
***
"Selamat datang sayang, akhirnya kalian pulang juga," ucap mama Laras yang menyambut ke pulangan putri dan juga menantu nya itu.
Ana dan Rey pun akhirnya kembali ke tanah air setelah kehamilan Ana memasuki bulan ke 4. Rey pun akhirnya membawa pulang sang istri setelah memastikan kondisi janin yang ada didalam rahim san istri aman saat harus menjalani perjalanan panjang menuju ke tanah air.
Meski hal itu sudah bisa mereka lakukan di awal kehamilan Ana. Namun Rey memutuskan untuk menunggu hingga kehamilan itu berusia 4 bulan baru mereka akan kembali ke tanah air.
Dan kini, disinilah mereka saat ini. Disebuah bandara internasional tanah air. Dengan di sambut kedua orang tua mereka yang sengaja datang untuk menjemput kedatangan nya di tanah air.
"Terima kasih Ma, Pa. Semuanya, terima kasih sudah repot repot datang untuk menjemput kami," ucap Rey menyalami dengan takzim ke empat orang tuanya itu.
"Tidak Rey, kami justru yang menginginkan untuk menjemput kalian." jawab mama Meli yang begitu antusias menyambut kedatang anak dan menantu yang kini tengah mengandung calon cucu pertama nya.
"Benar kata Mama mu Rey. Kami justru yang sengaja datang untuk menjemput kalian. Ayo, lebih baik kita pulang sekarang biar kalian bisa istirahat di rumah,"
__ADS_1
"Tapi, kami mau pulang ke rumah kami saja Ma, Pa. Bagaimana kalau Mama dan Papa sekalian menginap di sana?"
"Loh, kok langsung pulang ke rumah? Nggak menginap dulu di rumah kami?" tanya mama Laras yang merasa tidak rela jika kepulangan putrinya langsung menempat rumah pribadinya bersama dengan Rey dan tidak menginap dulu di rumah nya.
"Aku akan lebih nyaman tinggal di rumah sendiri Ma, Pa. Jadi, bagaimana kalau kalian saja yang menginap di rumah kami. Iya kan Mas?"
"Boleh sayang, iya lebih baik begitu saja. Ana juga sekarang ini jadi lebih sering kelelahan. Mungkin hamil anak kembar jadi gejala yang sering di alami ibu hamil pada umum nya di alami oleh Ana jdi dobel. Maafkan kami ya, untuk saat ini mungkin kami langsung pulang ke rumah kami saja dulu."
"Baiklah, jika itu demi kebaikan kalian. Biar kami yang menginap di rumah kalian,"
Akhirnya kedua orang tua Ana dan Rey pun memutuskan akan menginap di rumah Rey yang sudah dia miliki sebelum menikah dengan Ana.
Berhubung ke empat orang tua itu datang dengan menggunakan satu mobil maka kini mereka pun pergi menuju ke rumah milik Rey pun dengan menggunakan mobil yang sama.
Setelah hampir dua jam dalam perjalanan, akhirnya mobil yang sengaja di kendarai oleh Papa Bian pun akhirnya tiba di sebuah rumah yang cukup lumayan besar dengan desain mini malis modern.
__ADS_1
Rumah yang merupakan keinginan Ana sejak masih jaman remaja dulu. Rey benar benar mewujudkan semua mimpi mimpi yang Ana rancang untuk masa depan nya bersama dengan Revan dulu.
Tapi ternyata, takdir berkata lain. Semua mimpi dana rencana itu benar benar terwujud namun dengan orang yang berbeda.
Ternyata, menikah dengan pria yang jauh lebih muda tidak seburuk yang di bayang kan. Terbukti, Ana begitu bahagia saat bisa menikah dengan Rey, pemuda yang jauh lebih muda 5 tahun dari nya.
Pemuda yang membuat nya seperti seorang ratu. Cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh pria itu begitu besar hingga Ana tidak tahu lagi dengan cara apa untuk membalas semua yang telah Rey berikan padanya.
Rasa syukur pun tidak henti henti nya Ana ucapkan dalam hati tatkala merasakan bagaimana bahagianya bisa bersanding dengan pemuda yanag jauh lebih muda dari nya itu.
*
****
*Next, kita lanjut besok ya...
__ADS_1