
kencan dengan Siska.
Ting.
[ misi perunggu : gagalkan rencana Dinda.
hadiah : 500 juta + 50% saham Sumsang grup.
hukuman : -1 level kekayaan.
waktu : 3 jam (03:00:01).
status : selesai. ]
Dinda dan Tuan tomi berserta asisten nya, terlihat mereka telah kembali terjaga dari efek obat yang perangsang.
"ah~ tuan Tomi ku harap kamu menepati janji ?'' ucap Dinda, di seluruh tubuhnya nampak bekas percintaan mereka.
''haha~ kamu memang yang terbaik Nona Dinda, tenang saja sesuai kesepakatan. proyek akan jatuh pada perusahaan keluarga mu'' tuan Tomi membelai pipi Dinda.
di saat mereka tengah memakai pakaian. pintu ruangan di buka, masuk beberapa polisi beserta wartawan.
''ada apa ini ?'' ucap Tomi panik, sedangkan Dinda bersembunyi di balik tubuh Tuan tomi.
''kalian kami tangkap, atas tuduhan pembuatan dan penyebaran video tidak senonoh !''
mereka bertiga pun di tangkap dan di bawah ke kantor polisi untuk di proses. berbagai stasiun televisi menyiarkan berita mereka bertiga yang di tangkap.
...
di dalam mobil, Rio sedang bersama Siska yang duduk di samping nya. setelah keluar dari restoran, Rio dan Siska pergi dari sana
''bagaimana bisa kamu melakukan semua itu ?'' tanya Siska menatap wajah tampan Rio.
''itu hanya sebagian kemampuan ku ! jangan menatap ku seperti itu'' ucap Rio fokus menyetir mobilnya.
"Terimakasih telah membantu ku, terhindar dari rencana jahat Dinda" ucap Siska.
"ya ! sama-sama sudah seharusnya aku membantu mu, kita kan sudah berteman lama !" ujar Rio.
Siska diam.
"hanya teman ! kamu itu tidak tahu, apa pura-pura tidak tahu ! aku sudah lama menyukai mu sejak kita masih di SMA" gumam Siska menolehkan kepala, melihat keluar jendela mobil.
hening tidak ada pembicaraan lebih lanjut antara Rio dan Siska.
drrt~
suara panggilan telpon di ponsel Rio.
__ADS_1
"halo" Rio menjawab panggilan telpon.
"halo! tuan Rio saya direktur Sumsang grup. mengucapkan selamat atas kepemilikan 50% saham perusahaan kami! apakah tuan akan datang ke perusahaan ?"
"tidak, saya tidak akan datang! saya hanya akan menerima keuntungan dari saham saya saja. kalian urus saja seperti biasanya"
"Baik, Tuan"
panggilan berakhir, Siska diam hanya mendengarkan pembicaraan Rio dengan seseorang di telpon.
"kamu berinvestasi ! kapan kamu membuka perusahaan mu sendiri ?" tanya Siska
"untuk sekarang mungkin tidak, aku tidak ingin terlalu mencolok !" jawab Rio.
tidak lama Rio dan Siska sampai di kediaman keluarga Siska. setelah mengantarkan Siska, Rio kembali pulang menuju kediaman nya.
sampai di rumah mewah kediamannya, Rio melihat 3 wanita cantik sedang bercengkrama di atas sofa. mereka adalah para wanita Rio? Milla, wily dan Nadia.
"kalian sudah pulang dari belanja nya ?" ucap Rio mendekati mereka bertiga.
"ya ! belum lama kami sampai di rumah, dari mana kamu sayang ?" ucap wily.
"tadi habis menolong Siska!" balas Rio.
"emangnya, kenapa dengan Siska ?" tanya Milla.
kemudian Rio menjelaskan kronologi kejadian yang di alami Siska pada 3 wanita nya.
"em~ apa kamu tidak menyukai Siska ?" tanya Nadia sedari tadi mendengarkan cerita Rio.
"kamu itu berbeda dari yang lain! jika kami sendirian melayani mu, itu tidak akan bisa memuaskan mu" ucap Milla.
