
pembunuh bayaran.
Nadia menundukkan kepala, wajahnya bersemu merah. ia merasakan nafas Rio yang menggelitik tengkuk lehernya, membuat nadia tanpa sadar mengerang. Em~
"kau terlihat imut dengan wajah yang memerah" bisik Rio kembali. Em~ erang Nadia kembali, saat rasa sensitif nya di picu Rio.
di lain tempat, kediaman keluarga goma.
''Ayah mereka menghina ku dan keluarga kita! ayah harus memberi mereka pelajaran, kita tak bisa membiarkan mereka merendahkan keluarga kita. yang merupakan keluarga beladiri dan pengusaha ternama di sini. "
Alex mengadu Ayahnya, agar helmi ayahnya mau membalaskan penghinaan yang di alaminya.
''apakah kau tau, siapa mereka?'' tanya helmi ayah Alex.
''ya mereka hanya pebisnis kecil yang menghadiri pertemuan antar pebisnis'' tutur Alex membohongi ayah nya, untuk meyakinkan ayahnya agar membalas mereka.
''kita akan ke sana!'' helmi pergi di ikuti alex dan anak buahnya.
kembali ketempat Rio.
Rio dan Nadia memasuki ruang pertemuan. banyak mata memandangi mereka, para pria muda bertanya-tanya! siapa pria yang bersama nona Nadia?
mereka berdua berjalan nampak serasi. yang satu tampan dan berkarisma, yang satu lagi cantik dan elegan. mereka menjadi pusat perhatian. apa lagi dengan status Nadia yang tinggi, menjadi incaran para pria muda.
''Rio'' Tiba-tiba ada suara familiar memanggil. Rio menoleh dan melihat ayahnya yang juga menghadiri acara ini.
Rio mengajak Nadia mendekati ayahnya. ayah Rio melihat Nadia, ia begitu terkejut. karena ayah Rio tahu, siapa wanita yang bersama anaknya?
ayah melihat, Rio. bertanya apa hubungan nya dengan wanita di samping Rio? kemudian Rio memperkenalkan Nadia pada ayahnya.
''rupanya kau, tuan muda dari Pratama group yang kaya raya ya?'' bisik Nadia pada Rio.
''kenapa? apa kamu tertarik kepada ku?'' balas Rio.
cih~ Nadia melengos mendengar bisikan Rio.
Ting.
[ mendeteksi keberadaan sistem lain ]
Rio mengerutkan dahinya, ''dimana posisinya''
[ 50 meter sebelah kiri, seorang pelayanan ]
''mungkin kah dia sedang menyamar'' gumam Rio.
banyak pria mencoba mendekati Nadia, tapi semuanya gagal karena adanya Rio di samping Nadia. yang baru mereka ketahui bahwa Rio adalah tuan muda pratama group. perusahaan besar yang menguasai pasar bisnis kota surabaya.
selama acara, ayah Rio menemui beberapa orang pebisnis. guna mencari relasi untuk mengembangkan perusahaan di kota lainnya.
kemeriahan acara terganggu dengan kedatangan goma group. terlihat helmi dan anaknya di temani bawahan mereka.
''itu ayah, mereka orang nya!'' alex menunjuk ke arah Rio dan Nadia.
kemudian mereka mendekati Rio dan Nadia. helmi melihat Rio dan Nadia, tapi dia tidak mengenali mereka.
__ADS_1
''apa kalian yang berani menghina keluarga ku dan anak ku ?'' kata helmi menajamkan tatapan nya pada Rio dan Nadia.
semua orang di sana hening, melihat aksi dari helmi dan orang-orang nya. yang seperti tidak memperdulikan dimana ia sedang berada.
tidak ada tanggapan dari Rio dan Nadia yang hanya diam dan melirik helmi dan yang lainnya.
trap~ trap~
pengawal Nadia mendekati rombongan helmi.
''dengan hanya pengawal kalian ini, berani menghina keluarga ku! di tempat kekuasaan ku" Helmi meninggikan suaranya.
"habisi mereka" sambung Helmi dengan penuh kemarahan, karena ia merasa di rendahkan.
para anak buah helmi bergerak menyerang para pengawal Nadia.
Dor~ dor~
para pengawal Nadia menembaki anak buah Helmi. mereka semua terkapar bersimbah darah.
Helmi terkejut diam, dengan kejadian di depan matanya. ia merasa identitas orang di depan nya tidak biasa. mereka memiliki senjata api, dengan mudahnya mereka menembak seseorang.
