System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.17 ke salah pahaman


__ADS_3

.


''Dorr" boss ke3 menembakkan senjata api nya ke arah Rio.


Rio dan Agus menghilang dan muncul kembali di hadapan nya,


Rio mencekik leher nya dengan tangan kanan, dan tangan kiri nya memelintir tangan nya, yg memegang senjata api hingga mematahkan pergelangan tangannya.


''ahhkkk'' teriak nya kesakitan.


''kalian adalah sampah yg menggunakan kekuatan dan kekuasaan untuk melakukan kejahatan, menindas dan memperbudak seseorang demi kepentingan kalian''


teriak Rio dan meninju perutnya tampa melepaskan cekikikan hingga dia tidak terpental,


''kalian menjual obat obatan terlarang menjerumuskan anak anak muda, kalian juga membuat orang kehilangan keluarga dan pekerjaan mereka, kalian tidak pantas hidup''


ucap Rio dengan penuh emosi.


''krackk.. bamm''


Rio meninju dada nya hingga hancur, dan terlempar menabrak dinding hingga tewas.


setelah itu Rio mendekat ke para wanita yg menjadi korban perdagangan manusia,


dan melepaskan ikatan mereka, juga lakban yg menutup mulut mereka.


''apa kalian baik baik saja'' tanya Rio melihat mereka dengan senyuman yg memabukkan.


''Terima kasih, telah menyelamatkan kami Tuan''


Ucap salah satu korban.


''Mari kita pergi dari sini'' ajak Rio setelah melepaskan mereka semua.


[ DING.. misi berhasil hadiah telah di simpan ]


Rio dan bawahan nya beserta para korban keluar dari Gudang, ketika mereka telah di luar gudang.


datang 6 mobil van hitam, keluar dari mobil 36 orang anggota pasukan khusus berseragam hitam.


''jangan bergerak'' Ucap seorang wanita yg merupakan kapten Santi, anggota pasukan khusus itu menodongkan senjatanya kearah Rio dan bawahan nya.


Rio dan bawahan nya hanya diam tak bersuara,


''Rio apakah itu kau'' tanya Santi dengan lembut melihat Rio dengan pandangan rindu.


seorang pria di samping santi, terkejut melihat tindakan santi, dia geram dan cemburu lalu dia berteriak.


''kalian para bedebah beraninya menjual para wanita ini''


''apa yg kau lakukan Rio, tindakan kau ini sudah keterlaluan menjual para wanita'' Ucap Santi yg berubah dengan kemarahan terprovokasi ucapan rekannya yg berada di sebelahnya.


''apa kalian tidak ingin mencari tahu dulu kebenarannya'' ucap Rio datar tampa ekspresi.


''semua sudah jelas, kau membawa mereka sekarang'' ucap Santi tidak mau tahu.


''tangkap mereka semua'' teriak rekan santi di sebelah nya.

__ADS_1


dia melesat maju ke arah Rio ingin memukul, tapi usaha nya gagal karena Rio menghindari pukulan nya,


setelah menghindar Rio mencekiknya dan mengangkat nya


hingga kakinya meninggal kan tanah


''tindakan kalian ini sungguh mengecewakan'' Ucap Rio sambil mengencangkan cekikikan nya. ''ahhkk'' teriak nya kesakitan


''lepaskan dia Rio, atau terpaksa kami menembak mu'' Ucap Santi dengan senjata api nya.


''hahahha, Bamm'' Rio memukul dada rekan Santi yg dia cekik hingga terpental menabrak mobil mereka,


dan dia pingsan dengan tulang rusuk yg patah.


''lumpuhkan mereka semua, sisakan yg wanita'' perintah Rio pada bawahan nya.


bawahan Rio melesat seperti bayangan


''tembak'' ucap Santi memerintah anggota nya.


''dorr... dorrr... bukk... bukk''


semua anggota Santi terkapar dengan tulang patah dan pingsan.


Santi diam terpaku di tempat nya melihat seluruh anggota telah kalah.


Rio tiba-tiba muncul di depan Santi,


''kalian para tentara yg lagak nya seperti para preman, sungguh tidak pantas, dan kau sungguh mengecewakan, jangan lupa antar kan mereka ke keluarga mereka masing-masing''


''kalian yg datang nya terlambat, menuduh orang yg telah menyelamatkan kami, tampa mau tahu kebenarannya'' Ucap salah satu wanita yg menjadi korban.


Santi yg mendengar ucapannya terkejut, lalu terduduk di tanah. "bodoh.. bodoh sungguh bodoh kamu Santi" batin Santi pada dirinya sendiri.


setelah 30 menit datang pihak kepolisian,


membawa para korban untuk di antar ke tempat tinggal mereka masing-masing.


di sebuah kantor jendral di markas pasukan khusus, ada Santi dan anggota nya yg menghadap aang jenderal.


