Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.33


__ADS_3

***


Senyum manis yang tadi ditunjukan oleh Sarah pun seketika lenyap begitu saja saat Revan merespon begitu dingin ucapan perkenalan dari dirinya.


Bahkan yang membuat gadis itu semakin dibuat kesal dan bete adalah, saat Revan yang langsung pindah tempat duduk ke samping Ana, saat dirinya mendudukkan diri disamping pria itu.


Revan bersikap seolah anti pada wanita itu, padahal dari rumah tadi, dia sudah mempersiapkan tampilan yang semaksimal mungkin untuk berkenalan dengan salah satu penerus perusahaan Adinata grup itu.


Namun, ternyata realitanya sangat jauh dari ekspetasi gadis itu. Biasanya pria lain akan sangat terpesona oleh pesona nya. Namun kali ini, sangat jauh berbeda.


Pria yang diceritakan oleh sang mama nyatanya terlihat begitu anti pada perempuan. Jangankan terpesona dengan penampilan nya, melirik saja tidak.


Hingga membuat suasana di sana kian canggung. Revan yang merasa tidak punya topik pembicaraan dengan gadis itu lebih memilih fokus dengan ponsel ditangan nya.


Begitu juga dengan Ana. Gadis yang bahkan tidak disapa sama sekali oleh Sarah itu lebih memilih memainkan ponsel nya saja.


Ting


Satu notifikasi pesan yang membuat dahi Ana mengerut tiba tiba saja mengalihkan perhatian nya yang semula asik berselancar di sosial media.


["Bete ya?"]


"Lumayan, pengen pulang,"


["Kok pulang?"]

__ADS_1


"Pengen rebahan, nggak ada kegiatan gini malah bikin ngantuk,"


["Ke Kamar Abang aja gimana?"]


"Ngaco ih, ngawur,"


["Kok ngawur? Biasanya juga tidur di sana."]


"Itu dulu, sekarangkan sudah tahu kalau tidur dikamar cowok itu nggak boleh kalau belum nikah,"


["Kalau gitu kita nikah yukkk!"]


"Ih Abang, makin ngaco aja,"


Kedua nya kompak terkekeh bersama dengan pandangan sama sama menatap layar ponsel. Duduk saling berdampingan tapi ngobrol lewat chat.


"Ck, tahu bete gini mending main ke mall. Menyebalkan," gerutu nya saat tidak ada respon apapun dari Revan akan kehadiran nya di sana.


Pria itu malah terlihat sibuk dengan ponsel ditangan nya. Bahkan pria itu tidak menoleh sedikit pun meski mendengar dengan jelas gerutuan yang dilakukan oleh Sarah.


"Jadi gimana? Mau nggak?" tanya Revan setelah gadis yang bernama Sarah itu pergi.


"Hah? Mau apa?"


"Kamu maunya yang mana, jalan atau nikah? Aku sih dua duanya juga hayu aja,"

__ADS_1


Deg...


Mata Ana membulat sempurna saat mendapatkan pernyataan itu dari Revan. Bahkan Ana sampai tahan nafas saat dengan entengnya Revan mengatakan dua hal itu.


Laki laki itu tidak tahu saja, bagaimana debaran jantung Ana saat ini. Yang bahkan rasanya ingin loncat dari tempat nya.


Namun balik lagi, pengalaman mengajarkan agar Ana tidak mudah terbuai akan ucapan manis dari pria yang pernah memperlakukan nya dengan sangat baik itu, hingga membuat Ana salah paham berkepanjangan. Dan berakhir dengan rasa sakit karena pria itu telah membohongi nya.


Plaakkk


"Awww, sakit Dek. Kok mukul?" tanya Revan saat Ana memukul punggung nya dengan cukup keras.


"Habis becanda mulu, kalau Ana jantungan bagaimana? Sudah sana kawin lagi saja, dari pada gombalin anak orang tapi cuma diphp in doang," kesal Ana langsung bangkit dari duduk dan berniat untuk pergi dari sana.


Ana memilih mengakhiri pembicaraan nya dengan Revan. Ana sudah bertekad untuk melupakan perasaan nya pada pria itu.


Namun, jika seperti ini terus. Maka akan terlalu sulit untuk Ana untuk bisa melupakan Revan. Namun, langkah nya terhenti saat Revan mencekal tangan nya.


Laki laki itu, lalu menarik Ana masuk kedalam pelukan nya. Revan mendekap erat tubuh mungil Ana yang saat ini diam membeku didalam dekapan nya.


"Maafkan Abang Dek. Maafkan Abang, Abang benar benar tidak bermaksud menyembunyikan hal itu dari kamu. Abang mohon maafkan Abang dan Abang mohon, tolong beri Abang kesempatan. Abang cinta sama kamu Ana, sungguh, Abang sangat mencintai kamu."


Deg.


*

__ADS_1


***


__ADS_2