Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Boncap.5


__ADS_3

***


Rey masih menatap lekat wajah sang istri yang masih terlelap di dalam pelukan nya. Rasanya masih seperti mimpi saja, bangun tidur langsung melihat wajah cantik yang selama ini dia kagumi.


Rey mengulurkan tangan nya, membenahi helai helai rambut yang menghalangi wajah cantik Ana yang masih tertidur di dalam dekapan nya. Merasa gemas sendiri, akhirnya Rey mendaratkan beberapa kecupan di wajah cantik itu.


"Eemmm, diem dong Ma. Masih ngantuk," ucap Ana yang masih belum menyadari siapa yang tengah menciumi nya saat ini.


"Kok, Mama sih sayang. Apa aku terlihat cantik?" jawab Rey semakin menciumi Ana bertubi tubi di wajah nya.


Deg


Ana tersentak kaget saat mendengar suara seorang pria ada didalam kamar nya. Dengan cepat mantan gadis itu langsung membuka matanya lalu berteriak saat melihat dengan jelas siapa yang tidur bersama nya saat ini.


"Aaaaaaa__mmfffttt,"


Rey langsung saja membungkam mulut Ana dengan bibir nya saat Ana mulai berteriak karena kaget.


Ana yang masih belum menyadari statusnya saat ini, tentu saja memberontak dan mencoba melepaskan pangutan yang di lakukan oleh Rey padanya.

__ADS_1


Karena Ana yang tidak bisa berhenti bergerak, akhirnya membuat Rey pun sedikit bangkit lalu kembali mengungkung tubuh polos sang istri.


"Tenang lah, ini aku sayang. Suami mu," bisik Rey disela nafas nya yang memburu akibat pengutan yang dia lakukan di bibir Ana.


Ana kembali tersentak kaget, mata nya membulat sempurna saat menyadari jika kini pria yang ada di atas tubuh nya dan tengah mengungkung nya itu ternyata tidak menggunakan sehelai benang pun untuk menutupi tubuh berotot nya.


"Re_Rey, ka_kamu?" tanya Ana menatap ke arah dada bidang Rey yang ter ekspos sempurna didepan matanya.


"Kenapa? Bukan kah kamu menyukainya," jawab Rey menunjuk ke arah bawah tubuh nya dengan gerakan mata yang seketika kembali membuat Ana tercengang.


"A_apa maksudmu? Ka_kapan aku mengatakan menyukai__i_itu," tanya Ana gelagapan.


Kejutan pagi hari ini membuat otak pintar Ana mendadak beku dan tidak bisa berpikir dengan baik. Belum lagi penampilan Rey yang membuat Ana gagal fokus. Sungguh, oh tuhan Othor sudah tidak sanggup membayang kan nya. (fokus Othor, itu otak no traveling, big no. Masih siang soalnya 🥲)🙈🙈😂😂


"Tadi malam, bahkan kamu terus saja meracau jika kamu suka semua yang ad___,"


"STOP. Please jangan diteruskan," ucap Ana lagi memasang wajah yang memelas.


Malu sekali rasanya saat ingatan akan kejadian tadi malam kembali hadir bak film yang diputar ulang didalam benaknya.

__ADS_1


Tawa Rey pun akhirnya pecah, lalu kembali menggulingkan tubuh nya dari atas tubuh Ana menjadi ke samping gadis itu.


Rey menarik tubuh polos Ana masuk kembali dalam pelukan nya. Hingga kulit tubuh mereka kini menempel sempurna.


"Maaf, aku lupa kalau ki__"


"Kita sudah menikah. Wah, kejam sekali kamu ini. Padahal kamu sudah berhasil merenggut keperjakaanku dan saat bangun kamu bilang kalau kamu lupa, ya tuhan sakit sekali rasanya," potong Rey mendrama.


Dan jujur itu membuat Ana merasa bersalah pada suaminya itu. 'Kenapa pake lupa segala sih, kalau aku sudah nikah, bahkan sudah melakukan itu?' gumam Ana dalam hati.


"Maaf, aku tidak bermaksud," lirih Ana yang merasa sangat bersalah pada Rey, suaminya.


Rey semakin mempererat pelukan nya di tubuh Ana. Kontak fisik antara tubuh keduanya yang tidak terhalang oleh apapun, membuat sesuatu dibawah sana kembali terbangun dan tentu saja minta untuk di tenangkan.


"Sebagai hukuman karena kamu sudah melupakan malam pertama kita. Bagaimana kalau kita mengulang nya lagi, dengan begitu kamu tidak akan pernah melupakan nya," bisik Rey yang membuat sekujur tubuh Ana kembali menegang dan meremang secara bersamaan.


Belum lagi Ana menjawab, Rey sudah kembali menyerang nya. Hingga pergulatan panas di antara keduanya pun kembali terulang di pagi itu.


*

__ADS_1


****


__ADS_2