
-
dari perusahaan nya Rio pergi bersama Nadia menggunakan mobil sport dengan Rio sendiri yang menyetir tidak mengajak bawahannya.
setelah 1 jam perjalanan Rio memberhentikan mobil sport nya di depan pintu gerbang markas militer yang memiliki penjagaan ketat.
datang prajurit penjaga mendekati mobil Rio untuk memeriksa identitas dan keperluan apa yang di miliki Rio dan Nadia.
prajurit itu terkejut melihat keberadaan Nadia di dalam mobil. lalu ia membuka pintu gerbang dan mempersilahkan mobil Rio untuk masuk.
di dalam, Rio dan Nadia sudah di tunggu oleh ajudan ayahnya Nadia. mereka berdua diantarkan menuju ruangan Mentri.
tidak lama kemudian Rio bertemu dengan ayahnya Nadia dan mertuanya mulai berbicara atas apa yang dia perlukan dari Rio.
mertua Rio meminta dirinya mengawal presiden yang akan melakukan kunjungan ke Malaysia untuk menyelesaikan masalah diplomatik antara kedua negara.
***
Rio saat ini telah berada di bandara bergabung dengan pasukan pengawal presiden. mereka berdiri di lobi Bandara menunggu kedatangan Presiden.
tidak lama kemudian datang rombongan mobil presiden dengan pengawalan ketat memasuki Bandara.
mobil presiden berhenti di depan lobi, lalu di buka oleh kapten pengawal presiden. keluar pria paruh baya bersama seorang wanita cantik pertengahan 20an yang merupakan sekretaris presiden.
Rio terlihat mencolok dan berbeda karena ia memakai pakaian yang berbeda dari para pengawal presiden.
melihat itu presiden melangkah mendekati Rio "mohon kerja samanya Tuan Rio" presiden mengulurkan tangan mengajak Rio berjabat tangan.
Ting~
[ misi gold : menggagalkan penangkapan presiden.
hadiah : 100 kartu bawahan + uang 1 triliun + tubuh Naik 1 level.
hukuman : semua level -5.
waktu : 2 Hari
status : proses. ]
"ya presiden" Rio menganggukkan kepala sambil balas menjabat tangan presiden.
"ini sekretaris saya Rani, dia yang akan mengurus keperluan mu selama perjalanan" ucap presiden memperkenalkan sekretaris nya.
"identifikasi"
__ADS_1
Rio berjabat tangan dengan wanita cantik yang sensual dan kharismatik seperti Nadia. Rina tersenyum pada Rio saat berjabat tangan.
"begitu rupanya !" batin Rio.
"mohon bantuannya Tuan Rio" ucap Rani.
"ya.. cukup Rio saja tidak usah pakai Tuan" balas Rio.
setelah itu presiden menaiki pesawat pribadi kepresidenan bersama semua pasukan pengawal presiden.
di dalam pesawat Rio duduk bersebelahan dengan Rani dan presiden di depannya.
"maafkan saya jika pesawat ini tidak nyaman, tuan Rio" ucap pak presiden.
"ah aki tidak masalah juga presiden, ini sama saja dengan pesawat pribadi saya hanya berbeda sedikit" ujar Rio.
"sebaiknya bapak Presiden istirahat karena, jadwal kita akan padat nanti nya!" ucap Rani memberikan saran kepada presiden.
presiden pun segera beristirahat tidur di kursinya.
''kamu cantik masih muda sudah menjadi sekretaris presiden, itu sangat mengesankan !" ucap Rio berbincang kepada Rani.
"tuan... eh! Rio maksudnya, kamu terlalu memuji. kamu juga sudah tampan masih muda sudah menjadi pebisnis tersukses dan kaya" balas Rina dengan canggung, sedikit gugup.
mereka berdua saling mengobrol, sesekali kulit lengan mereka berdua bersentuhan dan bergesekan. suatu sengatan terasa mengalir di tubuh Rina, membuat bulu halusnya berdiri.
ia mencium aroma tubuh Rio yang memabukkan, membuat sesuatu dalam dirinya terbangun. rasa gatal menjalar di area sensitif nya, melihat itu Rio lebih gencar menggesekkan kulit nya dengan Rina.
"aku mau lihat sampai kapan kamu bertahan !" batin Rio.
