
***
Seorang anak remaja yang masih menggunakan seragam putih biru menatap penuh binar bahagia pada seorang gadis yang juga masih menggunakan seragam putih abu, yang saat ini tengah berbincang hangat dengan saudara kembarnya yang baru saja pulang sekolah dari balik tembok penyekat antara ruang tamu dan juga tuang keluarga.
Remaja yang memiliki tubuh tambun itu, tidak pernah mengalihkan pandangannya dari gadis yang 5 tahun lebih tua darinya itu. Sayang, gadis itu tidak pernah menyadari kehadiran nya karena obsesi gadis itu terhadap kakak nya.
"Kak, kita ke kamar Kak Revan yukkk. Di sana ada bacaan yang menarik loh," ajak Reyna pada gadis Ana yang selalu datang ke sana setelah pulang sekolah.
"Bacaan apa? Jangan aneh aneh deh, bacaan orang dewasa belum boleh di baca anak di bawah umur seperti kita," jawab Ana yang mengira jika Reyna menemukan buku yang mungkin berisi konten dewasa.
"Ih Kak Ana, mikirnya kejauhan. Kakak tahu, entah sejak kapan Kak Revan jadi koleksi novel banyak banget. Isi novelnya kisah drama romantis semua loh,"
"Wah masa? Kok bisa? Kakak malah baru tahu kalau Kak Revan suka baca novel."
"Nah itu dia, aneh kan? Mending kita ke sana aja yuk, mumpung Kak Revan nya nggak ada dan kabarnya pulang malam,"
"Boleh deh, dari pada bosen,"
__ADS_1
Rey hanya bisa menghela nafas panjang saat lagi lagi yang mereka bahas hanya Revan dan Revan. Tidak pernah sekali pun mereka membahas dirinya.
Tidak ingin merasa lebih sakit hati, Rey pun memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamarnya dengan setumpuk cemilan yang ada di tangan nya.
Setiba nya di dalam kamar, Rey hanya bisa termenung tampa minat membuka satu pun cemilan yang tadi dia bawa dari lantai bawah rumah nya.
Rey menatap dirinya sendiri di pantulan cermin. Pipi yang chuby, perut yang menggelambir serta lemak di seluruh tubuhnya membuat pria yang sebenarnya memiliki ketampanan 11 12 dengan Revan itu menjadi tidak menarik.
Belum lagi kaca mata tebal yang selalu dia kenakan. Membuat tampilan nya begitu sempurna untuk di katakan 'Culun maksimal'.
Rey kembali menghela nafas panjang sebelum akhirnya berbalik membelakangi cermin itu.
'Ok, baiklah mulai sekarang aku akan merubah semua nya, akan aku pasti kan jika kelak, kamu akan jadi milikku Ana," lanjut nya dengan masih bergumam.
Mulai dari saat itu, Rey pun mulai merubah pola makan dan mulai rutin melakukan olah raga. Hidup sehat menjadi target nya saat ini.
Hingga waktu penuh perjuangan pun di mulai. Rey mulai rutin mendatangi tempat gym, dan sebelum berangkat sekolah Rey akan berjoging lebih dulu.
__ADS_1
Bahkan pria itu mulai rutin bangun subuh dan memperbaiki diri dengan mendekatkan diri pada tuhan nya. Rey akan lebih dulu melakukan ibadahnya sebelum melakukan aktifitas lain nya.
Semua itu Rey jalani selama bertahun tahun lamanya. Hingga suatu hari, jantung nya bak di hantam batu besar tatkala mendapat kan kabar jika Ana pergi entah kemana.
Hidup Rey pun mulai sedikit kacau dan sulit untuk berkonsentrasi. Bingung entah apa yang harus dia lakukan dengan ke adaan ekonomi yang saat itu masih di tunjang oleh kedua orang tua yang tentu saja, hanya cukup untuk kebutuhan nya selama satu bulan.
Saat memasuki sekolah menengah atas, REy pun mulai mencari informasi dimana dirinya bisa mendapat kan pekerjaan paruh waktu yang tentu saja sudah bisa dia lakukan karena sudah mendapatkan kartu tanda kependudukan nya.
Namun ternyata, kenyataan nya. Uang yang dia dapat saat melakukan pekerjaan itu masih jauh untuk menunjang kebutuhan nya untuk mencari keberadaan Ana saat ini.
Hingg suatu saat, tercetuslah ide untuk membangun sebuah perusahaan yang membuat sebuah game online.
Dengan tegas dan penuh keberanian, Rey pun menghadap sang papa untuk meminta bantuan nya.
Mendengar sang putra yang ingin memulai sebuah bisnis di usia muda tentu saja tidak bisa begitu saja membuat Papa Reza percaya.
Namun, saat melihat keseriusan putra keduanya itu. Papa Reza pun akhirnya mencoba menanam kan saham nya untuk membangun perusahaan game itu.
__ADS_1
*
***