Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.41


__ADS_3

***


Seorang pemuda tengah duduk disebuah gazebo kecil dengan bantalan kecil berada diatas pangkuan nya.


Berulang lagi pemuda itu menghembuskan nafas kasar nya demi mengurai rasa sesak yang saat ini menghimpit dadanya.


Ingin rasanya berteriak, menyerukan sebuah protes akan apa yang terjadi di lantai bawah rumah kedua orang tua nya saat ini.


Namun, dia tidak bisa melakukan itu. Meski sangat dan teramat sangat menginginkan sosok wanita yang mungkin sebentar lagi akan berubah status menjadi kakak ipar nya itu.


Namun dia tidak bisa berbuat seegois itu, mengingat kembali jika sang kakak lah yang menjadi pusat kebahagiaan wanitanya.


Di fase ini, bolehkah dia marah pada sang pemilik takdir dan kehidupan? Karena tidak berpihak padanya? padahal dia sudah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan wanita yang begitu dia cintai selama ini.


Berusaha keras untuk memantaskan diri supaya bisa berdiri dengan bangga disamping sang gadis. Dan membuat sang gadis dengan bangga nya menyebutnya, jika dia adalah pasangan hidup yang terbaik untuknya.


Namun angan tinggallah angan, dimana dia harus kembali dikalahkan oleh situasi dan kondisi yang dimana sang kakak yang sudah lebih dulu menjadi orang sukses dan mapan.


Haruskan dia menyalahkan takdir yang lebih dulu menghadirkan Revan ke dunia ini dan bukan nya dirinya lebih dulu? Iya, pemuda itu adalah Rey, Reynaldi Adinata.


Anak kedua dari pasangan Meliana Putri dan juga Reza Adinata. Yang tidak lain adalah adik dari Revan sendiri.


Pria yang sudah bertahun tahun dicintai oleh Ana. Wanita yang Rey cintai sejak usianya masih remaja dulu.


Sial, kenapa mereka harus terjebak dalam cinta segitiga yang rumit dan pelik ini. Namun, semua itu bukan lah sebuah ke inginan.

__ADS_1


Semua berjalan dan mengalir begitu saja bak air yang mengalir di sungai yang luas dan panjang.


Dan saat ini, karena merasa tidak sanggup mendengar jawaban yang diberikan oleh Ana atas lamaran yang di ajukan oleh Revan untuk Ana.


Rey pun pergi begitu saja meninggalkan ruangan sebelum Ana menyelesaikan jawaban nya terhadap lamaran itu.


"Duduk disini memang paling nyaman ya?"


Deg...


Rey dibuat tersentak kaget saat mendengar suara lembut orang yang dia rindukan selama ini ada didekatnya.


Rey pun akhirnya menoleh dan alangkah terkejutnya dia saat melihat Ana sudah duduk disamping nya dengan pandangan lurus ke depan.


"Kenapa nggak bilang kalau mau pulang?" tanya Ana setelah keduanya saling tatap.


"Ke_kenapa kamu disini? Mana Bang Revan? Apa tidak masalah kalau kamu disini?" tanya Rey balik dan mengabaikan pertanyaan dari Ana.


"Bang Revan? masih dibawa, mungkin. Nggak tahu juga sih, nggak memperhatikan. Kenapa nggak jawab pertanyaan dari aku? Kenapa nggak ngasih kabar kalau mau pulang?"


"Niatnya mau bikin kejutan, eh malah aku yang dibuat terkejut. Selamat ya, akhirnya kamu memenangkan hati Bang Revan." ucap Rey dengan raut wajah yang teramat sangat sedih.


"Kamu, mau aku jadi kakak iparmu ya?"


"Tentu saja tidak. Tapi, jika dia adalah kebahagiaan kamu ya. Mau bagaimana lagi, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kalian, meski pun rasanya sakit sekali." lirih Rey, menatap sendu wajah cantik Ana.

__ADS_1


"Kalau begitu jangan ucapkan kata selamat, tapi ucapkan lah sebuah doa kebaikan. Bukan doa kebaikan untuk aku dan dia, tapi doa untuk kita."


"Hah? Apa? Kita?"


*


*


*


Sementara di tempat lain, tampak seorang pria dewasa tengah menghisap satu batang tokok yang selalu ada di saku celana nya.


Sudah sejak lama pria itu menjadi pengkonsumsi batang nikotin itu, hanya untuk sekedar melepas penah didalam hidupnya.


Seperti saat ini, dimana dada nya terasa penuh sesak saat niat baik nya mendapatkan penolakan dari sang pujaan hati.


Angan hidup bahagia bersama dengan nya pun pupus sudah saat si gadis menolak lamaran darinya dan lebih memilih seseorang yang tidak pernah disangka sangka oleh nya.


"Apa sesakit ini ya yang Ana rasakan dulu Fin? Kenapa rasanya sesak sekal" lirih Revan yang saat ini tengah mendatangi apartemen sahabatnya untuk mencari penghiburan setelah Ana menolak lamaran dari nya.


*


***


Yang dukung Revan mohon ampuni hamba ya...Finally, akhirnya setelah melakukan istiqhoroh akhirnya pilihan jatuh pada Rey...🙏🙏🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2