
***
"Assalamu'alaikum,"
Deg...
Jantung Ana berdebar cepat saat suara bariton dari pria yang siang tadi sudah memperistri dirinya itu masuk kedalam kamar yang dia tempati saat ini.
"Wa_wa'alaikumsalam," jawab Ana terbata saking gugup nya.
"Eh, kenapa belum ganti baju?" tanya Rey saat melihat Ana masih menggunakan gaun pengantin lengkap dengan tiara yang masih menghiasi kepalanya.
"Kenapa? Kok diem? Butuh bantuan?" tanya Rey lagi saat Ana hanya terdiam dan terlihat bingung.
"Iya, aku nggak bisa buka tiara nya Mas. Belum lagi resleting gaun nya susah dijangkau sama tangan aku," jawab Ana sembari nyengir bagaikan kuda.
"Kenapa nggak minta bantuan dari tadi. Memang pihak MUA nya sudah pergi ya?"
"Iya, mereka sudah pulang dari satu jam yang lalu. Acara nya kan mendadak harus nambah jam karena masih banyak tamu yang datang. Jadi pihak MUA sudah pulang sebelum acara selesai karena jam kerja mereka yang juga sudah selesai. Aku pikir bisa membuka semua nya tanpa bantuan mereka, tapi setelah di coba hanya bisa lepasin beberapa hair peace nya aja," keluh Ana sembari menunjuk beberapa hair peace yang ada dimeja.
"Ya sudah, sini biar aku bantu," Rey pun akhirnya menempatkan dirinya dibelakang Ana.
Rey mulai melepaskan satu persatu hair peace yang menempel di rambut Ana. Hingga rambut yang awalnya membentuk sebuah sanggul modern pun kini mulai terurai karena hair peace yang digunakan untuk menahan rambut dan juga tiara yang Ana kenakan sudah mulai terlepas semua nya. Kini berlanjut pda gaun pengantin yang Ana gunakan.
"Bangun lah dan berbalik," titah Rey yang di angguki oleh Ana.
Ana pun langsung bangun dari duduknya lalu berbalik membelakangi Rey. Dengan perasaan yang teramat sangat gugup Rey pun mulai menarik resleting gaun yang Ana gunakan.
__ADS_1
Sreettt
Deg
Baik Ana maupun Rey sama sama dibuat tertegun. Ini kali pertama nya Ana memperlihatkan kulit mulusnya pada seorang pria. Dan ini, pertama kalinya juga bagi Rey melihat punggung mulus Ana yang tidak tertutup oleh apapun lagi setelah dia menarik resleting gaun yang Ana kenakan malam ini.
"Su_sudah Mas? Aku mau mandi," lirih Ana menekan rasa gugup nya.
Hening, tidak ada jawaban yang diberikan oleh Rey saat Ana bertanya apakah Rey sudah selesai membuka resleting gaun nya.
Cup
Cup
Cup
Cup
Tubuh Ana kembali di buat meremang saat Rey kembali mendaratkan ciuman nya di bahu polos Ana, hingga Ana harus menahan nafas demi menekan rasa gugupnya.
"Ma_Mas," lirih Ana lagi saat tangan Rey mulai membuka dan menjatuhkan gaun pengantin itu dari tubuh Ana.
Greeppp
"Maaf, sepertinya aku tidak bisa menahan nya lagi," gumam Rey tepat di telinga Ana yang saat ini diam membeku didalam dekapan Rey yang memeluknya dari arah belakang.
"Ta_tapi aku ingin membersihkan diri dulu Mas. Gerah, tidak nyaman," jawab Ana yang seketika merasa takut dengan malam pertama nya
__ADS_1
Mendengar cerita dari beberapa rekan dan teman yang sudah menikah lebih dulu, jika malam pertama itu rasanya sakit sekali membuat Ana merasa parno sendiri.
"Baiklah, kit mandi saja dulu. Habis itu kisa sholat dulu ya, biar ibadah kita itu diberkahi dan dilindungi dari gangguan setan. Sana mandi lah lebih dulu, cup." ucap Rey yang akhirnya mengalah demi kenyamanan sang istri.
Mereka juga harus melakukan ibadah terlebih dahulu agar apa yang mereka lakukan selalu dalam lindungan tuhan yang maha kuasa dan mendapatkan berkah dari nya.
Keduanya pun akhirnya mandi bergiliran, usai membersihkan diri. Keduanya sama sama melakukan ibadah bersama untuk pertama kali nya setelah mereka resmi menikah.
Cukup lama Rey duduk bersujud di atas sajadah nya, berdoa memohon perlindungan dan segala kebaikan untuk pernikahan nya dengan Ana.
Usai merampungkan doa nya, Rey pun berbalik lalu mengulurkan tangan nya untuk di salami oleh Ana yang saat ini sudah menjadi makmum pertama untuk nya.
"Assalamu'alaikum, wahai zawjatti,"
"Wa'alaikumsalam, ya habibi."
"Ijinkan malam ini, aku menyentuhmu dengan atas ridho mu dan juga ridho Allah. Apa kamu siap wahai istriku, kekasih halalku?"
"Insya Allah aku siap suami ku. Aku istrimu dan aku milikmu sekarang dan sampai maut memisahkan kita."
*
****
Next, kita lanjut besok ya...jangan marah ya karena Othor gantung terus. Selamat siang dan selamat membaca.
Love banyak banyak untuk kalian readerku sayang...🥰🥰🥰
__ADS_1