
***
Beberapa hari sebelumnya...
"Kamu kok terlihat tenang sih? Nggak adil banget," gerutu Ana saat melihat Rey tampak santai padahal hari ini beberapa menit ke depan keduanya akan menghadap kedua orang tua Ana.
Setelah mendeklarasikan hubungan keduanya, Rey pun memutuskan untuk melanjutkan hubungan keduanya ke jenjang yang lebih serius.
Berhubung dia harus kembali ke negara sakura untuk melanjutkan studi nya. Rey pun berencana meresmikan hubungan nya dengan Ana, agar bisa membawa serta gadis itu.
Dan tentu saja hal itu dilakukan setelah keduanya terikat status yang halal. Dan hal pertama yang harus dia lakukan adalah menemui kedua orang tua Ana dan meminta restu dari keluarga gadis itu.
"Memangnya kamu kenapa sayang?" tanya Rey yang begitu terlihat santai saja.
Tatapan pemuda itu tetap lurus memandangi jalanan yang tengah dia lalui bersama dengan mobil yang dia bawa. Meski begitu, tangan kiri Rey tidak lepas dari genggaman tangan mungil Ana.
"Aku tegang tahu. Gugup banget, eh kamu , malah santai gini. Nyebelin,"
"Kenapa harus gugup? Aku yakin jika Mama sama Papa kamu akan menerima hubungan kita. Ya meski tidak bisa dihindari jika rasa ragu mungkin akan lebih mendominasi karena usia kita yang terpaut cukup jauh. Tapi kamu tenang saja, semua pasti akan baik baik saja,"
__ADS_1
"Tapi, tetap saja aku takut."
Rey melepaskan tangan nya dari genggaman tangan Ana lalu membelai lembut pucuk kepala sang kekasih hati demi memberikan wanita itu ketenangan.
"Sudah, kamu tenang saja. Semua pasti baik baik saja," lanjut Rey lagi.
Dan akhirnya setelah menempuh perjalanan selama satu jam lebih karena sempat terkendala oleh kemacetan.
Akhirnya mobil yang dibawa oleh Rey pun tiba dikediaman keluarga Herlambang. Ana dapat melihat mobil Ghafin sudah ada terparkir di sana.
Yang artinya, sang kakak juga ada di rumah besar itu. Rey turun lebih dulu lalu berlari ke arah pintu disamping Ana.
Pemuda itu membuka kan pintu mobil untuk Ana agar wanita itu bisa keluar dari dalam mobilnya.
Pemuda itu berjalan memasuki kawasan rumah dengan menggandeng tangan pujaan hatinya yang jika tuhan berkenan maka sebentar lagi akan menjadi istrinya.
"Assalamu'alaikum," seru salam kedua muda mudi itu saat memasuki rumah keluarga Herlambang.
"Waalaikumsalam, sudah datang?"
__ADS_1
"Iya Ma, maaf tadi sedikit macet jadi sedikit telat," jawab Rey yang membuat Ana tercengang.
Apa katanya tadi? Mama? Oh ya ampun percaya diri sekali. Gumam Ana dalam hati saat mendengar Rey sudah mulai merubah nama panggilan untuk Laras. Dari tante menjadi Mama.
"Tidak apa apa, ayo masuk. Papa sama Abang sudah nunggu didalam," jawab Mama Laras yang terlihat begitu akrab dengan Rey.
Dan lagi lagi hal itu membuat Ana kaget. Sungguh penuh kejutan sekali pemuda yang akan melamar nya itu.
Ke tiga nya pun mulai memasuki ruang keluarga, dimana Papa Bian dan juga Ghafin sudah menunggu di sana.
Rey menyalami ke dua pria beda usia itu dengan takzim. Lalu setelah nya duduk di sofa yang bersebrangan dengan sofa dimana Papa Bian dan juga Ghafin duduk di sana.
"Baik lah, berhubung kita sudah berkumpul. Apa bisa kami mulai dengar, apa yang ingin Nak Rey sampaikan pada kami?" tanya Papa Bian pada Rey to the point.
"Begini, pertama tama saya ingin mengucapkan terima kasih pada Papa dan juga Bang Ghafin karena sudah berkenan meluangkan waktu untuk pertemuan ini. Dan kedua, saya datang kemari dengan ke adaan yang sadar sesadar sadar nya. Menghadap Papa Bian, Mama Laras dan juga Bang Ghafin, untuk meminta ijin dan juga restu untuk mempersunting Ana untuk menjadi istri saya dan juga menjadikan Ana, ibu dari anak anak saya kelak," jelas Rey yang membuat Papa Bian terdiam sejenak lalu menjawab permohonan dari pemuda yang saat ini tengah melamar putrinya.
*
***
__ADS_1
"Yang penasaran kisah Rey sebelum muncul di kehidupan Ana. Mohon bersabar ya, nanti akan Othor up kok. Hanya tinggal menunggu waktu yang tepat dan di bab selanjutnya...ikuti saja terus kisah mereka ya, biar nanti nggak ketinggalan kisah dibalik munculnya Rey dikehidupan Ana.
Happy Reading...,"