***
pesawat pribadi kepresidenan mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Malaysia. mobil kedutaan besar Indonesia telah menunggu di bandara.
setelah keluar dari pesawat semuanya langsung masuk kedalam mobil, dengan pengawal yang ketat mobil berjalan pergi meninggalkan bandara.
mereka sampai di hotel mewah yang akan menjadi tempat istirahat presiden selama masa kunjungan nya. Rio mendapatkan kamar hotelnya untuk dirinya sendiri, sedangkan para prajurit pengawal berjaga di lorong kamar hotel.
"halo... ya semua berjalan sesuai rencana !" suara wanita cantik berbicara di ponsel nya.
wanita itu mematikan ponselnya, lalu melepas satu persatu pakaiannya. melangkah masuk ke bawah shower, air menguyur membasahi lekak lekuk tubuhnya.
ia memakai sabun menggosok tubuh dan meremas gundukan indah, jemarinya membelai celah cembung yang telah berlendir milik nya sendiri.
"emzzz... mengingat dia membuatku bergairah !" batinnya.
__ADS_1
jemarinya semakin cepat menggosok celah merah muda, gerakannya jadi lebih cepat. wajah wanita cantik itu memerah, nafasnya memburu cepat dan semakin cepat.
"ahkkkk...."
tubuhnya melengkung dan bergetar, lalu ia bersandar di dinding kamar mandi. nafasnya tersengal-sengal, perlahan menjadi teratur.
***
Rio di atas kasur kamarnya hanya tersenyum dan tertawa, seperti ada yang membuat nya begitu bahagia. lalu ia berdiri dan berjalan keluar dari kamarnya.
ia mendekati pintu kamar yang di tempati Rani, lalu mengetuk nya beberapa kali. pintu terbuka ada Rani di balik pintu, yang hanya memakai jubah mandi tanpa pakaian di dalamnya.
"ah sepertinya aku mengganggumu !" ucap Rio dengan wajah terkejut melihat Rani yang baru saja selesai mandi.
"emangnya ada perlu apa Rio...?" balas Rani tidak terganggu. tapi matanya menatap dalam Rio.
"tidak aku hanya ingin mengajakmu makan" ucap Rio sambil menggaruk leher belakang nya yang tidak gatal.
"ya baiklah... silakan masuk! aku akan memakai pakaian dulu"
Rio masuk kedalam kamar berjalan di belakang Rani, buk... Rio menabrak Rani dari belakang. benda besar di balik celana menggesek belahan bokong Rani.
tubuh Rani bergetar, ia merasakan gesekan tepat di celah merah muda nya yang hanya di tutupi jubah mandi. begitu terasa saat ujung benda keras menyentuhnya.
Rani hanya diam, matanya terpejam gairah naf*su nya kembali naik. tidak ada penolakan dari Rani, Rio perlahan menarik dan memajukan kembali.
"itu terasa besar dan keras aku menginginkan nya !" batin Rani.
"emzzz..." lenguhan kecil keluar dari bibir seksi Rani, celah nya berlendir membuat jubah mandinya lembab.
Rio memeluk pinggang ramping Rani dan menariknya hingga punggung Rani menempel di dada Rio. dari belakang, tangan Rio dengan terampil melepas ikatan tali jubah yang perlahan jatuh ke lantai.
sentuhan-sentuhan jemari Rio di dua gundukan indah membuat Rani semakin terangsang, matanya semakin sayu dan wajahnya memerah. membuat *******-******* keluar dari bibir Rani
"ahkk..."
Rani berbalik mulai menciu*m bibir Rio, tangannya dengan cekatan melepaskan kancing pakaian Rio. ia berdiri membelakangi Rio dan membimbing benda besar dan keras itu untuk masuk kedalam antara celah berlendir.
''apa kamu yakin menginginkannya Rani, tidak kah kamu akan menyesal nantinya ?'' ucap Rio.
''ya lakukan lah aku sangat menginginkan nya dan puaskan aku dengan barang mu itu'' balas rani.
perlahan Rio mendorong dengan mudah benda besar itu merangsek masuk memenuhi celah lembah berlendir. dari belakang jemari Rio mengusap dua gunung indah.
"begitu penuh! sangat nikmat... lebih cepat" ceracau Rani.
__ADS_1
"jleb... jleb..''
tubuh Rani bergetar hebat dan melengkung, semprotan hebat keluar dari celah lembah membasahi lantai.