Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Boncap.6


__ADS_3

***


3 Tahun kemudian...


"Selamat ya sayang, akhir nya kamu lulus juga," '


Ana memeluk erat tubuh suami nya yang baru saja selesai melaksanakan kelulusan nya disebuah universitas yang berada di negara Sakura, Jepang.


Setelah menikah, Ana dan Rey kembali ke negara itu dengan status yang baru. Rey terpaksa kembali ke negara itu untuk menyelesaikan kuliah nya.


Meski tanpa lulus pun Rey nyatanya sudah menjadi seorang pengusaha sukses. Hanya saja, status Ana yang seorang sarjana, membuat Rey pun terpaksa menyelesaikan kuliah nya demi mengimbangi sang istri.


Pihak keluarga, terutama Papa Reza sangat menekankan jika anak anak nya haruslah menyelesaikan pendidikan mereka. Meski sudah menikah, hal itu tentu saja tidak jadi halangan untuk mencari ilmu dan bersekolah.


Papa Reza begitu mengutamakan pendidikan. Terbukti dengan Mama Meli yang kembali berkuliah setelah dia dinikahi pewaris dari perusahaan besar itu.


Bukan malu atau gengsi. Hanya saja, menurut Papa Reza pendidikan itu penting agar kira lebih di hargai lagi dan di anggap layak.


Maka dari itu, meski sudah menjadi pengusaha dan memiliki istri. Rey tetap harus menyelesaikan kuliahnya.


Dan setelah satu minggu menikah, Rey pun kembali ke Jepang dengan membawa Ana bersama nya. Kedatangan Ana tentu saja di sambut baik oleh para teman dan mantan rekan rekan kerja nya dulu.


Bahkan mereka sengaja membuat pesta kejutan untuk merayakan pernikahan Rey dan Ana. Berhubung saat Ana menikah, mereka tidak bisa datang.


Maka semuanya kompak dan semuanya pun melakukan patungan untuk membuat sebuah private party di sebuah hotel mewah.

__ADS_1


Kini, 3 tahun telah berlalu dan Rey pun sudah di nyatakan lulus dari tugas kuliah nya. Sayang, hari bahagia itu hanya di hadiri oleh sang istri karena kedua orang tua dan mertuanya tidak bisa datang.


Meski tidak mengurangi rasa bahagia Rey sedikit pun. Toh ada sang istri yang masih selalu setia membersamai nya.


"Semua berkat dukunganmu sayang. Hingga akhirnya Mas bisa lulus tepat waktu." jawab Rey membawa Ana dalam pelukan nya.


"Ya sudah, lebih baik kita pulang. Aku punya kejutan untuk kamu,"


"Kejutan? Wah apa tuh?"


"Kalau bilang sekarang bukan kejutan dong sayang,"


"Ya ampun. Mas sampai lupa, ya sudah ayo kota pulang kalau begitu,"


Rey dan Ana pun kembali ke apartemen yang selama tiga tahun ini mereka tempati berdua. Berdua? Kok berdua? Iya, setelah mereka menikah. Keduanya sama sama menunda untuk memiliki anak.


Hingga mereka pun akhirnya sepakat untuk menunda hingga Rey lulus. Dan setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, mereka berdua pun tiba di apartemen.


Ana sudah menyiapkan makan malam yang romantis. Meja makan yang biasa mereka tempati untuk makan bersama sudah dihias dengan sedemikian rupa.


Hingga Rey pun berdecak kagum. Pasalnya saat mereka pergi tadi, keadaan rumah masih normal dan biasa saja.


Dan kini saat mereka pulang rumah itu sudah di sulap dengan sedemikian indahnya. Lampu yang sedikit temaram, apartemen itu di hias dengan dekorasi yang indah dan cantik.


Dengan dipenuhi oleh bunga bunga yang indah. Membuat Rey terpukau akan pemandangan apartemen nya saat ini.

__ADS_1


"Sayang, kamu siapkan ini semua untukku?" tanya Rey begitu terharu akan apa yang istrinya lakukan untuknya.


"Ayo duduk, kita makan malam sekarang. Setelah itu, aku punya kado yang untuk mu,"


"Baiklah. Tapi, kenapa tidak diberikan sekarang saja sih? Bikin penasaran saja,"


"Kita makan dulu dong, aku lapar soalnya,"


"Baiklah nyonya Adinata. Mari kita makan kalau begitu,"


Keduanya pun akhirnya makan malam romantis didalam apartemen. Setelah menyelesaikan makan malam nya, Ana tampak mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam tas nya.


"Ini, kado yang aku janjikan," ucap Ana menyodorkan kotak kecil yang di sambut bahagia oleh sang suami.


"Terima kasih sayang. Aku jadi terharu,"


"Sama sama sayangku. Ayo, buka dong,"


"Ok, mari kita lihat apa yang diberikan oleh nyonya Adinata kita ini," jawab nya sumringah.


Deg...


Jantung Rey seakan berhenti berdetak saat melihat isi dari kotak kecil itu. Tubuh Rey membeku, matanya berkaca kaca saat melihat benda pipih kecil bergaris merah dua buah.


Sungguh kado terindah dan paling berharga yang Ana berikan untuknya di hari spesialnya ini.

__ADS_1


*


***


__ADS_2