"sudah terlambat jika kamu bertanya bersedia atau tidaknya kami, jika kamu menambah wanita lagi. lihat sekarang! kami semua wanita mu, apakah kami terlihat keberatan berbagai! dengan stamina mu itu, tidak akan sulit bagi mu memuaskan kami bersamaan" tutur wily.
"asalkan kau tidak condong ke satu wanita, cinta mu harus sama rata pada kami" timpal Nadia.
"em~ ya aku mengerti! jadi sekarang bisakah kalian melayani ku? hehehe '' ucap Rio menatap ketiga wanita di depannya.
''kami lelah sehabis berbelanja, dengan Nadia saja'' ucap wily dan Milla lalu pergi Naik ke kamar mereka masing-masing.
''aku juga lagi capek setelah bekerja'' ujar Nadia ikut pergi meninggalkan Rio di atas sofa sendirian.
''hah~ sepertinya kamu tidak bisa bermain di lembah malam ini'' lirih Rio pada Naga kecil
''apa aku sebaiknya menemui Siska'' gumam Rio.
''aku akan pergi keluar! baik - baik di rumah, jangan mencari ku" teriak Rio lalu pergi keluar kediamannya.
di dalam mobil Rio mengambil ponsel nya, lalu menghubungi Siska.
Siska : halo.
Rio : Siska! apakah kamu ada waktu luang ?.
__ADS_1
Siska : ya , aku sedang tidak ada kerjaan.
Rio : kalau begitu mau temani aku jalan -jalan nggak ?.
Siska : kemana ?.
Rio : kemana ajalah, ngabisin waktu! kamu nggak mau ?.
Siska : ya aku mau.
Rio : sekarang aku jemput kamu.
Rio menutup panggilan telpon, segera melajukan mobil menuju kediaman keluarga Siska.
...
di kediaman Rio, di dalam sebuah kamar. Milla, wily dan Nadia terlihat bersama di sana. mereka mengobrol dan tertawa bersama.
"apa tidak apa - apa kita bersikap begitu pada nya ?" ucap Milla.
"ya tidak apa - apa sekali kali kita mengerjai nya, lagian kasian Siska tidak ada kepastian dari nya. kita hanya mendorong nya saja, masalah mereka akan bersatu atau tidak itu keputusan Rio'' ujar wily.
''sebenarnya aku tidak rela ia menambah lagi wanita, tapi mau bagaimana lagi! ia terlalu luar biasa. akan banyak wanita tertarik padanya ? kita juga harus membatasi nya ?'' timpal Nadia.
''ya ! kita akan membahas nya, setelah kita para wanita nya berkumpul'' sahut Milla.
...
setelah 20 menit Rio sampai di kediaman keluarga Siska. di depan kediaman, terlihat Siska yang telah menunggu kedatangan Rio.
segera Rio membawa mobilnya menghampiri Siska. ia turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Siska.
tumben sekali dia bersikap romantis seperti ini!
lalu Siska masuk ke dalam mobil, Rio menutup kembali pintu mobil. setelah itu ia masuk ke dalam mobil, melajukan mobilnya meninggalkan kediaman keluarga Siska.
"mau kemana kita?" ucap Siska.
"kencan" balas Rio singkat.
"apa~ jangan bercanda itu tidak lucu ?" teriak Siska terkejut atas ucapan Rio.
"emangnya aku suka bercanda !" Rio memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
''apa kamu tidak mau ?'' tanya Rio menatap mata Siska.
Siska menunduk malu, wajah nya bersemu merah. ''aku hanya terkejut, siapa bilang aku tidak mau'' jawab Siska. ''jangan menatap ku seperti itu, aku malu'' sambung Siska.
''Malam ini kita akan menghabiskan waktu bersama ! jadi jangan malu, aku milikmu malam ini'' bisik Rio di telinga Siska.
blus~
tubuh Siska bergetar, wajah nya semakin memerah ''kau hanya menggoda ku saja!'' Siska melengos kan wajah nya melihat keluar jendela mobil.
__ADS_1
''aku tidak bercanda !'' Rio menarik dagu Siska, hingga wajah Siska menghadap nya. cup~ Rio mengecup Bibir Siska.
....Bersambung!