
Rio di tangkap.
"jangan bergerak segera ikuti kami" teriak seorang petugas kepolisian menodongkan senjata pada Rio.
"apa maksudnya ini?" balas Rio.
"kamu di duga sebagai komplotan terorisme, dan kamu juga membunuh orang di dalam pesawat, kami akan menahan mu" teriak kembali petugas polisi itu.
para penumpang pesawat yang telah keluar dari Bandara terkejut, melihat tindak polisi yang mau menangkap Rio, yang telah menyelamatkan mereka.
''apa ini pak polisi? dia yang menyelamatkan kami, kenapa malah menangkapnya" ucap salah satu penumpang.
''kalian itu tidak tau apa apa! dia ini hanya berpura-pura biar tidak ketahuan! sebaiknya kalian diam, jangan mengganggu tugas kami, atau kalian juga kami tangkap! segera tangkap dia, bawa ke kantor'' ucap petugas polisi itu.
segera petugas polisi lainnya menangkap Rio, Rio hanya diam tidak melawan. ia di bawa ke dalam mobil polisi dan lalu di bawa ke kantor polisi.
para penumpang pesawat geram atas tindakan petugas polisi yang sewenang-wenangnya, mereka memposting video penangkapan Rio. berharap itu akan Viral dan dapat membantu Rio.
di dalam mobil polisi,
''selamat kapten, dengan menangkap nya. aku yakin kapten akan mendapatkan naik pangkat''
''haha iya, nanti kalian akan aku traktir di bar langganan kita, kalian bisa minum sepuasnya dan memesan wanita juga tentunya'' Ucap petugas yang menangkap Rio tadi.
...
setelah berita pembajakan pesawat ramai disiarkan di televisi, hingga membuat heboh. kemudian Viral sebuah video penangkapan Rio yang di lakukan oknum polisi di media.
di kediaman mentri pertahanan.
''apa ini Ayah! orang yang menyelamatkan ku, di tangkap apa ini cara kita berterimakasih padanya" ucap Nadia.
pak Mentri geram setelah melihat video yang viral. brak... "kenapa kalian hanya diam?, segera urus kejadian memalukan ini" teriak Mentri pada para ajudannya.
di kantor kepolisian.
Rio tengah di interogasi, dengan cara di pukuli, tapi Rio tidak bergeming, berteriak pun tidak.
"segera mengaku bahwa kau adalah komplotan terorisme! atau aku akan menyiksa mu lagi" ancam kapten polisi yang menangkap Rio.
__ADS_1
Rio masih tetap diam dengan pandangan tajam, seakan bisa membunuh seseorang. Buk.. buk berbagai tendangan, pukulan di layangkan petugas polisi pada Rio.
mencoba membuat Rio mengakui bahwa ia adalah anggota terorisme. (i'm not *******) :)
"kapten coba lihat video ini" ucap salah satu petugas polisi.
"apa itu" kapten itu melihat video di ponsel anggota nya. "cih.. biarkan saja! itu akan segera hilang sendiri, kita tinggal memberikan keterangan pada wartawan bahwa dia salah satu terorisme! itu akan menyelesaikan semuanya" ujar kapten itu dengan yakin.
tidak lama masuk pasukan khusus Mentri, kedalam kantor kepolisian. setelah itu masuk pak Mentri di ikuti Nadia anaknya.
semua petugas di kantor kepolisian memberikan hormat kepada Mentri.
"selamat datang pak" hormat kapten itu memberikan salam pada pak Mentri.
pak Mentri tidak menanggapi, dia terus berjalan di ikuti oleh semuanya, menuju sebuah sel penjara yang mengurung rio di dalamnya.
setibanya di depan sel penjara, terlihat oleh pak Mentri, kondisi yang di alami Rio. banyak luka lebam di tubuh Rio, ia juga hanya mengenakan ****** *****.
"lapor pak! dia adalah tersangka terorisme terkait pembajakan pesawat" ucap kapten itu memberikan laporan.
"benarkah? apakah ada bukti?" balas pak Mentri dengan nada dingin.
"dari keterangan para penumpang pesawat yang kami kumpulkan, dia adalah anggota terorisme yang bekerja sama dengan pembajak di pesawat, dia berpura-pura membunuh mereka untuk menutupi identitas nya" tutur kapten itu dengan penuh percaya diri.
