
malam bersama Dewi (+20)
Rio setiap hari melakukan misi dan pergi menggunakan gerbang untuk membunuh para monster menaikkan level.
1 tahun kemudian, Rio kini telah usai menjalani ujian nasional dan sebentar lagi menerima kelulusan nya.
di sebuah cafe, Rio, Dewi, Dimas dan Andi tengah berkumpul.
''Rio setelah ini kamu mau kuliah di mana?'' tanya Andi.
''entah lah aki belum memutuskan!'' jawab Rio.
''aku dan Dewi akan pergi ke Singapura untuk kuliah di sana! ini permintaan orang tua kami'' ungkap Dimas.
Dewi menggenggam tangan Rio, ia takut berpisah dengan Rio.
''tak apa, aku akan mengunjungi kalian saat aku senggang'' ucap Rio tersenyum pada Dewi, ia mengusap puncak kepala Dewi guna menenangkan nya.
''jaga Dewi baik baik Dimas?'' Rio menatap Dimas dengan tajam.
''hehe tenang saja! aku tak akan biarkan pria lain mendekati adik ku'' balas Dimas.
''bagaimana dengan Andi?'' lanjut Dimas bertanya pada Andi.
''aku akan ke Malaysia, sekalian membatu ayah ku mengurus bisnisnya di sana'' jawab Andi.
setelah cukup lama menghabiskan waktu di cafe mereka berpisah, Rio pergi bersama Dewi menggunakan mobilnya, Dewi belum mau berpisah dengan Rio.
''mau kemana kita Dewi?'' tanya Rio membuka percakapan, karena Dewi hanya diam di dalam mobil.
''aku ingin menghabiskan waktu bersama mu sebelum aku pergi?'' ucap Dewi menatap Rio.
''baiklah, bagaimana dengan pantai! apa kau mau?'' balas Rio mengajak Dewi.
''ya'' Dewi mengangguk tanda setuju.
Rio segera melajukan mobilnya ke arah pantai, setelah satu jam Rio sampai di villa milik keluarga nya yang berada tidak jauh dari pantai. halaman belakang villa langsung terhubung ke Pantai.
mereka berdua berjalan bergandengan di pinggir pantai menikmati Sunset di sore hari, berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
''kamu harus mengunjungi ku nantinya ya?'' tanya Dewi yang tiba-tiba memeluk Rio.
''ya akan aku lakukan!, jaga diri baik baik di sana!'' balas Rio mengangkat dagu Dewi, menatap mata dewi yang berkaca kaca.
em.. Dewi mengangguk sebagai jawaban. Rio mendekatkan Bibirnya mencium bibir Dewi yang tipis, Dewi memejamkan mata dan membalas ciuman Rio, yang perlahan berubah menjadi *******.
Dewi mendorong Rio melepaskan ciuman mereka, mengambil nafas yang hampir habis karena ciuman Rio yang agresif.
Dewi mengalungkan tangan nya di leher Rio, ''jadikan aku wanita mu Rio! sebelum aku pergi'' ucap Dewi dengan suara parau dan wajah yang bersemu merah.
''apa kamu yakin?'' tanya Rio yang di jawab anggukan dari Dewi.
Rio menggendong Dewi kembali ke dalam villa, sampai di dalam kamar villa, ia membaringkan Dewi di atas kasur. ''apa kamu yakin sayang?'' ucap Rio sebelum memulai, Dewi terkejut dan senang akhirnya Rio memanggilnya sayang.
Dewi menarik kepala Rio ******* nya sebagai jawaban. Rio membalas dengan perlahan melepaskan satu persatu pakaian Dewi dan milik nya.
__ADS_1
setelah ciuman yang agresif, ia turun menikmati leher jenjang Dewi kemudian lanjut menyesap ceri merah muda. yang membuat Dewi mengeluarkan suara desah.
Rio semakin bersemangat memberikan pengalaman yang tak akan di lupakan Dewi.
''aku sudah tak tahan sayang'' ucap Dewi dengan nafas yang memburu. menggenggam, mengarahkan menara Eiffel Rio menuju pintu bersegel miliknya.
uh... teriak Dewi menerima penyatuan nya dengan Rio, yang membobol segel dalam dirinya.
mereka melakukan malam panas hingga berkali-kali, tidak terhitung berapa kali Rio dan Dewi mendapat pelepasan malam itu. hingga Dewi tertidur dengan wajah puas dan senyuman terlihat menghiasi wajahnya.
