System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.39


__ADS_3


Dinda.



''Din, jangan cepat cepat! tunggu aku" ucap Siska lari joging mengejar wanita di depannya.


"kamu itu yang lambat Siska! kejar aku" balas wanita di depan menoleh ke belakang melihat Siska.


"awas Din" teriak Siska memperingati


Buk.. wanita itu menabrak seorang pria tampan, secara reflek sebelum ia jatuh pria itu menangkap pinggangnya agar tidak jatuh.


wanita itu terkesima menatap wajah pria tampan itu. "tampan" gumamnya yang dapat di dengar pria itu.


''ehem'' Siska membuyarkan lamunan wanita itu. ''Siska'' ucap pria itu, wanita itu terkejut pria di depan nya mengenali sepupunya Siska.


''siapa dia sis?'' tanya wanita itu pada sepupunya Siska masih dengan memandangi wajah tampan di depannya.


kemudian Siska menjelaskan dan memperkenalkan wanita itu yang ternyata adalah Dinda pada Rio.


''namanya Rio ya"


"sebaiknya kita cari tempat lain untuk mengobrol" ucap Dinda berharap untuk bisa dekat Rio.


"bagaimana Rio apa kamu mau?" tanya Siska.


Rio mengangguk tanda setuju.


"yes dia mau?" batin Dinda senang. "di sana ada cafe! kita ke sana saja" lanjut Dinda menyarankan.


mereka pergi menuju cafe, Rio mengendarai mobil sport Ferrari milik nya dan Dinda pergi bersama Siska menggunakan mobil milik nya.


"tampan kaya pula! sempurna, kau harus menjadi milik ku" batin Dinda menatap Rio yang berada di depan.


Dinda tidak melihat Siska yang ada di samping nya, Siska tengah tersenyum bahagia bertemu dengan Rio yang sangat ia rindukan, setelah kama tidak bertemu sejak ia lulus SMA.


kini mereka telah berada di dalam cafe tidak jauh dari taman, Rio duduk di depan Dinda dan Siska.


''oh ya Rio! setelah ini kamu kuliah di mana?" tanya Siska.


"universitas xxx di jakarta" jawab Rio.


"wah sama dong! aku juga mau kuliah di sana, Siska juga kuliah di sana" ujar Dinda dengan senyuman menatap Rio di depannya.


"oh kamu kuliah di sana ya Siska!" Rio hanya bertanya pada Siska tidak menanggapi Dinda.


"iya! aku ikut orang tua ku di sana, semenjak lulus dari SMA" jawab Siska dan lanjut bertanya pada Rio.

__ADS_1


"kapan kamu rencananya berangkat ke Jakarta Rio"


"seminggu lagi mungkin, setelah acara kelulusan di sekolah" balas Rio.


"wah kita bisa pergi bareng! aku sama Siska seminggu lagi juga berangkat ke Jakarta" sahut Dinda.


cukup lama mereka mengobrol di cafe hingga menjelang siang. "aku pergi dulu" ucap Rio pamit pergi.


"ya sampai bertemu lagi Rio" balas Dinda.


sedangkan Siska hanya tersenyum dan melambaikan tangannya pada Rio.


Rio kembali ke kediaman orang tua nya. setelah satu minggu dan telah mendapatkan surat kelulusannya Rio bersiap pergi ke bandara.


ia pergi ke bandara bersama dengan keluarganya dan Dewi, Dimas dan Andi, di bandara Rio terlebih dulu melepas kepergian Dewi.


cup. Dewi mencium bibir Rio "dah sayang!" ucap Dewi pergi bersama Dimas menuju pesawat mereka.


"aku juga harus pergi! sampai jumpa lagi Rio" ucap Andi lalu pergi ke pesawatnya.


Rio menghampiri keluarga nya.


"mah, pah, Rio berangkat dulu! jaga diri kalian" ucap Rio.


"kamu juga nak, jaga diri baik baik di sana, belajar yang benar" balas mamah Rio.


"baik kak" jawab Ria adik Rio.


setelah pamit, Rio pergi menuju pesawat nya dengan penerbangan ke Jakarta menggunakan kelas bisnis. di kelas bisnis Rio melihat Siska dan Dinda yang telah duduk di kursi.


di sana dalam kelas bisnis, juga ada seorang wanita cantik awal 20an, bersama dua orang berjas hitam yang tampak seperti pengawal.


