
setelah melayani kedua wanitanya, Rio pergi ke perusahaannya. setelah mendapatkan telpon dari direktur Yori.
''jelaskan, semuanya?'' ucap Rio duduk di sebuah kursi ruangan rapat perusahaan. di hadapannya sudah berkumpul semua petinggi perusahaan.
''kita mendapatkan masalah dengan sebuah perusahaan, perusahan itu adalah Ky grup. mereka berniat membeli 30% saham perusahaan kita, dengan harga yang sangat murah. jika kita tidak menjualnya, mereka mengancam akan menggangu setiap bisnis kita."
''siapa Ky grup ini? sampai berani mengancam perusahaan!'' ucap Rio memotong penjelasan direktur Yori.
''mereka adalah perusahaan dari sebuah klan samurai. yang memiliki kekuasaan dan kekuatan. semua orang tau kalau mereka berbisnis dengan cara kotor. menggunakan ancaman dan kekerasan untuk mendapatkan keuntungan.''
''apakah? tidak ada tindakan dari pemerintah atau pihak kepolisian.'' tanya Rio kembali.
''entahlah, pihak kepolisian selalu beralasan tidak memiliki bukti untuk semua kejahatan perusahaan Ky grup.'' terang direktur Yori.
''tampaknya, pihak pemerintah dan kepolisian sudah di tutup mata dan mulutnya oleh mereka. ini sungguh menarik, kalian tetap melanjutkan seperti biasa. masalah tentang mereka, biarkan aku sendiri yang berurusan dengan mereka! sekarang bubar.'' ucap Rio, dengan menyunggingkan senyuman. namun matanya tajam seperti ingin membunuh.
semua orang keluar dari ruangan rapat. menyisakan Rio ,sendirian. di sana Rio duduk termenung, berpikir bagaimana? ia harus menghancurkan mereka.
"Yuna, keluarkan 5 bawahan."
[ Baik, tuan..! ]
wus.. wus.. 5 bawahan segera muncul dari balik bayangan. mereka bersujud dengan satu kaki menghadap Rio.
"berikan perintah anda, Raja?" ucap salah satu dari 5 bawahan. yang berada di tengah-tengah yang lainnya.
"kalian pantau semua tindakan Ky grup dan klan samurai, dan juga kumpulkan bukti-bukti kejahatan mereka. jangan sampai ketahuan!''
" Baik, Raja!" wus... wus... mereka berlima langsung hilang dari hadapan Rio.
[ misi suka-suka : habiskan uang 2 triliun.
hadiah : uang 3 triliun + 1 artefak cakram teleportasi.
__ADS_1
hukuman : -
waktu : 08:00:00.
status : berlangsung. ]
drt.. bunyi ponsel Rio, sebuah panggilan telpon.
"ya.. akan ku temani." ucap Rio, kepada sambungan telpon. yang merupakan telpon dari Laura. setelah menutup sambungan telpon, Rio pergi meninggalkan perusahaan.
di malam hari, Rio mengemudikan mobil Bugatti nya. di kursi penumpang sebelahnya ada Laura. ia mengenakan sebuah gaun merah, yang memperlihatkan punggung putih mulusnya. belahan dadanya tampak menyembul, membuatnya tampak begitu seksi.
tidak lama kemudian, mobil Rio berhenti di depan lobi hotel berbintang miliknya. tempat berlangsungnya sebuah acara amal, yang akan di hadiri banyak pengusaha dan Orang-orang kaya lainnya.
pegawai hotel berbaris rapi di lobi yang sudah di hiasi karpet merah. Rio keluar mobil dan membukakan pintu mobil untuk Laura. mereka berdua berjalan memasuki lobi hotel. pegawai hotel membungkuk memberi hormat kepada Rio.
para wartawan yang awalnya tidak mengambil foto dan merekam Rio. menganggap Rio hanya undangan biasa, terkejut melihat penyambutan yang di lakukan pihak hotel kepada Rio.
cekrek.. cekrek..
''maaf, siapa orang itu? tolong jelaskan!'' seorang wartawan bertanya pada pihak hotel.
''orang tadi? kalian itu media, tapi tidak tau... dia salah satu pebisnis muda terkenal di Asia. asal kalian tau dia juga adalah pemilik hotel ini. namanya, Rio Pratama. pemilik perusahaan Rp grup yang terkenal.''
note : nama perusahaan Rio author ganti, maaf jika tidak suka.
