Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Part.38


__ADS_3

***


"Maaf tante, Kaila ijin pamit dulu ya. Kebetulan ada urusan mendadak,"


"Loh sudah mau pulang? Nggak ikut makan siang dulu?"


"Maaf tante, mungkin lain kali saja ya. Kaila pamit ya tante," pamit gadis itu.


Kaila pun langsung pergi ke luar dari rumah mantan mertuanya itu. Langkahnya sempat terhenti saat mendengar salah satu ibu ibu arisan membicarakan dirinya.


"Kok masih berani datang ya? Setelah apa yang dia lakukan masih punya muka dia datang kemari?"


"Huss, jangan bilang begitu. Itu bagus lagi, itu tandanya dia masih menjaga tali silahturahmi agar tidak terputus,"


"Benar, semua orang punya masa lalu. Dan tidak semua masa lalu orang itu semuanya baik, ada juga yang buruk. Tapi suatu kehebatan jika seseorang mau menyadari kesalahan nya dan berubah menjadi baik."


Tidak ingin mendengar ucapan yang membuatnya sakit hati lagi. Kaila pun langsung pergi meninggalkan rumah utama keluarga Adinata


Dan tidak lama dari Kaila pergi dari rumah itu, Revan dan Ana pun turun dari lantai atas untuk ikut bergabung ke meja makan yang rupanya sudah penuh di isi oleh penghuni nya.


"Ayo sini sayang, duduk dekat Mama," ajak mama Laras pada putrinya Ana.

__ADS_1


Ana pun mengangguk patuh lalu beranjak dari samping Revan dan duduk di kursi tepat di samping sang mama.


Sementara Revan sendiri mendudukkan diri nya di kursi yang ada di samping mama Meli. Dan tepat berada didepan Ana, hingga pria itu lebih leluasa lagi saat menatap wajah cantik itu.


"Nah ini dia Nak Revan. Kenalin anak saya, Sarah. Nak Revan kan sudah cukup lama nih menduda, jadi, tidak ada salah nya dong mulai kembali dekat dengan seseorang. Anak saya ini lulusan universitas terbaik disini, dia juga seorang foto model yang sudah sering bekerja sama dengan brand pakian ternama, ya siapa tahu memenuhi kriteria untuk menjadi pasangan Nak Revan selanjutnya," ucap Bu Mayang yang sejak dulu selalu mempromosikan Sarah anak nya yang memang memuliki wajah cantik serta tinggi badan yang proposional.


Uhukkk


Uhukkk


Ana yang sedang menyuapkan makanan kedalam mulutnya tiba tiba saja tersedak saat mendengar salah seorang ibu ibu disana mencoba menjodohkan anak nya pada Revan.


"Loh sayang, pelan pelan dong. Ini minum dulu," ucap mama Laras menegusap ngusap punggung Ana setelah memberikan gadis itu satu gelas air mineral.


Revan yang melihta reaksi dari Ana hanya bisa tersenyum senang. Ternyata mulut gadis itu benar benar berbeda dengan reaksi tubuhnya.


Mulut menolak, tapi tubuh nya menunjukan reaksi yang berbeda. Gemes sekali rasanya melihat tingkah gadis itu.


"Iya, salam kenal ya. Terima kasih, tapi maaf tante, Revan sudah memiliki calon sendiri," jawab Revan sambil melirik Ana yang kini tengah memperhatikan nya.


Ana tertegun dan langsung memalingkan wajah nya yang memanas saat Revan tiba tiba menatap nya lalu mengedipkan sebelah matanya dengan ekspresi yang menggoda.

__ADS_1


"Wah, sayang sekali ya. Padahal tante sudah berharap banget loh jika Nak Revan ini akan jadi mantu buat tante,"


"Terima kasih tante, tapi maaf sudah membuat tante dan Dek Sarah kecewa," jawab Revan lagi masih menampilkan keramahan nya.


Sementara Sarah sendiri kini mulai merasa badmood setelah mendapatkan penolakan dari seorang duda.


"Sudah sudah, lebih baik kita lanjut makan siang nya," ujar mama Meli yang melihat jika sang putra sudah merasa tidak nyaman.


Meski masih memperlihatkan wajah ramahnya, namun mama Meli tahu betul jika Revan sudah mulai tidak nyaman dengan obrolan yang Bu Mayang bicarakan.


Hingga dia pun segera mengalihkan pembicaraan untuk menjaga perasaan Revan yang tidak suka akan sebuah perjodohan.


Acara makan siang pun akhirnya berjalan dengan lancar, tanpa adanya lagi drama perjodohan mengisi acara itu.


Hingga menjelang sore, semua ibu ibu arisan itu mulai membubarkan diri hingga hanya menyisakan mama Laras dan Ana saja.


"Sekarang, jelaskan pada kami. Apa yang kalian berdua lakukan tadi?"


Deg...


Baik Ana mau pun Revan sama sama dibuat tertegun dengan pertanyaan yang diberikan oleh mama Meli saat mereka berempat sudah duduk bersama di ruang keluarga rumah itu.

__ADS_1


*


***


__ADS_2