"tangkap semua petugas yang terlibat! tanpa terkecuali, buka sel ini" ucap pak Mentri.
sebelum salah satu petugas membuka kunci pintu sel penjara, Rio berdiri.. krack borgol di tangan dan kakinya hancur berkeping-keping.
semua orang terkejut diam tidak bersuara. Rio berjalan ke arah pintu sel penjara, Bam... ia menendang pintu besi sel penjara hinga lepas, lalu ia keluar berdiri di hadapan semua orang.
"dimana barang barang ku?'' ucap Rio dengan suara yang menyeramkan.
''bawakan barang barang nya!" sahut Nadia memberi perintah. segera salah satu petugas membawa pakaian dan tas Rio.
Rio segera memakai pakaian nya, setelah itu ia memeriksa barang barang di dalam tasnya.
"hahaha! apa kalian miskin? sampai barang barang ku pun kalian ambil" teriak Rio dengan suara seram dan dingin.
semua orang di sana terdiam hanya menyaksikan Rio. melihat mereka yang diam, Rio geram... Bam ia memukul dinding hingga roboh, mengejutkan semua orang, hingga mereka Terbelalak.
kapten polisi yang menangkap Rio, bergetar tubuh nya, tanpa sadar tekencing di tempat.
"apa kalian tidak punya mulut?" Rio menatap semua orang"
__ADS_1
"i..ini" ucap kapten polisi mengeluarkan ponsel, dan dompet Rio, mukanya pucat dan tubuhnya bergetar.
Rio mengambilnya, "jangan sampai kita bertemu lagi! jika tidak" Bam.. tembok lain hancur di pukul Rio.
ia kemudian berjalan keluar dari kantor ke polisian. "tunggu" suara Nadia menghentikan Rio.
"Maafkan atas apa yang telah kamu alami! ini adalah kesalahan kami" ucap Nadia.
Rio hanya menatapnya dan berjalan kembali melewati Nadia, "aku terlalu malas berurusan dengan kalian! jangan lagi melibatkan diri ku, dan tolong hapus semua berita tentang ku, aku hanya ingin menjalani hidup ku dengan damai" ucap Rio tanpa berbalik, meninggalkan kantor kepolisian.
tubuh Nadia bergetar mendengar ucapan Rio, pak Mentri melihat sikap anaknya mengerutkan dahinya dan menggelengkan kepala.
"sungguh sayang sekali! dengan kemampuannya dia bisa menjadi tentara kuat negara ini! tapi kita malah mengecewakan dia" ucap ajudan Mentri yang di angguki semua orang.
...
Rio menggunakan taksi pergi menuju apartemen nya, sampai di gedung apartemen ia mendatangi pos keamanan.
"pak tolong antar kan saya! ke unit apartemen saya?'' ucap Rio menyerahkan surat kepemilikan apartemen.
''oh tuan Rio rupanya! saya telah mendapatkan informasi tentang kedatangan tuan, juga saya ingin memberitahukan mobil anda telah berada di parkiran basement, yang baru saja di antar pihak dealer mobil'' balas pak security
lalu penjaga keamanan itu membawa Rio memasuki gedung apartemen, menuju unit apartemen milik Rio.
''di sini tuan! ini unit apartemen milik tuan Rio'' tutur pak security.
''terimakasih pak!'' ucap Rio sambil memberikan satu lembar uang seratus ribu ''buat beli rokok pak'' ujar Rio.
''terimakasih tuan! saya pamit'' ucap pak security meninggalkan Rio.
Rio kemudian masuk kedalam apartemen, melihat lihat apartemen yang akan di tempati nya selama kuliah. kemudian ia masuk ke kamar utama yang akan menjadi kamarnya.
''sistem beli pil kecantikan tingkat rendah''
Ting.
[ pembelian berhasil, memotong 200 poin shop ]
lalu Rio mengambil pil kecantikan tingkat rendah dari penyimpanan sistem dan menelan nya. kemudian kulit Rio seperti terkelupas berganti kulit yang baru, semua lebam dan lecet di kulitnya pun hilang.
ia segera masuk ke dalam bathroom kamarnya, membersihkan diri di sana.
.....Bersambung!
__ADS_1