
taruhan Batu. revisi
Milla mendekati Siska dan berbisik "aku beri kamu kesempatan! pergunakan dengan baik"
kemudian Milla tersenyum, lalu masuk kedalam mobil Rio dan pergi.
''....... '' Siska terdiam, wajahnya bersemu merah.
"ayo, kita pergi" ucap Rio mengajak Siska.
1 jam perjalanan, ...
mereka akhirnya sampai di tempat judi batu. di sana terlihat banyak stand-stand yang menjual batu.
di sana juga terlihat banyak orang berlalu lalang dan memilih batu yang di jual.
Rio berjalan beriringan dengan Siska.
''dari mana kamu tau tempat seperti ini'' tanya Rio pada Siska.
'' karena keluarga ku memiliki bisnis perhiasan. keluarga ku sering mencari batu berharga di sini '' jawab Siska.
'' oh.. jadi begitu! apa kamu bisa membedakan batu yang memiliki giok atau permata? '' ujar Rio.
'' tidak..! aku tidak memiliki kemampuan itu. hanya seorang ahli yang bisa melakukannya '' balas Milla.
mereka berjalan bersama berkeliling di setiap stand. Rio menggunakan kemampuan identifikasinya, untuk melihat batu yang memiliki Giok atau permata.
banyak stand sudah di datangi Rio, tapi sampai sekarang ia masih belum menemukan batu yang berharga.
Rio tengah melihat lihat batu di salah satu toko.
''identifikasi'' Rio menggunakan kemampuan nya. ia melihat sebuah batu jelek dengan ukuran sedikit kecil, tapi di dalamnya terdapat cahaya berwarna merah!
'' hei.. cantik..! apa kamu sedang mencari batu yang berharga di sini ''
ucap seorang pria muda, yang datang dengan beberapa orang bersamanya.
''apa kamu tidak melihat..?'' balas Siska dengan dingin.
"hahaha~ aku suka wanita yang dingin! apa kamu sedang mencari batu giok?
tenang saja aku akan mencarikan untuk mu, tidak usah berterimakasih.
cukup kamu menjadi wanita ku saja dan aku akan memberikan nya pada mu'' ucap pria itu yang bernama Dodi.
''aku tidak membutuhkan nya..!'' balas Siska sinis.
''apa kamu lihat batu di tangan ku ini..?
ini adalah batu yang langsung di pilih oleh master Rudi, ahli batu terkenal''
teriak Dodi, sekaligus memperkenalkan seorang pria paruh baya di sebelah nya.
semua orang di sana berkumpul melihat keributan mereka.
''apa bagus nya batu itu? itu hanya biasa saja'' sela Rio yang dari tadi hanya diam.
''apa kamu meremehkan pilihan ku nak?'' teriak pria paruh baya yang bernama master Rudi.
__ADS_1
''aku tidak meremehkan mu, hanya saja menurut ku batu itu biasa saja!'' balas Rio.
''jika kamu berkata seperti itu! bagai mana kalau kita bertaruh saja..? yang kalah bersujud tiga kali'' ucap Dodi mengejek Rio.
''baiklah aku terima..!'' Rio segera membeli batu yang ia lihat tadi di tokoh.
''berapa batu ini pa?'' tanya Rio.
''10 juta tuan muda'' jawab penjual.
Rio segera Melakukan pembayaran.
''apa batu ini pilihan mu..? hahaha'' Dodi tertawa, mengejek Rio yang membeli batu jelek.
''tidak usah banyak bicara! segera kita buka saja..? kita lihat batu siapa yang berharga...?'' ucap Rio.
batu pertama yang di potong adalah batu Dodi.
sing...
suara mata gergaji mesin yang perlahan memotong batu. setelah terpotong terlihat warna hijau muda di dalam batu.
''ini adalah giok hijau muda'' ucap sang pemotong batu.
''hanya giok hijau muda! itu tidak terlalu berharga'' ucap seseorang di kerumunan.
''yang penting itu memiliki batu giok di dalamnya, sekarang giliran mu..!'' ucap Dodi masih dengan bangganya.
