System Raja Kekayaan

System Raja Kekayaan
Ch.34


__ADS_3


Dewi dalam masalah.



Tet..tet


jam pelajaran berakhir waktu nya jam istirahat bagi para siswa.


''hey Rio ,andi ! kantin yuk?" ajak Dimas yang baru datang bersama Dewi.


"kalian saja! aku mau tidur" ucap Rio meletakkan kepala nya di atas tangan di meja, lalu memejamkan mata.


Dewi menggigit bibir nya yang tipis, bingung atas perubahan Rio yang jauh lebih dingin dan cuek, dan terkesan menghindari dirinya. Dewi menghentakkan kakinya dan pergi keluar dari kelas Rio dengan mata yang berkaca kaca.


Rio yang memejamkan mata nya mengetahui Dewi yang marah pada nya tapi ia sengaja melakukan itu untuk menjauhkan Dewi darinya.


aku tidak ingin kamu dalam masalah jika berada di dekat ku! monolog Rio.


Andi dan Dimas hanya menghela nafas, melihat perubahan mendadak Rio yang tidak mereka mengerti.


Dewi berlari keluar dari gedung sekolah menuju taman sekolah, Ia duduk di bangku taman, di bawah pohon yang rimbun. Dewi menitikkan air mata sedih akan Rio yang menghindari dirinya.


Rio melihat Dewi yang berada di bangku taman, dari jendela kelas di tempat duduk nya yang mengarah ke taman.


tidak jauh dari taman ada seorang pria dan wanita tengah menatap Dewi,


''kamu lakukan yang ku minta tadi'' ucap sang pria.


''Baik! tenang saja semua pasti beres, jangan lupa bayaran nya" jawab wanita itu pergi ke arah Dewi. ia adalah Siti teman sebangku Dewi di kelas.


"Dewi! kenapa kamu menangis" ucap siti.


"tidak aku baik baik saja!" jawab Dewi menghapus air mata di pipinya.


"em karena kamu sedang sedih! gimana kalau kita karaoke sehabis pulang sekolah? agar kamu nggak sedih lagi Dewi!" ajak Siti dengan wajah yang berpura-pura sedih.


"Baiklah! nanti kita karaoke" jawab Dewi tidak mencurigai niat Siti sebenarnya.

__ADS_1


"ya udah aku duluan ke kelas Wi! aku tunggu di kelas" ujar Siti berlari ke gedung kelas, Dewi menuju seorang pria yang tetap menunggu di sana memberikan laporan. "semuanya beres! sesuai rencana".


pria itu mengangguk "bagus, Dewi sebentar lagi kamu tidak akan bisa menolak ku lagi" Ucapnya dengan seringai senang di bibir nya.


setelah pulang sekolah Rio pergi ke parkiran bersama Andi dan Dimas. ia tidak melihat Dewi bersama Dimas, "dimana Dewi" tanya Rio melihat Dimas.


"entahlah! dia bilang mau pergi bersama temannya" jawab Dimas.


Rio mengangguk pertanda mengerti, kemudian pergi dengan motor nya. "em sebaiknya aku pergi ke perusahaan ayah! untuk mengecek langsung kondisi di sana. apa ayah mendengarkan perkataan ku kemarin?" monolog Rio, sambil mengendarai motor sport kawasaki menuju perusahaan ayah nya.


sedangkan Dewi pergi bersama Siti menuju tempat karaoke, ia ingin melepaskan rasa sedihnya. di belakang mereka terlihat seorang pria mengikuti dengan hati hati.


30 menit Rio sampai di perusahaan ayah nya, ia masuk berjalan menuju ruangan Kantor ayah nya. di sana Rio melihat lihat staf karyawan ayahnya. ia menggunakan skill identifikasi pada semua karyawan yang dia lihat, mencari penyusup yang bekerja sama dengan pihak Goma group.


Rio menemukan beberapa orang karyawan penyusup. setelah mengetahui nya Rio masuk ke dalam kantor ayah nya.


tok.. tok..


Rio membuka pintu kantor ayah nya dan memasukinya. "ayah! apa kamu sedang sibuk" ucap Rio menyapa ayah nya duduk di sofa.


