
***
Melihat bagaimana reaksi Ghafin membuat Ana tertawa lepas lalu segera bangkit dan mengambil posisi duduk dengan menghadap ke arah sang kakak yang masih sibuk menghapus air matanya.
"Maaf, Ana hanya bercanda kok. Lagi pula, Ana sudah melupakan hal itu."
"Lalu, apa yang kamu pikirkan? Sampai tidak bisa tidur, hhmm? Cerita sama Abang,"
"Mama,"
"Mama? Kenapa dengan Mama?"
"Mama, tadi telpon dan minta Ana untuk pulang,"
"Ya sudah, tinggal pulang. Apa susahnya?"
"Masalahnya, Mama nyuruh aku pulang permanen Bang. Tapi aku masih nyaman disini," lirih Ana.
Ghafin yang mendengar ungkapan lirih adiknya itu pun akhirnya membalik badannya menjadi menghadap ke arah Ana.
Kini keduanya pun sudah saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain. Ghafin meraih tangan Ana yang saling bertautan di atas pangkuan gadis itu.
Lalu menggenggam erat tangan mungil itu, sebelum akhirnya melanjutkan ucapan nya.
__ADS_1
"Dengar Dek, Abang tahu kalau kehidupan kamu disini itu sudah sangat nyaman dan bahagia. Tapi, jika bole egois, bisakah kamu bagi kenyamanan dan kebahagiaan ini bersama kami dengan kamu kembali pulang dan berkumpul kembali bersama dengan kami. Abang tahu, kamu pasti masih kecewa dengan Abang dan juga Revan. Tapi sekarang, Abang janji, tidak akan ada lagi rahasia di antara kita. Abang akan pastikan itu, jadi, pulang ya? Abang mohon. Bukan cuma Mama dan Papa yang rindu kehadiran kamu di rumah, tapi Abang juga,"
Ana terlihat merenungi semua nya, benar apa kata Ghafin. Mungkin ini sudah waktunya untuk Ana kembali ke rumah. Dan menghindar dari semuanya.
*
*
"Apa kamu bilang? kamu mau resign dan pulang ke tanah air?"
Pertanyaan itu kompak dilayangkan olek Kiyoko dan juga Rey yang saat ini tengah makan siang bersama disebuah cafe dekat dengan kantor mereka.
Keduanya tampak shock saat Ana mengatakan jika setelah proyek nya yang tengah menangani gedung kantor cabang milik Ghafin dan juga Revan.
Ana akan resign dan kembali ke tanah air bersama dengan sang kakak yang juga akan kembali ke tanah air setelah peresmian kantor itu selesai dilakukan.
Seketika Ana dibuat tersedak oleh pertanyaan yang dilayangkan oleh Kiyoko padanya. Sungguh, Ana tidak pernah berpikir akan pulang hanya karena Revan.
Uhuukkkk
Uhuukkkk
Ana terbatuk batuk setelah tersedak makanan yang baru saja masuk kedalam mulutnya. Ana begitu kaget saat Kiyoko menyinggung Revan.
__ADS_1
"Ini, minum dulu. Pelan pelan makan nya," ucap Rey menyodorkan satu gelas air mineral untuk Ana minum.
"Terima kasih, Rey. Dan kamu, dari mana kamu punya pikiran seperti itu? Aku pulang karena permintaan Mama, bukan karena orang lain," jawab Ana menatap kesal pada sahabatnya itu.
"Ya maaf, aku kira karena dia,"
"Apa kamu yakin akan pulang sekarang?" tanya Rey dengan nada sendu.
Entahlah, rasanya masih belum rela melepaskan Ana untuk kembali. Secara di sana, banyak kemungkinan yang akan membuat Ana kembali dekat dengan Revan.
Sedangkan Rey sendiri belum bisa ikut kembali karena memang harus menyelesaikan dulu magang dan kuliahnya di sana.
"Iya Rey, mungkin ini sudah waktunya aku kembali. Aku sudah terlalu lama meninggalkan Mama dan Papa. Jujur, aku juga sangat merindukan rumah dan berkumpul bersama dengan keluargaku,"
"Baiklah, jika itu sudah menjadi keputusan mu, aku akan mendukung. Jangan lupakan aku ya, tetap hubungi aku meski kami sangat sibuk di sana nanti," ujar Rey yang akhirnya merelakan wanita idaman nya untuk kembali pulang.
Melihat binar bahagia dimata sang wanita, membuat Rey tidak kuasa untuk mencegah kepergian Ana. Meski berat, namun dia harus merelakan dulu.
Semoga takdir masih berpihak padanya, apalagi setelah semua kerja keras dan usahanya selama bertahun tahun agar bisa berdiri disamping Ana.
Wanita yang diam diam Rey kagumi sedari usia remaja dulu. Namun dia tidak berani mengungkapkan perasaan itu karena wanita yang dia sukai jauh lebih tua darinya dan wanita itu juga sangat menyukai kakaknya.
Dan saat Revan membuka hubungan nya dengan Kaila, Rey pun langsung berusaha keras memantaskan diri untuk bisa berdiri disamping Ana dengan penuh percaya diri dan tentu saja dibanggakan. Segala usaha pun dilakukan pria muda itu demi dekat dengan Ana.
__ADS_1
*
***