
***
..."Pertama tama, Othor minta maaf karena kemarin tidak bisa UP. Dikarenakan tugas negara yang menumpuk dan sudah deadline. Jadinya Othor tidak bisa up. Terima kasih yang sudah setia menunggu kisah Ana, Rey dan Revan, yuukkk kita lanjutin kisah mereka. Happy Reading guys,"...
Ana menatap pantulan dirinya yang ada di cermin meja rias yang dia tempati saat ini. Tidak pernah terbayangkan sebelum nya jika moment ini akan dia alami secepat ini.
Enggak cepat juga sih, pasalnya saat ini usia Ana sudah 26 tahun dan bahkan kebanyakan teman sebayanya sudah memiliki Anak.
Kebaya putih dengan model kerah sabrina dengan payet dan kristal swarovski bertebaran di seluruh kain brokat yang melekat indah di tubuh mungil dan ramping nya saat ini.
Ana terlihat begitu anggun dan dengan menggunakan adat adat Sunda untuk akad, Ana terlihat begitu cantik pari purna dengan siger sunda yang khas menghiasi mahkota nya, tentu saja kian membuat tampilan Ana kian sempurna bak seorang putri.
Ana meremas kedua tangan nya saat detik demi detik bahkan menit demi menit terlewati hingga tanpa terasa, dalam beberapa menit lagi, sebuah moment dimana akan merubah status dan kehidupan Ana akan segera dimulai.
Kabarnya, pria yang sudah dengan berani dan dengan gentle nya melamar Ana di usianya yang masih sangat muda bahkan di bawah umur Ana saat ini, di kabarkan sudah duduk satu meja dengan Pak penghulu yang akan membantu menghalalkan hubungan keduanya.
(Ya Allah, sampai merinding Othor nulis moment ini.)
"Kamu sudah siap Nak?" suara mama Laras yang baru saja masuk ke dalam sebuah kamar hotel bintang lima yang ditempati oleh sang putri untuk mempercantik diri, membangunkan Ana dari lamunan nya.
__ADS_1
"Astaghfirullahaladzim, Mama bikin kaget saja." jawab Ana sembari mengelus dada karena kaget.
"Masya Allah, putri Mama cantik sekali. Ayo sayang, acara ijab kabul nya akan segera dimulai. Kita keluar sekarang," ajak mama Laras menggandeng tangan putrinya.
"Iya Ma, duh kok gugup gini ya Ma?" tanya Ana sembari bangkit dari duduknya.
"Tidak apa apa, semua itu wajar. Mama saja yang pernah nikah dua kali, merasakan hal yang sama bahkan saat akad nikah yang kedua kalinya padahal dengan pria yang sama, yaitu Papa mu," jawab Mama Laras mengenang masa lalu sambil terkekeh, demi menghibur sang putri yang merasa gugup karena sebentar lagi status dan kehidupan nya berubah drastis.
Ana terkekeh saat mendengar pengakuan dari sang mama. Dia memang pernah mendengar tentang kisah perjuangan hidup mama dan papa nya untuk mendapatkan seorang anak.
Bahkan keduanya sempat berpisah karena banyak nya tekanan yang didapat karena tak kunjung memiliki seorang anak padahal sudah lama menikah.
Namun takdir berkata lain, mereka pun akhirnya memiliki seorang anak disaat status mereka sudah resmi bercerai. Dan mama Laras pun harus menjalani hamil diluar nikah saat mengandung Ghafin dulu.
*
*
Wanita dengan kebaya putih lengkap dengan siger sunda itu begitu cantik dan anggun dalam apitan mama Laras dan juga mama Meli yang menemani sang mempelai wanita untuk menemani calon suaminya mengucap ijab kabul.
__ADS_1
Seketika ruangan ballroom pun menjadi riuh dengan decak kagum dan seruan sebuah pujian untuk sang mempelai yang terlihat begitu cantik dan anggun dalam balutan kebaya akad yang melekat di tubuhnya.
Rey langsung bangkit dari duduknya saat melihat jika Ana sudah mendekat ke arah meja yang akan menjadi saksi bersatunya dua insan yang saling mencintai itu menjadi satu dalam ikatan suci pernikahan.
Ana terus menundukkan kepala nya saat tiba di meja akad. Gugup dan juga takut membuat kepalanya terasa berat untuk di angkat, hingga Ana pun terus saja menunduk.
"Bagaimana Nak Rey? Apa sudah siap?"
"Insya Allah siap Pak,"
Deg...
Jantung Ana kian berdebar kencang saat mendengarkan pertanyaan yang di ajukan oleh Pak penghulu dan di jawab dengan begitu tegas dan mantap nya oleh pemuda yang lebih muda 5 tahun dari Ana itu.
"Baiklah, semua sudah siap. Silahkan Pak Fabian, jabat tangan calon menantu Bapak untuk mengucapkan ijab kabul,"
Deg...
Ana kembali meremas kedua tangan nya yang saling bertautan dibawah meja. Saat papa Bian mulai menjabat tangan Rey di atas meja dan bersiap mengucap ijab kabul atas nama dirinya.
__ADS_1
*
***