Takdir Cinta Ghayana

Takdir Cinta Ghayana
Bab.35


__ADS_3

***


"Loh, Nak Kaila. Kok turun sendiri? Revan sama Ana nya mana?" tanya mama Meli saat melihat mantan menantunya itu turun ari lantai atas seorang diri.


"Maaf tante, Kaila tidak menemukan mereka," jawab Kaila dengan berbohong.


Sakit sekali rasanya saat melihat pria yang kita cintai kini berpaling pada wanita lain didepan mata kepala sendiri.


"Kemana anak anak itu? Bukan nya mereka tadi bilang mau ke balkon?" gumam mama Meli yang kembali ke dapur karena masih menyiapkan manu makan siang untuk hari ini.


Sementara itu, kedua orang yang tengah dicari cari itu kini tengah berada didalam kamar dengan suasana yang tiba tiba saja menjadi canggung.


"Awas Bang, aku mau lewat," lirih Ana yang sedari tadi menundukkan kepalanya karena tidak kuasa lagi melihat tatapan mata dari Revan.


Saat ini kedua muda mudi itu tengah berdiri didepan pintu kamar milik Revan yang ada dirumah utama keluarga Adinata.


Meski sudah tidak lagi tinggal disana, namun kamar itu tidak pernah berubah dan tetap di peruntukan untuk putra sulung keluarga itu.


Demi menghindar dari Kaila, Revan langsung membawa Ana masuk kedalam kamar nya. Kamar yang dulu sering Ana datangi, bahkan sampai ketiduran di sana saking nyaman nya berada didalam kamar itu.


"Kenapa? Bukan nya dulu sering kesini ya? Bahkan tidur dengan nyaman nya di sana," jawab Revan sembari menunjuk ranjang miliknya dengan dagu nya.


Seketika wajah Ana terasa memanas kala teringat, betapa agresif nya dia dulu. Hingga tanpa malu malu selalu mendatangi Revan yang selalu ada didalam kamarnya dan tidur di ranjang pemuda itu, dulu.


Ana semakin menunduk dalam demi menyembunyikan rona merah diwajahnya saat Revan terus saja mengungkit masa lalu Ana yang begitu gigih dalam meraih perhatian Revan.


"Sudah, jangan dibahas lagi. Ayo Bang, cepat minggir, aku mau keluar," lirih Ana semakin dibuat putus asa karena Revan mengurungnya didalam kamar itu.

__ADS_1


Melihat reaksi Ana yang begitu terlihat malu malu, Revan pun hanya tersenyum tipis. Lalu bagaimana dengan hatinya? Oh, tentu saja sangat berbunga bunga.


Entah sejak kapan, sikap malu malu Ana menjadi begitu menggemaskan dimata nya. Revan pun kembali memajukan langkah nya satu langkah kedepan sehingga kian mengikis jarak pada Ana yang berdiri tid jauh dari nya.


"Jawab dulu, mau apa nggak?"


"Maksudnya? Ma_mau apa?" tanya Ana gugup.


"Terserah mau nya yang mana? Jalan dulu apa langsung nikah?"


"Bang Revan sedang melamarku?"


"Bisa dikatakan seperti itu,"


"Ih, apaan sih. Becanda nya nggak lucu, minggir ah, aku mau keluar,'


Greeeppp


Saking gugupnya menghadapi tingkah Revan yang begitu aneh hari ini, Ana sampai mendorong tubuh Revan hingga pria itu mundur beberapa langkah kebelakang.


Niat hati ingin pergi dari pandangan Revan, Ana malah kembali masuk kedalam pelukkan pria itu saat Ana akan keluar namun Revan segera mencekal tangan nya lalu kembali memeluk tubuh Ana dari belakang.


"Bang, jangan begini. Nanti dilihat Mama sama tante," ucap Ana sembari mencoba melepaskan peluk kan yang Revan lakukan di tubuhnya.


"Jawab dulu, mau apa nggak?"


"Iya, tapi mau apa dulu Bang?"

__ADS_1


"Jalan dulu apa langsung nikah,"


"Tuh kan, nggak jelas banget."


"Jelas kok, jelas banget malah. Kamu nya aja yang selalu menganggap ini tidak serius dan lelucon. Padahal aku sudah serius 100%, 1000% persen malah."


Ana menghela nafas panjang sebelum akhirnya kembali melanjutkan ucapan nya pada pria dewasa itu.


"Ok, sekarang kita bicara baik baik dan serius. Katakan, apa yang Abang inginkan," lanjut Ana yang akhirnya mengalah dan mencoba berbicara dengan hati yang tenang, meski tidak tenang tenang amat.


Tapi, bagaimana mau tenang? Sedari tadi Revan terus saja memeluknya hingga membuat jantung Ana berdetak dengan begitu menggila nya.


"Aku, mau kamu," bisik Revan tepat di depan telinga Ana.


Deg...


Jantung Ana kian berdetak dengan begitu kencang nya saat Revan menaruh dagu nya di bahu Ana lalu menjawab pertanyaan dari Ana dengan berbisik tepat ditelinga Ana, membuat tubuh gadis itu meremang sempurna.


*


***


"Sambil menunggu Ana dan Revan up kembali. Yukk mampir di karya sahabat aku ini. Mohon dukungan nya ya."



*Happy Reading...*

__ADS_1


***


__ADS_2