"tidak terlalu nak" jawab ayah Rio berdiri dari kursi kerja nya berjalan menuju sofa di sana.


"yah benar seperti yang kamu ucapkan nak! ayah mengetahui bisnis kotor mereka, dan mengurangkan bekerja sama dengan mereka, terimakasih sudah memperingatkan ayah" ujar ayah Rio dengan senang.


"sama sama ayah, Rio tidak ingin ayah tertipu oleh mereka! dan ayah aku memiliki nama nama karyawan yang tidak baik bagi perusahaan Ayah" ucap Rio menuliskan nama karyawan yang di identifikasi oleh ia kepada ayah nya.


"baiklah nak, ayah akan menyelidiki kinerja mereka" ayah Rio melihat catatan yang di berikan Rio.


"masalah perusahaan ayah telah beres! sekarang sebaiknya aku pulang?"


Ting.


[ misi perak: selamatkan Dewi dari bahaya ]


[ hadiah: 1 kotak perak ]


[ hukuman: -1 level dan -10 poin stat ]


Rio sedang mengendarai motornya terkejut dengan misi yang dia dapatkan, ia panik tidak tahu harus kemana mencari Dewi.

__ADS_1


"sistem cari dimana keberadaan Dewi"


[ proses pencarian 1% 10% 30% 60% 85%..100% ]


[ di jalan xxz, gedung karoke xxx , ruangan no.x ]


setelah tau posisi Dewi Rio mengemudikan motornya dengan kecepatan penuh.


di ruangan karaoke Dewi memesan minuman dan makanan, lalu Siti keluar ruangan mengambil minuman dari pelayanan memasukan obat perangsang ke dalamnya.


membawa minuman ke dalam ruangan,


"kenapa kamu yg membawanya Siti" tanya Dewi melihat Siti yang membawa pesanannya tadi.


"ah aku ketemu pelayan di luar jadi aku membawanya masuk" jawab Siti sedikit gugup.


"oh! sekarang giliran kamu Siti itu lagu yang kamu pilih" ujar Dewi memberikan mic kepada Siti.


Siti mengambil mic dan mulai bernyanyi, ia sesekali memiliki Dewi yang tengah makan dan minum pesanannya tadi. melihat Dewi meminum minuman yang telah dia campur obat perangsang, Siti tersenyum menyeramkan.


setelah beberapa menit efek obat perangsang terlihat pada tubuh Dewi, yang mulai gelisah merasakan hawa panas pada tubuh nya dan nafas nya mulai memburu.


Dewi mencoba berdiri dan keluar dari ruangan ingin ke toilet. melihat itu Siti menghalangi pintu "mau kemana Dewi?" ujar Siti tersenyum.


"aku mau ke toilet Siti awas aku sudah tidak tahan ingin pipis" jawab Dewi tersengal sengal.


"tidak usah kemana-mana! kamu bukan ingin pipis tapi tengah bergairah" suara Siti mengejutkan Dewi, di tengah keterkejutan Dewi masuk seorang pria muda tampan.


"kamu... fery ke... na..pa ada disini" ucap Dewi terbata bata dengan nafas yang semakin memburu, wajahnya memerah. dan mulai mundur menjauh dari Siti dan fery, pria yang merencanakan semua ini.


"kamu akan menjadi milik ku selamanya Dewi" suara fery semakin membuat nafas Dewi memburu.


"Siti rekam kami berdua, bayaran telah ku kirim di rekening mu" ucap fery memberikan ponsel nya pada siti. "Ok" jawab Siti dengan gaya cameraman merekam fery yang berjalan mendekat ke Dewi.


pakaian Dewi telah berantakan oleh perbuatan nya sendiri. fery melihat itu.


"hehehe apa kamu sudah tidak sabar sayang" fery mulai melepaskan pakaian nya setelah itu dia menindih Dewi meraba-raba gundukan kembar Dewi. Dewi telah di kuasai oleh gairah nya "ah..ah" mengerang merasakan sentuhan fery.


Tiba-tiba Dewi teringat wajah Rio dan berusaha melawan gairah nya, mengembalikan kesadarannya. bruk.. Dewi mendorong tubuh fery hingga jatuh.

__ADS_1


……Bersambung.


__ADS_2