"hey Rio" ucap Dinda melambai tangan. sedangkan Siska hanya tersenyum juga melambaikan tangan nya.


Rio mengangguk dan tersenyum, lalu duduk di kursi yang sesuai dengan tiketnya.


''apa masa depan telah berubah? dengan aku bertemu dengan Dinda, yang harus nya masih lama pertemuan kami!" batin Rio.


di dalan pesawat selama penerbangan, Dinda terus mengajak bicara Rio, sedangkan Rio hanya membalas seadanya tidak berlebihan, sesekali Siska juga berbicara pada Rio.


Dinda melihat Rio lebih menanggapi Siska, dia merasa geram melihat Siska sepupunya yang sepertinya juga menyukai Rio.


"dia milik ku" gumam Dinda menatap tajam pada Siska yang tengah mengobrol dengan gembira bersama Rio.


Rio menyadari reaksi Dinda hanya tersenyum kecut "dia tidak berubah" batinnya.


Ting.


[ misi gold: selamatkan pesawat dari pembajakan ]

__ADS_1


[ hadiah: exp +10, semua stat +10, poin shop +1000 ]


[ hukuman: semua stat -10 ]


Rio mengernyitkan dahi melihat misi yang di dapatkan nya. tidak lama bunyi tembakan dari tempat kelas ekonomi. Dor


tidak lama kemudian datang 4 orang dengan senjata api di tangan mereka, lalu 1 dari mereka pergi menuju ruang kokpit pesawat.


Dor.. "jangan ada yang melawan! jongkok di tempat duduk kalian".


"itu wanita nya ketua" seseorang dari mereka, menunjuk wanita cantik yang bersembunyi di balik dua pria berjas hitam.


"siapa kalian?" ucap salah satu pria berjas hitam.


"kau tidak perlu tau"..


Dor tembakan tepat di bahu pria berjas hitam itu, hingga dia terjatuh.


akh.. teriak kesakitan pria berjas hitam yang terkena tembakan. pria berjas hitam lainnya tetap melindungi wanita cantik itu di belakang diri nya.


" jika kalian melawan aku akan membunuh kalian! cukup turuti kata kata ku" ucap Ketua dari para pembajak.


"nona Nadia anak dari mentri Pertahanan! saya harap anda bekerja sama dengan kami, jika tidak..." Dor.. tembakan yang di lakukan ketua para pembajak, ke arah kaki pria berjas hitam yang masih berdiri di depan wanita itu, hingga pria berjas itu tersungkur.


"baiklah! tapi kalian jangan lukai siapapun" balas wanita itu yang bernama Nadia dengan suara yang tegas, tidak ada ketakutan.


"wanita yang menarik" gumam Rio melihat Nadia, yang tidak menunjukkan ketakutan terhadap ketua dari pembajak.


Dinda dan Siska ketakutan mereka berjongkok di balik kursi mereka bersembunyi.


"sekarang nono Nadia hubungi Ayah mu?" ucap Ketua para pembajak sambil menodongkan senjatanya pada Nadia.


Nadia mengambil ponsel nya, kemudian melakukan panggilan.


"lakukan pengeras suara" perintah ketua pembajak. Nadia pun melakukan nya.


"halo nak" suara di balik telpon terdengar.


"halo pak Mentri!" jawab si ketua pembajak.


"siapa kau? kenapa ponsel anak ku bersama mu" balas pak mentri


"kamu tidak perlu tau siapa aku! cukup turuti keinginan ku, anak mu beserta para penumpang pesawat akan aman" ancam si ketua pembajak.


"cih kalian para *******, menggunakan nyawa orang tak bersalah demi tujuan kalian! cepat katakan apa mau kalian?"


"hehe jangan mengajari kami masalah keadilan pak mentri!, karena yang kuat lah yang berkuasa di negara ini, kalian para penguasa menggunakan kekuasaan kalian untuk keuntungan pribadi, kalian tidak jauh berbeda dengan kami, jadi kami tidak perlu nasehat dari kalian"


...... Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2