
***
Rey masih diam membeku menatap tak percaya pada apa yang dia dengar tadi dari mulut Ana.
Rey masih tidak menyangka, akhirnya, wanita itu menganggap perasaan yang dia miliki adalah sebuah keseriusan.
Rey pun teringat kembali pada kejadian dimana dirinya memberanikan diri mengungkapkan perasaan nya pada Ana sehari sebelum gadis itu pulang ke tanah air.
Namun Kala itu, Ana selalu menganggap hall itu sebagai candaan. Namun, setelah mereka LDRan. Rey yang terus saja intens menghubungi nya membuat Ana merasa tersentuh.
Apalagi pria itu yang terus bekerja keras untuk mencapai sebuah titik dimana dirinya bisa segera memantaskan diri agar membuat wanita yang di cintainya itu bangga saat dia berdiri disampingnya sebagai pasangan gadis itu.
"Ke_kenapa? Kenapa menatap ku seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Ana saat Rey terus saja menatap nya.
Pemuda itu tidak menjawab, hanya tersenyum sembari mengulurkan tangan nya. Menyentuh lembut wajah cantik Ana.
"So, apa yang terjadi? Kenapa bisa, hhmm?" tanya Rey ambigu dengan nada yang begitu lembut.
Namun tampaknya, wanita itu paham kemana arah dari pertanyaan yang di ajukan oleh Rey padanya.
"Tidak tahu," jawab Ana dengan gelengan kepala yang pelan.
Keduanya pun tampak terkekeh bersama dengan Rey yang mengangguk anggukan kepalanya. Kedua nya sama sama tidak bisa mengungkapkan apa yang sedang mereka rasakan saat ini.
__ADS_1
Ingin bahagia, namun semua itu masih terasa abu abu. Karena mereka berdua belum mengikrarkan status apa yang akan mereka sandang saat ini.
"Jalan yukk, sekalian aku antar pulang,"
"Boleh, kebetulan Mama sama Papa sudah pulang duluan,"
"Ya sudah kalau begitu, ayo,"
Rey pun langsung bangkit lalu mengulurkan tangan nya untuk di raih oleh calon wanitanya itu. Dan dengan senang hati, Ana pun meraih tangan pemuda yang sudah berhasil mengalihkan dunia nya itu.
Lalu keduanya pun segera turun ke lantai bawah dengan saling bergandengan tangan. Sebelum mereka pergi, mereka berdua terlebih dulu berpamitan dengan kedua orang tua Rey yang sejujur nya masih sangat kaget dengan kenyataan yang mereka dapat hari ini.
Dimana Ana yang ternyata memiliki hubungan khusus dengan putra kedua mereka. Mereka bahkan tidak tahu, sejak kapan Rey bertemu kembali dengan Ana setelah sekian tahun berpisah dengan gadis itu.
"Om, tante, Ana pulang dulu ya," sambung Ana yang langsung menyalami kedua orang tua dari seseorang yang spesial untuknya itu dengan takzim.
"Iya sayang, hati hati dijalan ya. Rey, jangan ngebut ngebut ya bawa mobil nya," jawab Mama Meli pada putra nya itu.
"Iya Rey, hati hati bawa mobil nya. Jangan begajulan lagi, ingat kamu bawa anak orang,"
"Siap Ma, Pa. Mulai sekarang aku akan hati hati dalam segala hal. Kan pengen membawa pujaan hati ke pelaminan, jadi harus bisa jaga diri dengan baik," jawab pemuda itu konyol sekali.
Bahkan tanpa ragu dan malu memperlihatkan kegigihan nya dalam mencari perhatian dari pujaan hatinya.
__ADS_1
"Dasar kamu ini, ayo sana antar Ana pulang. Jangan malam malam pulang nya ya?"
"Siap Ma. Kami pergi dulu ya, assalamu'alaikum,"
"Waalaikumsalam,"
Rey pun kembali menggandeng tangan Ana dan membawa gadis itu menuju ke arah mobilnya.
Setelah keduanya masuk kedalam mobil, Rey pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah Adinata.
Dan tanpa sepengetahuan keduanya, dua pasang mata tengah memperhatikan sepasang muda mudi yang tengah jatuh cinta itu.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan Pa? Rey bahkan belum lulus kuliah, sementara Ana sudah siap menikah?" tanya mama Meli pada suami nya itu.
Keduanya kini tengah berdiri didepan jendela rumah, menyaksikan kepergian Rey dan juga Ana.
"Kuliah itu hanya untuk mendapatkan status yang layak saja Ma, tanpa banyak orang tahu jika dia juga adalah seorang pengusaha sukses yang tidak pernah mau mempublikasikan siapa dirinya," jawab Papa Reza yang tahu betul siapa putra keduanya itu.
"Maksud Papa apa?"
"Nanti, biar Rey yang memberitahukan semua nya pada Mama,"
*
__ADS_1
***