Rio berjalan mendekat ke mesin pemotongan, ia menyerahkan batunya untuk di potong.
sing...
perlahan batu terbelah menampakkan sinar berwarna merah. '
''.....''
seketika di tempat itu hening, hanya terdengar suara mesin pemotong yang masih menyala.
''aku beli 50 juta batunya'' teriak seseorang dalam kerumunan.
'' aku 60 juta....."
'' 70 juta..."
" 80 juta...''
banyak teriakan penawaran, ingin membeli batu giok merah delima Rio.
''mau kemana tuan Dodi! apa anda mau kabur dan tidak menepati taruhan?'' teriak Rio melihat Dodi dan rombongan nya, mencoba kabur dari tempat mereka.
haha... ''jadi kenapa kalau aku mau pergi? tidak ada yang bisa menghalangi ku" ucap Dodi merendahkan Rio.
"apa kamu yakin dengan ucapan mu?" balas Rio, ia perlahan mendekati mereka.
"hajar dia" ucap Dodi memerintahkan anak buahnya menyerang Rio.
buk.. buk..
4 pria anak buah Dodi tumbang terkapar di lantai. Rio menatap Dodi, badan Dodi mulai bergetar ketakutan.
"kau melakukannya sendiri! atau butuh bantuan ku?" ucap Rio.
Dodi bersujud 3 kali, lalu pergi bersama yang lain. "tunggu saja, aku akan membalas ini" batin Dodi.
__ADS_1
"tuan apa kamu menjual batu merah delima nya? saya akan menawar 150 juta" ucap seseorang pria paruh baya.
''ayah kenapa kamu di sini?'' ucap Siska mendekat ke ayahnya.
''ya seperti yang kamu lihat nak, ayah sedang mencari batu giok untuk perusahaan kita''
''oh... perkenalkan ayah, ini Rio'' Siska memperkenalkan Rio pada ayahnya.
''apa dia kekasih mu nak..?'' tanya Ayah Siska.
blush ...
wajah Siska bersemu merah karena pertanyaan ayahnya ''em.... bukan ayah, Rio adalah teman ku'' jawab Siska menunduk.
"kalau begitu saya Handoko! apa tuan muda Rio berminat menjual batu giok merah delimanya..?''
''ya~baiklah saya setuju''
setelah itu ayah Siska dan Rio melakukan transaksi.
Ting.
[ misi perunggu: dapatkan keuntungan 100.000.000.
hadiah: uang 100.000.000 + 1 unit rumah.
hukuman: kegagalan intim dengan Milla. status: selesai ( 150.000.000 / 100.000.000 ) ]
,...
setelah selesai Rio kembali sendirian ke apartemennya. sedangkan Siska di minta Rio kembali bersama pak handoko Ayahnya.
di dalam mobil pak handoko dan Siska.
''apa pria itu yang kamu sukai nak..?'' tanya pak handoko.
Siska hanya menganggukkan kepalanya.
''kamu harus berusaha jika ingin bersamanya, ayah rasa ia akan menjadi orang yang hebat"
''iya Ayah, Rio memang pria yang hebat! tapi di sisinya ada beberapa wanita cantik. aku tidak yakin apakah Rio menyukai ku..?''
''ya.. pria yang hebat akan memiliki banyak wanita cantik di sisinya. kamu harus berusaha nak dan tunjukkan padanya perasaan mu. sebelum kamu menyesal kemudian hari''
...
Rio kini telah sampai di apartemen miliknya. saat ia masuk kedalam apartemen, ia melihat milla yang tertidur di atas sofa.
ia mendekati Milla, melihat wajah milla.
cup..
Rio mencium kening Milla. setelah itu ia masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri di dalam bathroom.
setelah Rio masuk ke dalam kamar, Milla perlahan membuka matanya.
selesai membersihkan diri Rio keluar dari bathroom. saat keluar dari pintu, ia melihat Milla berada di atas kasurnya.
''apa kamu lupa dengan apa yang kamu katakan tadi pagi sayang?'' Ucap Milla.
Rio tersenyum... ''kamu yang memintanya sayang jangan mengeluh nantinya"
... Bersambung!
__ADS_1