"Brackkkk" suara meja yg di pukul


"kalian telah menyerang orang yg menyelamatkan korban dan menghabisi para pelaku menggunakan senjata, dan kalian juga kalah dari nya tanpa perlawanan, apa kalian pantas di sebut pasukan khusus" teriak nya pada Santi dan anggota nya.


"itu kesalahan saya pak sebagai kapten mereka, saya bersedia menerima hukuman" ucap Santi dengan hormat pada sang Jendral yg adalah ayah nya sendiri.


"kau memeng akan di hukum, tapi mereka juga akan di hukum, kau sebagai kapten akan si turun kan pangkat dan di bebas tugas kan selama satu bulan, dan kalian akan di bebas tugaskan selama satu bulan dan potong gaji selama 6 bulan, sekarang bubar"


"siap pak" jawab mereka serempak.


Rio kini telah sampai di rumah nya,


setelah bersih bersih di kamar mandi nya,


Rio langsung tertidur di atas kasurnya yg empuk.


pagi hari nya Rio terbangun dan langsung mandi membersihkan diri,

__ADS_1


lanjut berolahraga di taman tak jauh dari daerah perumahan nya.


setelah olahraga Rio berteduh di bawah pohon di dekat danau yg berbeda di taman,


Rio juga berlatih beladiri dengan menggunakan sedikit kemampuan nya di bawah pohon.


tak jauh dari Rio ada seorang pria tua sedang berlatih beladiri juga di kawal beberapa pengawal, sepertinya orang yg memiliki kedudukan tinggi.


Rio tahu akan keberadaan orang tua itu tapi dia bersikap biasa dan pura-pura tidak melihat nya.


orang tua itu melihat Rio yg berlatih beladiri dan memiliki kemampuan tinggi, dia berhenti dengan kegiatan latihan nya dan mendekat ke Rio.


"anak muda tehnik mu cukup bagus dan kemampuan cukup tinggi di usia yg muda" ucap kakek itu berbicara pada Rio.


tapi Rio hanya diam dan tetap berlatih, pura pura tidak mendengar, pengawal orang tua itu geram melihat tingkah Rio yg tidak peduli ketika atasan nya berbicara.


"apa kau mau bergabung dengan ku dan berdiskusi anak muda" tanya orang tua itu lagi


tapi lagi lagi Rio tak menanggapinya, pengawal itu kehilangan kesabaran "kau kurang ajar apa kau tidak mendengar atau pura-pura tidak mendengar" teriak nya.


dia ingin maju dan memukul Rio tapi di hentikan oleh orang tua itu,


"jika orang tidak memberikan tanggapan, maka mereka tidak inggin di ganggu, apa kalian tidak mengerti" balas Rio yg telah menghentikan kegiatan nya.


''tapi anak muda bukan nya itu tandanya tidak menghargai orang lain'' sanggah orang tua itu.


Rio mengangkat sebelah alis mata nya memperhatikan orang tua itu,


''rupanya orang yg akan segera mati, aku bukannya tidak mau menghormati mu, tapi aku terlalu malas terlibat dengan orang yg berkedudukan, yg kebanyakan sombong dan menindas yg lemah'' balas Rio pada orang tua itu.


orang tua itu terdiam mendengar ucapan Rio, ''dari mana kau tau tentang kondisi ku'' tanya orang tua itu.


Rio tiba-tiba muncul di depan orang tua itu, lalu menotok berbagai tempat di tubuh nya di akhiri pukulan dengan telapak tangan di perutnya,


''itu hadiah dari ku orang tua, karena kau seperti nya orang baik, kau hanya bisa bertahan satu tahun lagi'' Ucap Rio lalu pergi


orang tua itu terduduk dan memuntahkan darah hitam yg cukup banyak.


''panglima, apa ada baik baik saja'' tanya pengawal nya


setelah memuntahkan darah hitam, orang tua itu tidak merasa sakit tapi merasa lebih bertenanga dan perlahan tenaga dalam nya terisi kembali.


''dimana anak muda itu'' tanya orang tua itu mencari keberadaan Rio.


''tadi dia ada di sana panglima'' jawab pengawal nya.


''cari tahu keberadaan nya, hanya dia yg bisa menyembuhkan ku'' ucap orang tua itu.


''baik, panglima''


.....*Bersambung.


jangan lupa dukung novel ini jika suka.


dengan like, komen, favorit, vote, dan rate 5bintang.


Terima kasih*.

__ADS_1


__ADS_2