Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.27


__ADS_3

***


1 bulan kemudian...


"Kamu yakin akan ikut Abang pulang?" tanya Ghafin lagi untuk meyakinkan jika sang adik akan ikut bersama dengan nya pulang ke tanah air.


"Iya Bang, malam ini akan ada acara makan malam perpisahan sama anak anak. Abang ikut nggak?"


"Kayanya malam ini tidak bisa deh. Abang juga ada acara makan malam sama anak anak kantor,"


"Ya sudah, tidak apa apa. Aku pergi bareng Rey kok. Nanti kami juga bisa pulang bareng,"


"Ya sudah kalau begitu, hati hati. Kabari Abang jika terjadi sesuatu, ok."


Kedua kaka beradik itu pun akhirnya berpisah di parkiran dimana Ghafin menaiki mobilnya sendiri, sedangkan Ana berangkat bersama dengan Rey dengan menggunakan motor.

__ADS_1


Sejak saat Rey hadir dalam hidup Ana, pemuda itu sama sekali tidak membiarkan Ana kemana mana sendiri. Pemuda itu akan selalu ada dan selalu sigap dalam membantu dan menemani Ana kemana pun Ana pergi.


Hingga Ana pun mulai terbiasa dengan kehadiran Rey yang setelah mengenal lebih lama dan lebih dalam, Rey anak yang selalu membuatnya nyaman.


Sementara Revan sendiri, hanya bisa menatap sendu kepergian Ana bersama dengan adiknya. Revan tahu, sejak pertemuan nya kembali dengan Ana, Ana selalu bersikap seolah tidak nyaman saat dekat dengan nya.


Tidak jarang gadis itu menjaga jarak saat Revan mulai kembali mendekatinya. Merasa jika dirinya selalu membuat Ana tidak nyaman. Revan pun akhirnya mulai menjauh.


Bahkan pria itu tidak pernah lagi datang ke meski hanya sekedar menghadiri meeting dikantornya. Meski berat dan sakit, Revan tetap melakukan itu.


Benar kata Rey, jika saja dulu Revan lebih berani mengambil sikap dan jujur pada Ana. Mungkin Ana tidak akan tersakiti sebegitu dalam nya seperti ini.


Revan pun kembali mengingat pembicaraan nya dengan Rey beberapa hari yang lalu. Dimana pria itu menanyakan perihal perasaan nya pada Ana. Dan keduanya pun mulai bicara dari hati ke hati.


"Aku memang menyukai Ana, sangat malah. Tapi bagi aku, kebahagiaan dia jauh lebih penting. Siapapun kelak yang bisa buat dia bahagia, aku akan ikhlas melepasnya."

__ADS_1


Revan sempat tertegun saat mendengar jawaban dari pemuda yang dipikir Revan masih memiliki sifat labil itu.


Revan merasa pikirannya dengan sang adik sudah kalah jauh. Rey jauh lebih dewasa darinya, Rey bahkan tahu betul arti mencintai dan menghargai seseorang dengan baik.


Tidak seperti dirinya yang masih saja bersikap egois setelah semua yang dia lakukan pada Ana.


"Sebenarnya Ana itu tidak pernah benci sama Abang atau pun Kaila. Dia hanya merasa malu dan kecewa karena sudah kalian permainkan. Jika saja waktu itu Abang jujur sama Ana. Dia tidak akan terluka sedalam ini. Cinta Ana itu tulus Bang, dan cinta yang tulus tidak akan menghalangi kebahagiaan orang yang dia cintai meski dia harus terluka karena bukan dia yang menjadi pilihan pelabuhan cinta itu sendiri,"


Revan kembali dibuat tertegun dengan penuturan Rey. Rasa bersalah didalam hatinya pada Ana pun kian besar saat mendengar apa yang Rey katakan.


Sejak saat itu, Revan benar benar menjaga jarak dengan Ana. Bahkan selama mereka masih di sana, Revan sama sekali tidak pernah lagi datang ke apartemen Ana.


Melihat Ana yang sama sekali tidak pernah menanyakan kehadiran pria itu. Membuat Revan yakin jika kehadiran nya sudah tidak lagi di harapkan oleh gadis itu.


Hingga Revan pun akhirnya memantapkan tekadnya untuk menjauhi Ana. Dan memilih memasrahkan diri pada jalan takdir kepada siapa cintanya akan berlabuh dan menetap.

__ADS_1


__ADS_2