
***
Tubuh Ana kian membeku saat mendengar pengakuan yang dilakukan oleh Revan padanya baru saja.
Ana tidak menyangka jika Revan akan menyatakan perasaan yang selama ini diharapkan oleh Ana, disaat Ana sudah memutuskan untuk menyerah dengan perasaan itu sendiri.
Ana masih terdiam membisu saat Revan mulai mengurai pelukan ditubuhnya. Revan mengulurkan tangan nya menarik dagu Ana hingga kini keduanya bisa saling bertatapan.
"Percayalah, perasaanku saat ini, benar benar cinta Ana. Aku mencintai mu Ghayana," lanjut Revan menatap dalam ke manik mata indah Ana yang kini mulai berkaca kaca.
"Kamu, mau kan berikan Abang kesempatan untuk meraih kembali cintamu?"
Deg...
Hati Ana ingin meledak rasanya saat Revan mengatakan kata kata yang selama bertahun tahun dia tunggu.
Kata kata pengungkapan perasaan yang selama ini Ana harapkan sebagai balasan akan cinta nya pada pria itu.
"Kak Revan,"
__ADS_1
Deg...
Seolah ditarik dari alam mimpi, suara lembut yang begitu familiar itu masuk kedalam indra pendengar keduanya dan membangunkan kedua nya dari moment yang begitu mereka berdua harapkan selama ini.
Revan dan Ana yang seakan tersadar dari moment mengharukan dan romantis itu di hancurkan oleh suara seseorang yang menyerukan nama Revan.
Ana dan Revan pun langsung menoleh ke sumber suara yang baru saja memanggil nama Revan. Ana dan Revan sama sama tertegun saat melihat Kaila berdiri tidak jauh dari pintu.
Gadis itu tersenyum lembut sembari mempercepat langkah nya, lalu menubrukkan tubuhnya ke tubuh kekar Revan hingga menyenggol tubuh Ana.
Membuat Ana harus mundur beberapa langkah kebelakang dan menjauh dari Revan. Ana diam terpaku saat kembali melihat adegan romantis antara Revan dan Kaila.
Tidak ingin kembali sakit oleh keadaan, Ana pun segera berpaling dan membalik tubuhnya lalu mulai beranjak pergi dari sana meninggalkan Kaila dan juga Revan yang mungkin tengah saling melepas rindu.
Namun, lagi lagi Ana harus menghentikan langkah kakinya saat seseorang menubruk tubuh mungilnya dari arah belakang.
Orang itu semakin erat mendekap tubuh mungil Ana dan menyusup wajahnya ke ceruk leher Ana hingga membuat tubuh Ana meremang, karena hembusan hangat nafas yang keluar dari mulut orang itu langsung mengenai kulit lehernya.
"Jangan pergi lagi, aku mohon. Aku tidak akan bisa lagi jalani hidupku tanpa kamu Dek," lirih Revan semakin mengeratkan pelukan nya ditubuh Ana dari arah belakang.
__ADS_1
Sementara Kaila sendiri hanya diam terpaku ditempatnya. Dia tidak menyangka jika kedatangan nya ke rumah mantan mertuanya itu akan membuat nya menyaksikan mantan suaminya bermesraan dengan wanita lain yang tidak lain adalah mantan sahabat yang dulu pernah dia khianati dengan cara menikung pria yang disukai oleh nya.
"Kak Revan," seru Kaila mencoba mengalihkan perhatian pria yang dulu pernah mengucap ijab kabul atas nama dirinya itu.
Namun pernikahan yang di impi impikan begitu bahagia itu pun terpaksa sirna saat dirinya ketahuan pernah menjalani kehidupan liar diluar sana.
Keluar masuk club malam hingga pulang dalam ke adaan mabuk parah yang membuat Revan kecewa berat pada mantan istrinya itu.
Revan tidak menyangka jika Kaila yang lemah lembut dan terlihat lebih polos dan pendiam dari pada Ana ternyata kehidupan pribadinya lebih nakal dari Ana yang selalu terlihat agresif pada Revan.
Bahkan yang semakin membuat Revan kecewa adalah, adanya beberapa pria yang ternyata pernah menghabiskan malam panas bersama dengan gadis itu. Sungguh REvan semakin kecewa dengan kebohongan yang dibuat oleh Kaila yang mengaku jika dirinya dulu pernah menjadi korban pelecehan seksual dan ternyata itu hanya bohong semata.
"Maaf Kai, aku sibuk. Permisi,"
Tanpa menghiraukan lagi Kaila yang tampak masih ingin berbicara dengan nya Revan langsung menarik tangan Ana untuk pergi dari balkon rumah itu, meninggalkan Kaila yang masih diam terpaku ditempatnya.
*
***
__ADS_1