Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.36


__ADS_3

***


"Ma_maksud Abang apa?" tanya Ana kembali demi memastikan apa yang dia dengar saat ini bukan lagi halusinasinya.


Revan mengurai pelukan nya ditubuh Ana lalu membalik tubuh mungil Ana agar menghadap ke padanya.


Revan mengulurkan tangan nya lalu menarik dagu Ana hingga kini mereka bisa saling bertatapan. Tubuh Revan yang yang lebih tinggi dari Ana membuat gadis itu harus sedikit mendongak agar bisa menatap wajah tampan pria yang saat ini tengah berdiri didepan nya.


Revan menatap dalam ke mata hazel milik Ana, mata yang selalu membuatnya nyaman dan tenang. Sayang, Revan telat menyadari perasaan nya hingga harus melewati puluhan purnama untuk bisa mendalami bagaimana perasaan nya pada gadis yang kini berdiri didepan nya.


"Maaf, maaf karena sudah terlambat menyadari perasaan ini. Abang tahu, jika ini terlihat begitu buruk. Setelah pernikahan ku dengan Kaila tidak bertahan, aku lari padamu. Abang seperti menjadikanmu pelarian saja dari kehancuran cinta Abang dan juga Kaila. Tapi sungguh, Abang tidak pernah berpikir seperti itu, perasaan Abang sama kamu bahkan sudah Abang sadari sejak kamu memilih pergi. Hanya saja, waktu itu Abang tidak berdaya oleh ke adaan. Kedua orang tua Kaila terus saja mendesak Abang menikahi putrinya tanpa tahu alasan dibalik desakan pernikahan itu. Abang pun akhirnya menerima pernikahan itu berharap, jika apa yang Abang rasakan terhadapmu hanyalah perasaan sayang biasa, dan Kaila lah wanita yang Abang cintai. Namun, Abang salah besar. Setelah menjalani pernikahan dengan Kaila, perasaan Abang padanya malah langsung hambar dan tidak tertolong lagi setelah mengetahui kebohongan yang Kaila lakukan." jelas Revan menceritakan kisahnya dulu pada Ana.


"Memangnya, kebohongan apa yang Kaila lakukan?"


"Sebelum malam pertama kami, dia pernah bilang jika dia akan mengecewakan aku karena dia sudah tidak suci lagi. Jujur Abang begitu kaget saat itu, namun dia bilang itu bukan keinginan nya melainkan dia adalah korban pelecehan seksual. Abang percaya dan


Abang menerima dia dengan segala kekurangan nya. Hingga suatu hari, Abang janji temu dengan seorang teman yang bernama Samuel dan dari dia Abang tau semua kebohongan yang dilakukan Kaila pada Abang dan juga keluarga. Jujur, Abang kecewa dan malu pada Mama dan Papa yang begitu menerima keberadaan Kaila, tapi dia, dia membohongi kami semua dengan cerita palsunya dan Abang tidak bisa menerima kebohongan itu, hingga Finalnya. Abang menggugat cerai dan kami pun mengakhiri pernikahan kami di meja hijau." jelas Revan yang jujur membuat Ana sedikit terkejut.

__ADS_1


"Abang tahu, setelah semua yang terjadi. Akan ada keraguan di hati kamu terhadap apa yang Abang lakukan dan Abang katakan. Tapi percayalah, kali ini Abang benar benar mengatakan yang sebenarnya. Abang benar benar mencintai kamu Ana, sungguh. Kamu mau kan memberikan Abang kesempatan untuk memulai sebuah hubungan yang lebih serius denganmu?" lanjut Revan lagi menatap dalam manik mata Ana.


"Maaf, tapi ini terlalu mendadak untukku. Aku tidak bisa menjawabnya saat ini, beri aku waktu Bang, beri aku waktu untuk memikirkan nya kembali," lirih Ana tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.


Apalagi pria yang kini ada didepan nya pernah menorehkan luka di hatinya dulu. Meski Revan tidak sepenuhnya salah, namun tetap saja. Bungkam nya pria itu akan kehadiran sang kekasih yang merupakan sahabat Ana sendiri membuat hati Ana terluka dengan semua harapan harapan palsu yang selama ini Ana miliki dan percayai.


"Tidak apa apa, Abang akan menunggu sampai kamu bisa kembali membuka hati kamu untuk Abang,"


"Kalau aku tidak bisa kembali membuka hati untuk Abang, bagaimana?"


"It's okey. Abang akan anggap itu sebagai hukuman dari keterlambatan Abang menyadari perasaan cinta Abang pada kamu,"


Jujur perasaan itu masih tersisa, banyak mungkin karena sampai sekarang Ana masih merasa berdebar hebat jika berada didekat Revan.


Namun bayangan bagaimana Revan dulu mengecewakan Ana dengan menutupi hubungan nya dengan Kaila masih terus menghantui Ana.


Hingga rasa ragu itu muncul begitu besar saat pria itu mengungkapkan perasaan nya. Mereka berdua larut dalam tatapan dalam hingga tanpa sadar Revan mendekatkan wajah nya ke wajah Ana.

__ADS_1


Dan hampir saja bibir kenyal nya menyentuh bibir ranum Ana sebelum suara benda jatuh mengalihkan perhatian keduanya.


Praaannngggg


Set


"Kalian?"


"Ma_Mama?"


"Ta_tante?"


*


***


"Hayoh loh, siapa tuh yang memergoki Ana dan Revan yang hampir saja adu bibir?? Hihihi, selamat berpikir guys and HAPPY READING."

__ADS_1


***


__ADS_2