
***
"Sudah malam Bang, lebih baik kita istirahat. Aku masuk duluan ya, ngantuk. "
Ana pun langsung bangkit dari duduknya dan segera beranjak dengan membawa botol minuman yang tadi dia ambil untuk dibawa kedalam kamarnya.
"Kami sudah berpisah Dek, aku dan juga Kaila sudah mengakhiri pernikahan kami,"
Deg...
Seketika langkah kaki Ana terhenti saat mendengar ungkapan yang keluar dari mulut Revan. Entahlah, rasanya masih terlalu bercampur aduk saja perasaan nya saat ini.
Hingga mendengar perpisahan antara Revan dan Kaila pun Ana tidak tahu harus bereaksi apa. Bahagia tidak, sedih apa lagi. Semua terasa datar datar saja, dan semua terasa biasa saja kini.
"Aku turut berduka untuk itu, aku masuk duluan ya Bang. Sudah ngantuk banget soalnya,"
Ana pun langsung melesat masuk kedalam kamar, entahlah. Mungkin untuk saat ini dirinya belum bisa bersikap seperti dulu lagi. Tersenyum saat Revan bahagia dan menangis paling kencang saat pria itu tengah bersedih.
Tidak, Ana belum bisa kembali melakukan itu. Rasanya masih terlalu aneh saat berhadapan lagi dengan pria itu setelah sekian tahun bertemu.
*
*
Revan mengerjap kan matanya saat sinar matahari menyapa wajah tampan nya. Revan mencoba mengumpulkan kesadaran nya setelah beberapa saat membuka matanya dengan sempurna.
__ADS_1
Namun, saat kesadaran nya sudah terkumpul sempurna. Revan mengerutkan dahinya saat menyadari jika suasana rumah terlihat sepi.
Revan pun langsung bangkit dan mengambil posisi duduk di lantai dengan masih berselimutkan selimut tebal milik Ana.
"Sudah bangun?"
Seketika, suara bariton milik Ghafin membangunkan Revan dari lamunan nya. Revan pun menoleh ke sumber suara, dimana ada Ghafin yang baru saja selesai membersihkan diri.
"Kenapa rumah nya sepi? Kemana Ana dan Rey?" tanya Revan dengan suara serak, khas orang yang baru bangun tidur.
"Mereka sudah berangkat bekerja, ayo bangunlah. Kita harus pergi ke kantor untuk melihat perkembangan renovasi kantor cabang. Ana dan Rey juga nanti siang akan kesana, mereka akan memulai mendesain setiap ruangan yang akan kita perbaiki,"
Titah Ghafin sembari memakai pakaian kerjanya yang baru saja dia ambil dari dalam koper. Keduanya pun sepakat untuk keluar dari hotel dan tinggal di apartemen Ana dan Rey selama mereka bertugas di sana.
Revan pun langsung melesat masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap pergi ke kantor cabang yang rencana hari ini Ana dan tim desain nya akan memulai tugas mereka mendesain kantor yang cabang milik Revan dan juga Ghafin.
Usai merampungkan kegiatan pagi mereka, Ghafin dan juga Revan sama sama pergi ke kantor dimana di sana Ana dan Rey sudah menunggu untuk memastikan ruangan mana saja yang akan mereka desain.
Setelah setengah jam dalam perjalanan, mobil yang dibawa Ghafin pun mulai memasuki halaman parkir gedung kantornya. Di Sana sudah tampak sepeda motor milik Rey terparkir, yang menandakan jika Rey dan Ana sudah ada didalam gedung itu.
Keduanya pun langsung masuk dan menanyakan keberadaan Ana dan Rey yang ternyata sudah ada di ruangan meeting dan tengah menunggu kedatangan keduanya.
Ceklek
Suara pintu yang dibuka itu pun mengalihkan perhatian Rey dan Ana yang tengah berdiskusi tentang desain bagaimana saja yang akan mereka pakai untuk membuat suasana kantor itu nyaman saat digunakan untuk bekerja.
__ADS_1
"Maaf kami terlambat," sapa Ghafin yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan dan di ikuti oleh Revan dibelakang nya.
"Tidak apa apa, kami juga belum lama tiba disini," jawab Rey, sedang kan Ana hanya diam dengan senyuman khas nya.
Kini, ke empat orang itu pun tampak serius membahas perencanaan renovasi yang akan dilakukan di gedung itu sebelum digunakan untuk bekerja nantinya.
Ke empatnya tampak serius dan berlaku sangat profesional saat bekerja. Ghafin sangat menyukai kinerja sang adik dan rekan nya itu, dia tidak menyangka jika adik kecil nya yang manja itu kini sudah bertransformasi menjadi wanita karir yang benar benar tidak diragukan lagi kinerja kerjanya.
Ghafin benar benar mengagumi adik kecilnya itu. Setelah sekian lama berpisah, kini Ana si gadis manja itu telah hilang dan berganti dengan Ana di versi wanita yang sudah jauh lebih dewasa dan independen.
"Baiklah, jika sudah sepakat semua. Proyek akan mulai dilakukan besok, kami tidak suka menunda waktu. Semakin cepat maka akan semakin bagus dan cepat selesai juga pengerjaan. Kami pastikan, proyek akan selesai sesuai dengan yang sudah kita jadwalkan," ucap Ana menutup acara pertemuan hari ini bersama dengan klien nya.
"Aku rasa semua udah cukup. Aku menyukai desain yang kalian rekomendasikan, kerjakan saja sesuai dengan yang sudah kita rencanakan dan kita sepakati,"
"Baiklah kalau begitu, kami akan melakukan yang terbaik. Terima kasih sudah berkenan menggunakan jasa kami, kami pamit kalau begitu,"
"Ini sudah waktunya makan siang Dek, kalian tidak makan siang dulu?" tanya Revan saat Ana mulai membereskan barang barang nya.
"Kami akan makan siang bersama rekan rekan lain nya di kantor nanti," jawab Ana yang tidak memperdulikan raut wajah kecewa di wajah Revan.
"Kenapa tidak makan siang bersama dengan kami saja?" tanya Ghafin.
"Kami sudah tanggung buat janji dengan teman teman yang lain. Maaf ya, nanti saja kita makan malam bersama. Kami pamit dulu ya, sampai jumpa nanti malam di rumah." putus Ana mengakhiri pertemuan hari ini dengan klien nya yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
"Kenapa harus berbohong? Aku bahkan baru tahu kalau kita ada acara dengan teman teman," tanya Rey saat keduanya sudah ada di parkiran dan bersiap menaiki kuda besi milik Rey.
__ADS_1