Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.45


__ADS_3

***


"Tapi....,"


"Tapi? Tapi apa? Hhmm?"


Ana benar benar tidak tahu harus berkata apa. Jika saat menyukai Revan dia begitu lantang dan berani, lalu kenapa saat ini mendadak tidak punya nyali hanya sekedar mengatakan siapa pria yang saat ini ada dan memenuhi hatinya.


"Tapi apa? Kok malah diam?" desak Rey lagi.


"Eemm, dia itu nyebelin. Udah ah, aku mau pulang sudah malam," jawab Ana dengan cepat lalu bangkit dan hendak beranjak namun Rey langsung menangkap tubuh mungilnya itu.


Rey memeluk tubuh Ana dari arah belakang, pemuda itu memeluk erat tubuh mungil Ana. Meluapkan rasa rindunya yang selama ini terpendam karena terkendala jarak.


"Eh,mau kemana? kok ngambek sih sayang? Kan aku cuma nanya,"


"Pertanyaan kamu itu ngeselin, udah ayo, antar aku pulang. Sudah malam." jawab Ana merenggut lalu berusaha melepaskan pelukan yang Rey lakukan.


"Iya, nanti aku antar ya. Tapi tunggu sebentar lagi, biarkan begini dulu. Aku kangen banget sama kamu," bisik Rey menyandarkan kepalanya di bahu Ana.


Ana sempat menahan nafas saat hembusan nafas dari mulut Rey menerpa kulit mulut leher jenjang nya.


Keduanya sama sama terdiam, menikmati kebersamaan yang selama ini mereka rindukan.

__ADS_1


"Boleh aku tanya sesuatu lagi?" tanya Rey pada akhirnya membuka suara setelah beberapa menit menghabiskan waktu dalam keheningan.


"Nggak boleh, nggak mau jawab. Pertanyaan kamu ngeselin," jawab Ana masih memasang mode kesel nya.


"Nggak sayang, kali ini aku serius,"


Rey pun mengurai pelukan nya lalu membalik tubuh Ana hingga kini keduanya pun saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain dengan intens.


"Kali ini, aku serius,"


"Terus?"


"Apa kamu yakin?"


"Apa kamu yakin, jika pilihan itu jatuh padaku?"


"Jika kamu ragu, mari kita hentikan saja. Kita berhenti sampai disini. Aku tidak mau lagi memupuk sebuah harapan pada orang yang bahkan tidak yakin dengan keputusan nya sendiri. Jika kamu tidak yakin dan masih ragu, lebih baik ki___mmffftttt,"


Ucapan Ana langsung terpotong saat Rey membungkam mulut Ana dengan menubrukan bibirnya ke bibir Ana.


Rey ******* habis bibir ranum Ana yang sedari tadi mengoceh dengan jawaban yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang dia layang kan.


"Terima kasih, terima kasih karena sudah memilihku, i love you Ana, i love you Ghayana Lestari Herlambang," bisik Rey disela nafas yang tersengal sengal akibat pangutan yang dilakukan nya bersama dengan Ana untuk pertama kalinya.

__ADS_1


Lalu kembali menyatukan bibir mereka hingga keduanya pun kembali larut dalam pergulatan lidah yang cukup intens dan hampir saja memanas sebelum akhirnya Rey menghhentikan aksinya dan menyudahi pangutan itu.


Merasa malu dengan apa sudah terjadi, Ana pun langsung meringsek memeluk tubuh Rey lalu menyembunyikan wajahnya yang memerah di dada bidang pria itu.


Rey menyambut pelukan dari sang kekasih hati dengan membalas pelukan itu. Berulang kali pemuda yang jauh lebih muda dari Ana itu membenamkan ciuman di pucuk kepala wanita yang kini resmi menjadi kekasih hati nya.


Rasanya lega sekali, setelah sekian tahun berusaha dengan sagala cara dicoba untuk mendekati Ana dengan cara senatural mungkin dan tidak menunjukan jika selama bertahun tahun Ana pergi. Rey selalu ada dibelakang Ana dan selalu melindungi wanita itu.


Bahkan tanpa ragu, Rey langsung mengambil keputusan untuk menjadi seorang pengusaha di usianya yang masih sangat muda. Disaat anak anak seusia nya hanya menghabiskan uang untuk membeli kuota untuk bermain game online kesayangan sejuta umat itu demi memantaskan diri, agar Ana bangga jika suatu saat gadis itu memilihnya.


Rey memberanikan diri mendirikan perusahaan game online nya sendiri, perusahaan yang awalnya hanya didukung oleh sang ayah yang menjadi investor pertamanya.


Kini perusahaan itu sudah memiliki beberapa investor dan bekerja sama dengan perusahaan perusahaan besar. Bahkan di usia nya yang ke 19 tahun, Rey sudah menyandang sebagai pengusaha game terbaik.


Namun sayang, tidak ada seorang pun yang tahu siapa CEO dari perusahaan game yang cukup terkenal itu. Setiap investor hanya akan bertemu dengan sang asisten pribadi yang selalu menggantikan nya pasang wajah didepan publik.


"Lalu, apa rencana kita ke selanjut nya? Apa kita lebih baik langsung menikah saja?" tanya Rey lagi setelah keduanya duduk kembali di sofa.


"Kamu ini, mikir nya kejauhan. Lulus dulu kuliahnya lalu kerja dan dapat penghasilan yang baik, baru mikir kesana," jawab Ana menggeplak kaki Rey yang berada disamping kaki nya.


"Takut hidup susah ya Bu? Kamu tenang saja sayang, ini lihat ini. Calon suamimu ini memiliki tabungan tak berseri dan juga sumbernya, jadi aku pastikan kamu tidak akan kekurangan sedikit pun," jawab Rey sembari mengeluarkan black card miliknya dan juga sebuah kartu nama yang membuat Ana membulatkan matanya.


*

__ADS_1


***


__ADS_2