.
"tidak boleh" teriak mereka kompak.
lalu menarik Rio pergi ke kamar nya. Rio hanya tersenyum licik.
"kena. kalian hehehe" batin Rio.
di dalam kamar Rio. mereka bertiga mengikat Rio di atas ranjang.
"hanya kami yg akan melayani mu. suami!" ucap Milla.
Milla ******* Bibir Rio. Dewi dan Novi melepaskan pakaian Rio. terjadi lah pertarungan tiga lawan satu yg masih di menang kan Rio. yg membuat mereka meminta ampun untuk berhenti.
"itu hukuman untuk kalian. tidak menurut sama suami kalian!" ucap Rio tersenyum. melihat tiga wanita nya terkulai lemas tampa tenaga.
pertarungan mereka terjadi hingga menjelang subuh.
.....*Bersambung.
jangan lupa dukung novel ini jika suka.
dengan like, komen, favorit, vote, dan rate 5bintang.
__ADS_1
Terima kasih*.