Rio hanya tersenyum menatap wajah Dewi,
''aku akan membuat tempat yang aman untuk kita nanti nya, jadi tunggulah sampai waktu nya tiba" batin Rio.
"status"
...[STATUS]...
Nama: Rio pratama
Titel: - Pemilik berkah Dewa tertinggi
Umur: 19 tahun
Class: Sword master / Mage
Level: 20 (exp:170/200)
STR: 96
AGI: 96
INT: 100
Mana: 106
Luck: 100
Elemen: pedang, angin, es, petir, cahaya.
Skill:
tebasan pedang
manipulasi elemen
identifikasi
Shop:
>pil
>senjata
>dll
poin stat: 0
Poin shop: 12000
__ADS_1
penyimpanan:
- katana hitam
"untuk saat ini level ku mungkin sudah cukup! kalau sesuai dengan waktu dulu mungkin dalam dua tahun lagi munculnya para pemilik sistem! sebaiknya nanti aku mencari informasi tentang keberadaan Herman dan Milla, akan ku balas perbuatan mereka" gumam Rio, kemudian ia menyusul Dewi, tidur dengan mendekap tubuh Dewi.
setelah mengantarkan Dewi pulang, Rio melajukan mobilnya pulang ke kediaman orang tuanya.
drtt.. telpon di ponsel Rio.
"apa kalian mendapatkan informasi tentang keberadaan Herman dan Milla" tanya Rio pada orang di balik telpon.
"Herman berada di Universitas xxx di jakarta, sedangkan Milla juga baru mendaftar berkuliah di sana" balas orang di balik telpon.
"baiklah terimakasih" Rio menutup panggilan telpon.
"jakarta ya! menarik aku akan ke sana, tunggu saja kalian" gumam Rio dengan seringai yang terlihat bisa membunuh siapa saja.
...
di pagi hari, Rio membuka mata nya dari tidur, membersihkan diri pergi menuju taman untuk mengerjakan misi harian.
Ting.
[ misi harian selesai : pus up: 100 sit up: 100 lari 1km ]
[ mendapatkan: exp: 1 poin stat: 1 poin shop: 100 ]
"em dapat poin stat! apa karena level ku yang telah mencapai 20" batin Rio melihat hadiah yang berubah dari sistem.
setelah selesai dengan misi harian nya Rio berniat meninggalkan taman, Rio berdiri dari bangku taman, berjalan menuju mobilnya. Buk.. ia bertabrakan dengan seorang wanita yang tengah joging. ia tidak melihat orang yang tengah lari joging hingga terjadi tabrakan.
Rio reflek menangkap pinggang wanita itu, yang akan jatuh setelah bertabrakan dengan tubuhnya. mereka saling menatap.
''tampan'' gumam wanita itu menatap wajah Rio.
Rio mengernyitkan dahinya melihat wanita itu yang dia kenal di masa depan.
"ehem" batuk seorang wanita dari belakang mengejutkan wanita itu yang masih betah di peluk pinggangnya oleh Rio.
Rio kemudian melepaskan tangannya dari pinggang wanita itu, "Siska'' ucap Rio melihat wanita yang berada di belakang wanita itu.
"siapa dia sis?" tanya wanita itu melihat Rio pada Siska.
"dia pria yang waktu itu akau ceritakan, yang telah menyelamatkan ku waktu aku masih SMA" balas Siska.
"Rio kenalin dia sepupuku Dinda" sambung Siska memperkenalkan wanita di hadapan Rio yang tak lain adalah Dinda.
Rio hanya mengangguk pada Dinda.
"sudah lama aku tidak bertemu dengan mu Rio" ucap Siska dengan wajah bersemu merah.
"ya sudah lama, setelah kamu lulus kita tidak bertemu lagi" jawab Rio.
"sebaiknya kita cari tempat untuk mengobrol! tidak enak mengobrol sambil berdiri" sela Dinda memberi usul dengan senyuman di Bibir.
"ah iya! apa kamu mau Rio kita cari tempat lain untuk ngobrol?" tanya Siska, yang di setujui Rio dengan anggukkan.
''di sana ada cafe, kita ke sana saja?" usul Dinda memandangi Rio.
__ADS_1
.....Bersambung!