''ah.. sial kita melewatkan berita besar.'' teriak banyak wartawan media, setelah mengetahui Identitas Rio. karena mereka tidak mendapatkan gambar foto yang bagus.
"haha, ini jekpot untukku! kalian itu terlalu pemilih, hanya sekedar untuk memotret. apa? kalian pikir orang yang datang ke acara amal ini adalah orang biasa, sungguh bodoh." seorang wartawan tertawa bahagia, mengejek kebodohan wartawan lainnya.
Rio telah memasuki ballroom hotel, yang menjadi tempat acara amal di selenggarakan. di sana sudah banyak Orang-orang penting dan ternama, yang jelas mereka adalah orang kaya.
acara amal ini di lakukan dengan cara pelelangan. penyelenggaraan akan melelang barang-barang, dan hasilnya akan di sumbangkan pada yang membutuhkan.
__ADS_1
tanpa di sadari bagi beberapa orang, acara ini adalah sebagai ajang pertunjukan kekayaan dan kekuasaan mereka.
Rio berjalan bersama Laura, mereka berdua tampak mempesona dan serasi. Rio berdiri dengan melingkarkan tangannya pada pinggang Laura yang ramping. mereka menikmati minuman yang sudah di sediakan di setiap meja.
mata Rio memindai Orang-orang di dalam ruangan, menggunakan kemampuan identifikasinya. ia menemukan seorang pria paruh baya yang sedang berbincang dengan beberapa orang. pria paruh baya itu adalah direktur Ky grup dan ketua klan samurai.
Wus.. Yuna, keluar dari tubuh Rio. menunjuk kearah seorang perempuan cantik, di samping Direktur Ky grup.
[ Yuna, mendeteksi keberadaan sistem lain. ].
''Nona Laura, lama tidak bertemu. kamu semakin cantik saja." seorang pria mendekati Laura yang masih berada di dekapan tangan Rio.
"oh.. Direktur wiliam, terimakasih atas pujiannya." ucap Laura dengan datar.
"Nona Laura mau bersama dengan ku? di sana ada beberapa Direktur lainnya." ajak Direktur wiliam tanpa memandang Rio di samping Laura. matanya memandang setiap lekak lekuk tubuh menggoda Laura.
"terimakasih atas tawarannya, Direktur wiliam. aku tidak bisa ikut bersamamu. aku tidak bisa meninggalkan priaku ini." Laura dengan manja menyandarkan kepalanya di bahu Rio. dan memainkan jemarinya di dada bidang Rio.
"Nona Laura jika kamu ingin di temani, aku bisa menemanimu. apa kamu lupa? betapa hebatnya diriku ini." tangan Direktur wiliam perlahan mau menyentuh bokong bulat Laura.
plak...
Laura dengan sigap menepis tangan Direktur wiliam, "jauhkan tangan kotor mu dari tubuhku! tubuhku ini hanya milik priaku ini. kemampuan priaku ini tidak bisa kau bayangkan. asal kamu tau, aku tidak pernah puas dengan kemampuan payah mu itu."
"mengingat tubuhku pernah kamu sentuh saja, membuat ku jijik. pergilah... kamu tidak bisa di bandingkan dengan priaku ini, dalam segala hal." Laura dengan ketus dan kesal, menghina Direktur wiliam.
wajah Direktur wiliam memerah padam. Dia marah atas penolakan dan hinaan dari Laura, yang tidak Dia sangka.
"kamu... wanita ******, berani kamu menolak dan menghinaku. akan ku beri kamu pelajaran!" teriak Direktur wiliam, dan tangannya terulur ingin merobek gaun seksi Laura. Dia berniat mempermalukan Laura di hadapan orang banyak.
namun, belum sempat tangannya menyentuh gaun seksi Laura. tangan Rio yang awalnya merangkul pinggang Laura, mencengkram tangan Direktur wiliam.
''argh...'' teriak Direktur wiliam, Dia terjatuh berlutut. meringis kesakitan tangannya di cengkram Rio.
__ADS_1
''apa? kamu tidak mendengar ucapan wanitaku. pergilah sebelum kamu menyesal nantinya!'' Rio dengan dingin, menatap tajam Direktur wiliam.