Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.51


__ADS_3

***


"Saya terima, nikah dan kawin nya Ghayana Lestari Herlambang binti Fabian Bagaskara Herlambang, dengan mas kawin tersebut, tunai,"


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah,"


"Sah,"


"Alhamdulillah, baarakallahu laka wabarakoa 'alaika wajma'a bainakumaa fii khoir."


Tes...


Cairan bening itu akhirnya jatuh membasahi pipi setelah sejak beberapa hari ini sekuat tenaga ditahan agar tidak keluar.


Bukan mempelai pengantin, atau pun kedua orang tua dari pengantin. Cairan bening itu keluar dari sepasang mata yang sejak tadi tidak memalingkan pandangan nya pada sosok yang terlihat begitu cantik hari ini.


Revan langsung menunduk dan menghapus cairan bening yang dengan lancang nya keluar dari sepasang mata indahnya.

__ADS_1


Sakit, teramat sangat sakit saat melihat wanita yang dia cintai bersanding dengan pria lain. Padahal Revan sudah tahu sejak awal jika perjalanan kedua insan yang kini tengah mengabadikan moment bersejarah di kehidupan mereka itu akan berakhir di titik ini.


Namun tetap saja, sakit nya benar benar sampai ke ulu hati yang paling dalam. Tidak bisa Revan bayangkan bagaimana dulu Ana menghadapi kehancuran hatinya karena dirinya yang menutupi hubungan nya dengan Kaila.


..."Maafkan aku, maaf karena sudah menorehkan luka yang teramat dalam di hatimu. Sekarang aku tahu, kenapa kesempatan itu tidak ada lagi untukku. Berbahagialah sayangku, semoga kelak takdir membawamu kembali padaku. Entah itu masa kini atau di kehidupan kita selanjutnya, akan aku pastikan, kamu hanya akan jadi milikku."...


Gumam nya sembari melangkah pergi meninggalkan ruangan yang dimana menjadi saksi bisu bersatunya cinta Ana dan juga Rey.


*


Lanjut lagi ke pengantin baru ya....


"Ayo Nak Ana, raih tangan suamimu lalu salami dengan takzim. Sebagai pertanda baktimu pada suami, dimulai dari saat ini. Dan Nak Rey, sentuh kepala istrimu, bacakan doa kebaikan di ubun ubun nya." ucap Pak penghulu yang baru saja membantu Ana dan Rey menghalalkan hubungan mereka.


Ana pun meraih tangan Rey untuk pertama kalinya setelah mereka resmi menikah, lalu menunduk dan mencium punggung tangan Rey.


Sementara Rey langsung mengulurkan tangan nya, menyentuh kepala sang istri, lalu membacakan doa di ubun ubun istrinya.


"Allahumma inni as 'aluka khairahâ wa khairamâ jabaltahâ alaih. Wa a 'ûdzubika min syarrihâ wa syarrimâ jabaltahâ alaih."

__ADS_1


"Aamiin,"


Semua tamu yang hadir ikut terharu, bahkan tidak sedikit yang ikut menangis saat kedua mempelai bersujud didepan kedua orang tua masing masing untuk meminta doa serta restu mereka untuk kehidupan baru yang akan mereka jalani dimulai dengan saat ini.


"Titip Ana, bahagiakan dia, jangan biarkan dia menangis lagi. Jika hatimu sudah tidak terpaut lagi padanya dan sudah hilang rasa, jangan sakiti dia, kembali kan dia pada kamu secara baik baik. Kami akan senantiasa menyambut kepulangan nya," ucap Ghafin saat Rey meminta doa restu pada kakak satu satunya dari sang istri itu.


"Akan aku pastikan hanya dia wanita pertama dan terakhir untukku Bang. Aku tidak mungkin mengkhianati kerja kerasku selama ini untuk mendapatkan dia." jawab Rey penuh dengan ketegasan bahwasanya.


Hanya Ana wanita yang ada didalam hidupnya. Sejak dulu, kini dan nanti, sampai maut memisahkan, hanya akan ada nama Ghayana Lestari Herlambang.


...*...


...🌸 TAMAT 🌸...


*


..."Selesai, alhamdulillah kisah mereka berakhir bahagia ya...Next, Othor akan up extra part kisah pejuangan Rey untuk mendapatkan seorang gadis bernama Ana."...


...Ok, sudah dulu ya...sekian dan terima kasih. Bye bye guys sampai ketemu di kamar lain nya, love you all....

__ADS_1


__ADS_2