Helmi melihat semua orang di sana yang bersikap biasa saja dan memandanginya dengan tatapan kasihan.
badan nya bergetar, ia menyadari bahwa ia menyinggung orang yang salah. begitu juga Alex yang wajahnya memucat, ketakutan.
"kalian memaksa ku" teriak Helmi, ia merasa tidak lagi bisa mundur dan memutuskan bergerak sendiri.
helmi menggunakan tenaga dalamnya dan ilmu bela dirinya menyerang ke arah Nadia, ia bermaksud menyandera Nadia.
Nadia melihat Helmi yang bergerak ke arah nya.
Helmi yang merasa Nadia tidak bisa melawannya, menyunggingkan bibirnya tersenyum. buk~ Nadia menangkis serangan Helmi dan balas menyerang Helmi.
terjadi pertarungan cukup seimbang antara Helmi dan Nadia. saat terjadi pertarungan si pembunuh mulai bergerak, mengambil kesempatan Nadia yang sedang bertarung.
si pembunuh yang menyamar sebagai pelayan, bergerak cepat seperti bayangan hitam. ia melesat sampai di belakang Nadia, dengan sebuah belati di tangan nya.
Bom~
Rio muncul berteleport dan menendang si pembunuh, hingga dia terlempar menabrak dinding. Nadia terkejut atas serangan si pembunuh, ia meninggalkan Helmi dan bergerak cepat menuju si pembunuh.
karena Nadia memiliki misi, ia harus mengalahkan si pembunuh. Helmi mengambil kesempatan untuk Kabur dari sana. semua orang melarikan diri dari sana, karena terjadinya keributan.
si pembunuh berdiri setelah menabrak dinding. muncul Nadia di samping nya, melayangkan tendangan. bom~ si pembunuh terlempar kembali.
''ahkk~ sial'' teriak si pembunuh kesakitan.
Rio berteleport, muncul di belakang si pembunuh. ia melakukan tendang memutar dengan mengalir sihir petir di kakinya. menghantam tubuh si pembunuh hingga terjatuh di lantai.
Bom~
tercipta lubang di lantai, karena kekuatan tendang Rio.
uhuk~ uhuk~
si pembunuh batuk darah yang keluar dari mulut nya. ''siapa kau? mengganggu ku!'' tubuh si pembunuh lemas, mati rasa akibat sihir petir Rio.
''malaikat kematian mu..!'' Rio menginjak tubuh si pembunuh, menyalurkan sihir petir lagi pada si pembunuh.
__ADS_1
akh~ ahk~ teriakan si pembunuh, menggema di dalam ruangan. membuat sebagian orang yang masih ada di dalam ruangan merinding.
Ting.
[ mendeteksi sistem dewa kematian ]
[ serap / gabungkan ]
"serap! aku tidak perlu sistem jahat seperti itu"
[ proses penyerapan 1% 10 25%.....
akh... teriak kesakitan si pembunuh, saat proses penyerapan sistem nya.
''kamu.. ternyata..!'' ucapan si pembunuh terputus.
65% 75%... 100% selesai ]
si pembunuh mati setelah sistem nya, di serap Rio.
Ting.
[ tubuh naik level 5 ...
energi naik level 6 ...
kekayaan naik level 4 ...
mendapatkan kemampuan aktif: transformasi ...
mendapatkan kemampuan pasif: master assasin ...
mendapatkan 10 miliar ]
hm.. lumayan..!!!
Ting.
[ misi perak : lindungi Nadia dari pembunuhan.
hadiah : 1 miliar + kemampuan pasif : master Bisnis.
hukuman : kematian Nadia.
waktu : 01:00:01.
status : selesai ]
''kenapa kamu membunuh nya, aku belum menanyakan siapa yang mengirim nya..?'' Nadia mendekati Rio.
''aku tidak menyangka jika dia terlalu lemah. sekali injak langsung mati'' kata Rio menaikkan pundaknya, merasa tidak bersalah.
''Oh dimana orang yang sebelumnya..?'' sambung Rio, Pura-pura tidak tahu. ia hanya memancing Nadia untuk berurusan dengan keluarga goma dan group goma.
Nadia segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling. tapi ia tidak menemukan Helmi dan yang lain nya.
''cari tahu dimana dan kemana orang - orang tadi pergi..! bawa semua pasukan habisi mereka semua! bila perlu bawa alat perang'' teriak Nadia pada Pengawal nya.
semua orang yang kembali kedalam ruang, Bergidik ngeri mendengar ucapan nadia.
__ADS_1
....Bersambung!